Tentang senja yang nyaris elok. Tentang peristiwa yang begitu takjub dan Teruntuk raga yang tak kunjung temu. Semoga cerita ini tak terlalu rancu.
Tepat sekali, senja kala itu memancarkan dengan anggunnya. Sepoi sepoi angin yang menyisir setiap raga manusia seolah kenikmatan ditengah senja sore hari. Beberapa orang berlalu lalang menikmati euforia senja kala itu, ada yang bermain main, menikmati sunset, ada pula yang dengan asyiknya memotret alam untuk dijadikan sebuah pajangan diinstastorynya. Suasana pantai begitu menakjubkan. Namun setibanya, setelah aku membeli minum , beberapa orang berlalu lalang pergi berlarian. Entah apa yang tengah terjadi. Aku membisu, bungkam. Seketika ombak besar dari arah timur menyapu dengan cepatnya menuju daratan.
"Mba, ayok cepat lariii" Teriak salah seorang warga dengan paniknya mengajakku menaik ke atas bukit untuk menyelamatkan diri
"Ah iyaa bu, saya harus menyelamatkan dulu teman saya" jawabkh dengan tersenyum ramah pada pernyataan ibu tadi
"Gak keburu Mba, ombak segera naik kedaratan. Waktunya menyelamatkan diri"Ucapnya padaku. Tanpa ku sadari, ibu tadi menarik tanganku. Mengajaknya untuk menuruti kemauannya. Namun, entah mengapa kala itu, semua energi, pasokan oksigen dalam tubuhku, seakan terkunci, diam mematung.
Byurrrrrrrr!!!!
Suara nyaring ombak terdengar begitu keras sampai indra pendengaranku. Rumah-rumah yang kokoh begitu ambruk diterpa air, Pepohonan yang tinggi tersapu air tsunami. Sungguh nyaris tak meninggalkan bekas.
Disini aku sekarang, gadis dengan usia 19 tahun, Neona Alaska. Hal yang tidak pernah ku pikirkan akan terjadi, bagaimana keadaan temanku tadi. Sialnya, aku terus merutuki diriku sendiri. Tak pernah terbayangkan, bagaimana jadinya jika temanku tidak selamat. Sungguh, aku sangat kecewa pada diriku sendiri.
"Hey!!!"Suara itu seperti suara seseorang gabungan tim sar sedang mengecek para korban yang selamat
"Astaghfirullah"Ucapku kaget menahan kesal ketika bertatap dengannya
"Lagian juga kenapa malem malem gini melamun, nanti kesambet loh" Tambahnya lagi dengan nogat khasnya untuk menakut nakutiku
"Apa ada korban yang selamat?"Tanyaku penasaran pada Vemi >Teman sepenaku + panitia gabungan tim sar<
"Semua korban dievakuasikan mengungsi ke atas bukit, kemungkinan semua korban selamat. Namun, katanya ada 1 orang yang sulit ditemukan, bahkan tim sar pun masih mencarinya" Jawabnya dengan penuh penjelasan dan singkat
"Siapa namanya?"Tanyaku padanya. Entah mengapa, sejak kejadian tadi. Aku teringat pada satu nama. Iya, dia teman yang ingin ku selamatkan tadi. Berharap nama yang ku ceritakan selamat dalam musibah ini
"Saya tidak tahu, lagian sibuk banget sih tanya tanya korban. Sekarang ini, selamatkan saja dulu diri kamu, kamu masih hidup juga bersyukur masih di beri pasokan Oksigen oleh Allah" Pungkasnya padaku dengan meninggalkan sebuah surat yang tidak dihiraukan olehnya
Bukan begitu, aku khawatir prinsipku untuk bisa bermanfaat untuk orang lain, lalai begitu saja (ucapku dalam hati memandang langit hitam tanpa bintang
-
-
-
-
Comeback guys😄
Kira kira siapa ya nama yang disebut tadi?🤔
Nantikan di part selanjutnya🖐
Follow juga akun instagram saya
@diniall
@dniaulrhm
YOU ARE READING
SEBUAH FRASA MENGENANG SENJA
Teen FictionTentang senja yang nyaris elok. Tentang peristiwa yang begitu takjub dan Teruntuk raga yang tak kunjung temu. Semoga cerita ini tak terlalu rancu.
