Darkest emoji of life

4 0 0
                                        

Entah apa yang ada dalam pikiranku. Begitu liar, begitu membara. Terik dunia hari ini seolah melelehkan segala egoisme. Narsisme tentang kharisma dan persona manusia, tetap melekat dalam tanah liat yang bergerak ini. Terkadang bingung, akan langkah apa yang harus dibuat. Ragu, percaya diri, bodo amat, terkadang tidak menjadi solusi. Positif minded hanyalah isapan jempol belaka, yang ada hanyalah negatif yang diframing menjadi relatif.

Manusia terkadang tidak butuh banyak prespektif, terkadang hal tersebut hanya menciptakan buah pemikiran ejakulatif gegabah sesaat. Tidak ada solusi dari nafsu manusia yang menyalak. Meresap ke pembuluh darah lalu mengalir ke otak dan pikiran bak pekerjaan setan sehari hari.

Kala itu aku sedang termenung di koridor kampus yang tinggi dan sejuk. Beberapa hasutan datang yang mengajak diri pada sesuatu yang indah dan ideal. Tak menjawab, hanya hanyut dalam perasaan suka dan mabuk akan dunia. Lalu menepilah aku pada pelabuhan yang tak terbayang sebelumnya, seperti pikiran yang tidak beraturan, dengan sekejap aku sampai di bibir pantai yang kosong dan tak bersisa apa-apa. Alter-ego kehidupan seolah menjadi solusi dari kebingungan dan kejenuhan. Pada saat yang sama aku langsung bertanya pada Tuhan, akan kemanakah aku dibawanya, persis seperti celotehan cholil mahmud.

Baik buruk memanglah kehendak manusia, terang gelap pun begitu. Semua hanyalah bagian dari skenario yang telah tercipta, seberapapun engkau menolak untuk dikekang, pada akhirnya yang tersisa hanyalah kehampaan dan omong kosong impian. Menghentikan semua denyut nadi, terbang tinggi tak terkendali, menikmati keindahan dan kesenangan yang tiada tara. Kematian.

-indra 

Darkest Emoji of LifeStories to obsess over. Discover now