"Kebahagian sederhana ku adalah ketika melihatmu tersenyum. Dan Kebahagiaan Terbesarku adalah ketika aku bisa memilikimu"
-Chalista Kiara Ananda-
🍭
"Gue ga suka lo!"
Seorang siswa berteriak keras sembari menggebrak meja kantin. Kesabarannya telah habis karena seorang cewek yang akhir-akhir ini mengganggu kehidupannya.
"Harus berapa kali gue bilang ke lo Ra?!"
Cowok itu sedikit memelankan suaranya ketika sadar bahwa saat ini mereka telah menjadi tontonan semua orang di kantin tersebut.
Namun cewek yang tengah berdiri di depannya tetep memaksakan senyumanya untuk mengembang. Jujur baru kali ini dia dibentak, ia sesekali melihat kearah langit-langit untuk menghindari Banjir bandang di pipinya.
"Rara ngga nyerah sampek Faur jadi pacar Rara."
Cowok bernama Faur itu mengacak rambutnya, Frustasi.
"Terserah lo!" Ia bersiap pergi
"Tapi jangan ganggu gue!!" Lanjutnya dan berlalu pergi meninggalkan Rara yang tengah mematung di tempatnya.
Banyak yang iba melihat gadis itu, namun tak sedikit juga yang mencibir Rara yang tak pernah berhenti mengejar seorang Faur Alfian Mahardika.
Rara kembali ke mejanya santai, seperti tak terjadi sesuatu. Padahal ia tau banyak mata yang melihatnya dan banyak pula bibir yang mencibir.
'Duh, dasar people +62 hobbynya Ghibah.:v'
"Udah capek kakaknya?" sindir Lea, sahabatnya.
Rara menyeruput kuah baksonya yang sudah mulai dingin, sembari menggelengkan kepalanya.
"Gue capek Ra, Gue capek ngeliatin lo yang ngemis ngemis ke kepala batu songong itu!" Emosi Lea
"Faur itu bukan kepala batu, Lea." Elak Rara tak terima
"Tapi kepala Es!" Lanjutnya sembari menyunggingkan Cengiran khasnya.
"Nah itu lo tau. Kenapa masih aja ngejar kulkas?"
"Karna Rara suka tantangan hehehe"
Rara kembali menyeruput kuah baksonya, dan sesekali mencelupkan krupuk ke dalam mangkuknya. Lea yang tak mengerti jalan pikiran sahabatnya ini hanya menggeleng pelan.
"Masih banyak yang ngejar lo Ra. Lo Cantik, lo Pinter. Lo ga pantes ngejar, lo pantesnya di kejar." ucap Lea serius
Rara memberhentikan aksinya yang ingin memasukan Bola Bola daging alias Bakso ke mulutnya.
"Dan cuma Faur yang buat Rara penasaran Lea." jawabnya
"Tapi dia nolak lo"
"It's Okey"
"It's Okey, It's Okey!! Ga Ra!! Gue ga mau lo sakit hati terus"
YOU ARE READING
Faura
Teen Fiction"Aku tak ingin menjadi benar, jika mencintaimu itu salah." Calista
