Gairah Kamar Sepupu

1.7K 6 0
                                        

Hari itu panas, terik matahari menembus kelambu jendela. Aku dan sepupuku, sedang bermain game online bersama di kamarku. Kami berbaring di atas kasur, bersama tentunya. Saat itu aku mengenakan kaos putih polos lengan pendek dan boxer berwarna merah. Sedangkan Bian, sepupuku, mengenakan kaos kuning bergambar emoticon smile dan celana boxer berwarna biru.

"Tora..., rasanya panas banget nggak sih?" Tanya Bian padaku.

"Iya nih, panas banget. rasanya pengen bugil aja." Jawabku berlebihan.

"Yaudah sih, buka aja." Jawab Bian bercanda.

Mendengar ucapan Bian, aku jadi terpikir untuk melepas kaos yang kukenakan. Akan tetapi, aku tidak terbiasa telanjang dada di depan orang lain. Mau sedekat dan seakrab apapun, aku tetap merasa malu jika melakukannya.

"Hmm, lepas nggak ya? Gue agak malu." Jawabku malu-malu.

"Udah si lepas aja, orang sama gue juga. Ga bakal gue perkosa kok HAHAHAHA." Jawabnya tertawa renyah.

Aku hanya bisa mendecih mendengarnya, dia mengatakannya seakan-akan aku tidak cukup berani melakukannya. Itu sedikit membuatku tersinggung.

"Oke, gue lepasin." Jawabku ketus.

Kulepaskan kaos putih yang kukenakan. Saat terlepas, aku sedikit terkejut. Karena Bian juga melepas kaosnya. Dari situ, nampaklah tubuhnya yang kekar, namun masih enak dipandang. Kulitnya yang sawo matang. Tubuhnya yang bermandikan keringat karena kepanasan. Serta rambut cepak, yang kurang lebih terlihat seperti rambut tentara. Kuakui aku sangat kagum dengan sepupuku itu.

"Iiiih, lo ngapain lepas baju juga si?" Kataku dengan sedikit gugup karena terkejut.

"Gue kan' juga gerah Tor." Jawabnya sembari senyum lebar.

Aku hanya bisa memalingkan pandanganku dari tubuhnya, sejujurnya itu membuatku sedikit terangsang. Tak dapat dipungkiri jika Bian adalah orang yang tampan, atau mungkin manis? kurasa kedua-duanya benar. Terlebih tubuhnya atletis.

"Hei, wajah lu kenapa merah gitu? lo demam?" Tanya Bian yang heran melihat rona wajahku.

Bian menempelkan punggung tangannya ke dahiku. "Oh tidaaak, ini akan semakin membuatku memerah." Batinku.

"Hmmm, lo agak panas deh Tor." Kata Bian setelah menyentuh dahiku.

"Ng-nggak kok, ini kan' gara-gara cuaca hari ini panas." Jawabku agak terbata.

"Yakin?" tanya Bian padaku.

Bian lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku, kemudian menatap mataku lekat-lekat.

"Hmm,kalo dilihat-lihat lo cakep juga ya Tor, putih mulus. Badan lo juga bagus hahaha." Kata bian padaku.

Kata-kata Bian membuat hatiku semakin tidak karuan.

"Apaan sih lo? Jangan ngada-ngada deh." Balasku kepada Bian.

"Ih, beneran." Jelas Bian.

Bian kemudian mendekatkan wajahnya lagi, aku pun hanya bisa mundur sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya, aku terjebak di tembok yang ada di belakangku. "sial, aku tidak bisa mundur lagi" pikirku.

Wajah Bian semakin mendekat, hingga akhirnya bibir kami saling bersentuhan. Aku hanya bisa diam mematung, karena tidak menyangka dengan apa yang sedang terjadi. Aku bisa merasakan bibir Bian yang lembut menempel di bibirku.

Bian perlahan mengulum bibir atasku, aku pun membalasnya dengan mengulum bibir bawahnya. Aku bisa merasakan bibir Bian yang begitu lembut dan kenyal. Kemudian kami mulai bermain lidah, dan berbagi air liur.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 24, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kumpulan Cerpen Homo 18+Stories to obsess over. Discover now