chapter 1

48 6 0
                                        

"pak saya udah bilang saya tu udah sarjana dan udah kerja bukan anak sma lagi"ucap seorang gadis kesal karena sudah berulang kali ia mengatakan ia bukan anak sma
"alasan neng itu udah basi neng banyak yang ngomong udah kerja padahal mau cabut dari sekolah"jelas seorang bapak bapak bebaju hijau tua dan di sebelah dada kirinya tertulis satpol pp yang sedaritadi menahanya
"saya beda dari mereka pak"ucap wanita itu jengah
"apa bedanya neng sama aja entar juga kalo saya kasih belum lewat 5 menit kemudian udah goncengan sama cowok nya"ucap bapak itu tak mau kalah
"saaloh pak masa itu sudah saya lewati sekalipun saya sudah memalui sma saya tidak pernah cabut buat ketemu cowok astaga"ucap wanita lagi memijit pelipisnya yang pusing
"sudah sudah hentikan sandiwara ini sekarang ikut saya, saya akan mengantarkan kamu ke ruang kepala sekolah karena cabut"
"pak saya udah kerja"
"kerja apa neng orang saya lihat tadi kamu keluar dari belakang sekolah"
"iya memang saya dari sana pak karena disana gang rumah saya"
"saya tidak percaya"ucap bapak itu menarik tas selempengan vanna

mereka terus saja beradu argumen saling tidak ingin kalah dan kelihatan wajah vanna yang sangat kesal

TINNNNNNN
tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di samping mereka
"hmm ada apa ya pak"tanya pria yang turun dari mobil itu
"ah ini mas neng ini cabut dari sekolahnya tapi dia beralasan kalo dia udah kerja dan sarjana"adu bapak itu
"memang saya sudah sarjana"sarkas vanna tak terima seakan di remehkan
peria itu melirik vanna sekilas sedangkan vanna membuang muka malas ia berfikir bagaimana bisa pria ini menjelaskan nya padahal mereka tidak saling mengenal
"jadi begini pak saya tidak tau apakah dia sudah sarjana atau masih sma tapi dia kariawan di kantor saya"ucap pria itu datar
"tu kan pak sudah saya bilang saya sudah kerja bapak ngeyel"ucap vanna menyela cari kesempatan meskkipun dia bukan kariawan pria itu
"tapi siapa nama mas nya biar kalo ada berita kehilangan tentang eneng ini biar saya bisa cari masnya"pinta bapak itu
"NELFINO AGRA ALEXANDER"ucap pria itu
"kalo eneng namana saha"
"KENALIN PAK GIOVANNA IRMA UBREE"ucap fanna menarik tangan bapak satpol pp itu refleks berkenalan untuk melepaskan unek unek dalam hatinya yang kesal sedari tadi
"yasudah kalian boleh pergi"
"untung pabapak"gumam vanna berjalan kearah kanan sedangkan agra berjalan ke arah kiri dimana mobilnya terparkir
"bukanya kalian satu tempat kerja kenapa kalian gak sama aja berangkatnya"ucap bapak itu lagi dan lagi menghentikan langkah mereka berdua
"yasudah kamu nebeng sama saya saja"titah agra cuek dan masuk kedalam mobilnya terpaksa vanna mau daripada terus mendengar titahan bapak itu yang menyebalkan berdosa emang tapi biar saja namanya juga manusia tak luput dari kesalahan bukana?
mobilpun berjan meninggalkan area dimana vanna ditahan tadi sungguh keterlaluan
selama perjalanan hening cipta sedang berlangsung entahlah apa yang di nyanyika cowo itu didalam hatinya penyebab keheningan yang sedemikian
"jangan diam saja ucapkan terima kasih karena saya sudah membantu kamu cebut sekolah"ucap agra memecahkan keheningan dengan pandangan lurus
"saya sudah sarjana dan bekerja"sarkas vanna menatap agra tajam ia sudah muak dari tadi itu saja yang jadi permasalahnya
"benarkah?tapi mengapa tinggi dan postur tubuhmu seperti anak sma bahkan dilengkapi muka polosmu?"tanya agra acuh
"terserah kau saja aku tidak rugi"jawab vanna kesal setengah mati
"baik lah dimana kau ingin turun apakah di lampu merah dekat gang sana"
"apa maksud mu"
"ya mungkin saja pacarmu sudah menunggu di sana karena kebanyakan anak sma cabut disana untuk bertemu pacarnya"

Tukk

"aku bukan anak sma"ucap vanna kesal memukul bahu agra dengan tasnya
"berani sekali anda ibu ibu memukulku"
"ahh yang benar saja tadi kau bilang anak sma sekarang ibu ibu dasar om om ga jelas"cibir vanna
"apa katamu"
"om om "
"saya masih muda"peringat agra dengan mata menajam
"seperti anak smp?"tanya vanna menaikkan satu alisnya
"kau benar benar menyebalkan cepatlah turun dari mobilku"
"ohh baiklah turunkan aku disini"pinta vanna karena sudah dekat dengan butiknya
"kenapa tidak dari tadi,kau sangat merepotkan" kesalnya pada vanna








Kalo kalian ada masuka atau punya pendapat silahkan tulis di komentar ya, saya sangat butuh masuka dari kalian yang bersedia berbagi ilmu karena saya pun masih belajar maaf jika ada kesalah baik dari typo maupun yang lainya tapi ini asli dari imajinasi sendiri kok

Jangan lupa komen and vote

See you🐨

My girl:GiovannaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora