Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

00

24 4 4
                                        

"TAKDIR YANG MENEMUKAN KITA DAN MENDEKATKAN KITA, TAKDIR PULA YANG MEMISAHKAN KITA NANTINYA BRYAN"
-Zera Anindya Bakrie-






Jam menunjukkan pukul 07.00

Ring ring ring(suara alarm)

Zera terbangun dan langsung mematikan alarmnya, setelah mematikan bukannya bangun zera kembali menutup matanya dan kembali kemimpinya semula, baru 5 menit zera melelapkan matanya terdengar dobrakan pintu sangat kasar BRAKKK tetap saja zera stay dengan tidurnya tanpa memperdulikan suara apa itu.

Seorang laki-laki berdiri di depan pintu yang sudah terlepas dari engselnya, laki-laki itu masuk sambil berteriak kearah zera yang masih dengan posisi tidurnya.

"ANAK PERAWAN...." teriak laki-laki itu yang memandangi zera tertidur pulas."ZERAAAAAA BANGUN!!!" laki-laki itu berteriak lagi sambil menggoyang tubuh zera. "tidur? apa simulasi mati?" gumamnya.

"Abang, zera kan baru kelelep 5 menit jangan di bangunin, entar bangunin kalo udah 20 menit" Sahut zera, lalu melanjukan tidurnya, laki-laki itu menggeleng kepalanya keheranan.

"lembu oh lembuuuuuu bangun lah dah jam 07.00 nih hari nih kan masuk pagi...." ejeknya sambil menarik selimut zera. "Eh!!, mulutnya yah lembu-lembu" menatap kesal bintang. "LEMBUUuUuu hahahahahha" ejek bintang sambil tertawa terbahak-bahak. "NGESELIN BANGET SIH!!" Teriak zera sambil melempar bantal ke arah bintang.

"Makanya bangun jangan tidur mulu entar jadi lembu benaran tau rasa mooooo" sahut sedikit mengejek bintang.

"nyenye nyee" ledek zera sambil memutarkan bola mata, menatap sinis kearah abangnya itu.

"LEMBU mblee" triak bintang dengan kekehannya sambil menjulurkan lidah jahil lalu berlari keluar kamar, zera hanya mengelus dada sambil beristigfar menghadapi kejahilan abangnya itu.

Zera yang sudah mengumpulkan nyawa langsung beranjak dari kasurnya dan menyiapkan pakaian yang akan dia kenakan.

15 menit kemudian.....

Selesai mandi zera langsung bersiap-siap untuk ke kampus.

Make-up, outfit, stlye rambut.

"Ngoheyy, gua kece abizz" Memuji diri sendiri sesekali bergaya di depan cermin.

Sela-sela bersiap zera melihat sekilas jam dinding.

"BUSET DAH MO JAM 8" membulatkan mata dan langsung beranjak dari tempat rias. "Baru juga masuk dah telat gua" gumam zera.

Zera pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan yang berada di lantai bawah, lalu zera menghampiri mama yang asik ngupas buah dan juga abangnya sedang asik makan.

"Anak mama udah rapih aja nih" sapa mama sambil tersenyum manis kearah zera.

"Hehehe, iya mah" sahut zera, lalu duduk di samping abangnya.

"Owlah, mama lupa sayang" ucap mama. "Roti Kamu mau diselain rasa apa? selai mangga, selai coklat, apa selai kacang?" Sambung mamanya sambil menyiapkan roti untuk zera.

"Terserah mama aja" ucap zera.

"Rumput aja maa kan zera LEMBUUU" ejek bintang.

"Depan zera ada pisau loh mau di mutilasi sekarang??" Lirik tajam zera.
"Abang bercanda baperan banget" ucap bintang.

"Suttt, jangan berantem gak baik di depan rezeki kaya gitu, terus sodara itu saling jaga bukannya saling berantem" ucap mama sambil mengoles kan selai mangga ke roti zera.

TAKDIR Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang