Hari ini tepat pukul 10.00 malam, hujan turun deras di kota Amsaka.
Aku yang sedang duduk sambil memperhatikan secangkir kopi, yang mengeluarkan uap putih indah. Sangat cocok dengan udara dingin dari hujan malam.
Didalam cafe ini sangat berbeda dengan suasana diluar sana yang dingin dan lembab. Disini sangat hangat dan menyenangkan, menghilangkan sekejap ingat, bahwa diluar sedang riuh oleh hujan.
"Ting!!"
Terdengar bunyi pesan singkat masuk dari sebuah benda tipis persegi panjang itu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di layarnya tertulis, KAKA: "CEPAT PULANG!! Kalau lebih dari jam 11 malam, Aipod kesayanganmu akan lenyap besok pagi!"
Aku yang membacanya hanya menghembuskan nafas berat.
Sial, sepertinya aku harus pulang sekarang. Batinku.
Hal yang aku lanjutkan adalah merapihkan barangku, dan menapaki kaki keluar cafe dengan segera. Menuju dunia luar yang sedang riuh di guyur hujan.
Aku memperhatikan butiran air yang jatuh kebumi. Di malam dengan hujan dan udara yang dingin.
Sialnya sekujur tubuhku jadi dingin dan terasa kaku.
Butir-butir air hujan mulai mengenai ujung kepalaku, sampai akhirnya sekujur tubuhku basah. Tubuhku mulai bergerak sendiri dan otakku sibuk memikirkan nasib aipod kesayanganku besok pagi.
Perjalanan dari cafe ke rumah ku cukup menghabiskan waktu, sekitar 40 menit dengan bus.
Ditengah jalanan yang sepi dan dingin aku merasa ada seseorang yang mengikutiku.
Semakin lama pikiran-pikiran buruk mulai menusuk otakku.
Bagaimana ini?
Bisa jadi dia adalah seorang kriminal.
Suasana makin mencekam.
Aku sibuk menyingkirkan pikiran-pikiran buruk tentang orang di belakangku.
Bisa saja orang itu memang searah jalannya denganku.
Lampu dipinggiran jalan meredup. Ditambah hujan deras dan jalanan yang sepi. Tanpa payung, tanpa pelindung apapun aku langsung menerobos suasana yang cukup mencekam ini.
Tiba di satu lampu di ujung jalan yang paling terang. Aku ingin memastikan siapa orang dibelakangku.
Aku berdiri diam di samping lampu jalanan itu, dengan sekujur tubuh basah dan rasa penasaran yang kuat.
Bayangannya mulai terlihat. Badannya yang tegap, kaki yang jenjang dan ia sepertinya seorang pria.
Perlahan-lahan wajahnya mulai terlihat. Dibawah cahaya lampu jalan, agak remang-remang. Didalam kegelapan itu wajahnya sungguh tampan.
Aku sungguh terhipnotis auranya. Sedikit terlihat dingin tapi cukup menenangkan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dia menatapku, menatap dengan tatapan tajam membius.
Jarakku dengannya hanya berjarak beberapa meter dan semakin lama, semakin menipis. Hingga akhirnya hanya beberapa senti. Dengan langka dan tatapan yang membius. Aku hanya diam terpaku.
Setelah itu yang ia lakukan dengan jarak beberapa senti dari tubuhku adalah mengangkat tangannya ke atas kepalaku. Meneluk jarinya membentuk pelindung, melindungi wajahku dari butiran air hujan yang menembaknya ribuan airnya.
Tubuhku sangat dekat dengannya. Aku merasa nyaman saat aroma mint tercium indra. Aroma mint yang sangat pekat.