Prolog

45 1 0
                                        

Menjadi tua itu bukan pilihan tapi menjadi dewasa itu baru pilihan. Di angka 25 sudah saatnya untuk kamu memilih akan menjadi tua saja atau menjadi tua yang dewasa. Aku pikir angka 25 adalah angka keramat dibanding dengan angka- angka yang lain, sebab diusia dengan angka keramat itu kamu akan dituntut dan dibebani dengan banyak hal tentang kehidupanmu. Dan diusiaku dengan angka yang keramat ini aku putuskan untuk tidak memilih dan tidak menjadi apapun, entahlah aku hanya ingin berhenti.

Ada rasa bahagia dan rasa syukur disetiap hari kelahiran, itu bisa dipastikan karena aku bahagia dan bersyukur sebab telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bertahan hidup sampai disaat itu. Tapi kali ini rasa itu tetap ada namun ada yang berbeda, dalam hati seolah aku merasakan hal yang berbeda dari sekedar bahagia dan bersyukur yaitu ada rasa ingin berhenti. Ini bukan karena aku pasrah dan putus asa, tapi entahlah rasa itu tak dapat aku deskripsikan dengan gamblang atau bahkan aku tak dapat mengekspresikan rasa itu.

Aneh, yah aku tau itu aneh akupun juga tak dapat memahami diriku sendiri. Lebih tepatnya aku dibuat bingung dengan perasaan itu. Aku merasa aku akan sangat tenang setelah aku akan berhenti tapi juga ada rasa khawatir yang muncul secara bersamaan. Aku merasa aku akan tetap bahagia setelah berhenti namun diwaktu yang sama aku merasa cemas dengan apa yang akan terjadi setelahnya. Tuhan, perasaan apa yang telah kau berikan, kenapa begitu sulit untuk aku bisa mengerti ?

Hari Ke-40Stories to obsess over. Discover now