Bag 1

31 3 0
                                        

"Zya! Kamu jangan membantah kata kakak yah! Pokoknya kamu harus masuk pesantren sama kakak kamu, Fira!" teriak seorang laki laki yang berstatus sebagai kakak Zya.

Zyana Queena Afsheen Farasyaqella. Atau bisa di panggil Zya. Seorang gadis bungsu yang memiliki sifat tidak mau kalah dengan siapapun termasuk kakaknya.

"Ngga. Zya ngga mau! Pokoknya Zya mau sekolah di SMA Negeri 55 Jakarta." ucap Zya tak mau kalah dengan kakaknya.

Farendra Afsheen Ukasya. Atau kerap dipanggil Faren. Berstatus sebagai kakak pertama Zya, yang menurut Zya kakak paling galak dan menyebalkan.

"Zya--" ucapan Faren terpotong oleh ucapan sang bunda.

"Faren, Zya, udah. Dan Zya, oke. Untuk permintaan kamu kali ini, bunda sama ayah akan izinin kamu. Tapi, jangan kelewatan batas. Bukan karena kamu sekarang enggak mesantren, jadi seenaknya main kesana kesini. Kamu harus tetap diam di rumah, dan keluar kalo ada keperluan aja." ucap Bunda Zya kepada kedua anaknya itu.

"Hore ... makasih bunda," ucap Zya memeluk bundanya.

Sanata Afsheen Fahrani. Yang berstatus sebagai ibu rumah tangga. Dan memiliki tiga orang anak. Faren, Zafira, dan Zya.

"Apa, Fira! Kamu juga mau ikut adek kamu?" ucap Faren sinis kepada adek pertamanya.

"Ih, apaan sih kak, enggak kok, lagian aku tuh udah nyaman dipesantren." ucap Fira.

Zafiraa Queeny Afsheen Farakaily. Adalah kakak dari Zya, yang umur nya hanya selisih satu tahun. Fira memiliki sikap yang cuek terhadap siapa pun, kecuali keluarga.

"Oke. Jadi besok, ayah akan mendaftarkan kamu Zya, dan Fira kamu juga akan ayah daftar ulang, di pesantren milik ayah." ucap Shadam.

Shadam Fathurahman Afsheen. Kepala keluarga dari keluarga Afsheen. Shadam, atau kerap dipanggil Pak Adam, adalah pemilik pesantren miliknya, yang dimana ketiga anaknya sekolah disana. Kecuali Zya. Dari kecil sampai kelas tiga SMP. Dan memutuskan untuk melanjutkan SMA di sekolah negeri, yang berada di Jakarta.

"Ya udah, sekarang kalian tidur. Ini udah malem," ucap Bunda.

"Siap, Bunda ...," ucap ketiganya. Faren, Fira, dan Zya.

***

"Ya ampun, ternyata gini yah, rasanya sekelas sama laki laki, agak canggung juga sih," celetuk Zya saat sudah masuk ke kelas. Banyak siswa maupun siswi yang berdatangan ke kelas itu. Mungkin mereka juga sama, berstatus sebagai siswa atau siswi baru disana. Karena, ini tahun ajaran baru.

Ketahuilah, bahwa hanya Zya yang memakai hijab panjang disana, yang lainnya ada yang tidak memakai hijab, dan adapun yang memakai, tetapi hanya disampingkan ke pundak.

"Hay, manis, boleh duduk disini?" sapa seorang perempuan kepada Zya.

"Eh, Hay juga, boleh kok," ucap Zya tersenyum manis. Lalu dia pun duduk dekat Zya.

"Nama aku Ayesha Adzra Aurora, kamu bisa panggil aku Ayesha." ucap Ayesha.

"Oh iya, nama aku Zya Queena, panggil aja Zya." ucap Zya.

"Waw, nama yang manis, untuk orang yang manis. Sangat sempurna." ucap Ayesha yang tersenyum kepada Zya. Yah, memang benar, selain cantik, Zya juga mempunyai senyuman yang sangat manis, yang membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona.

"Alhamdulillah, kamu juga cantik kok," ucap Zya kepada Ayesha.

Lalu saat asik berbincang, guru pun datang. Dan semua siswa/i disana langsung duduk dengan tertib.

Setelah guru itu memperkenalkan dirinya, yang diketahui namanya adalah Bu Nindy. Lalu Bu Nindy pun mengubah posisi duduk mereka sesuai nomor absen.

AKSAZYANAKde žijí příběhy. Začni objevovat