Pukul 5 sore hari, adalah waktu – waktu dimana sang Surya mulai tenggelam. Terlihat sesosok perempuan yang sedang berjongkok di depan stasiun Tugu Yogyakarta, ditemani seorang laki – laki yang terlihat fokus dengan ponsel genggamnya.
Hala, nama perempuan itu. Saat ini mulai memperlihatkan ekspresi kesalnya dan akan menggerutu lagi, dirinya mulai bertanya – tanya lagi pada Aarash – sahabatnya. Ya sesosok laki – laki yang sejak tadi Bersama Hala adalah Aarash. Dengan kaos berwarna putih dan kemeja coklat susu miliknya.
"Rashhh! Masih lama ya Brag – car nya? Nyampe mana si abangnya? Udah ditungguin 30 menit belom juga nyampe. Aku udah bosen nungguinnya." Tanya Hala ke Aarash
"Ya sabar" jawab Aarash terlampau singkat.
"Daritadi ditanyain jawabnya Yi sibir, yi sibir mulu. Heran" balas Hala sambal menirukan gaya bicara Aarash.
Aarash hanya diam melihat kelakuan Hala yg menurutnya aneh. Namun kemudian Brag – car yang mereka tunggu pun sampai, dan meminta maaf kerena mereka (Hala dan Aarash) menunggu lama, sang sopir mengatakan alasan bahwa jalan yang dilaluinya macet saat sore tiba (arus balik kendaraan)
Aarash pun mengerti, dan tanpa berlama – lama segera membawa barangnya – dan Hala (Hala yg meminta dibawakan) masuk ke bagasi mobil, tentu saja dibantu sang sopir.
Di mobil, sang sopir yang ramah. Seperti biasa memulai percakapan dengan menanyai mereka berdua.
"Ke apartmen Cakrawala ya, Mas."
"Iya." jawan Aarash seperlunya.
"Kalau boleh tau nih, Mas dan Mba nya itu, saudara atau bagaimana nih?" Tanya sang sopir lagi
"Oh mboten, Pak. Saya sama Aarash itu sahabatan dari kecil, tapi ya sudah dianggap sebagai keluarga sendiri hehe. Kali ini Hala yang menjawab.
"Loh? Mba nya orang Jawa juga ,to? Dan kalau boleh tau, Mba sama Mas nya ini ke Jogja mau ngapain? Liburan bareng ya?
"Hehe. Kita orang Surabaya, pak. Ke Jogja mau sekolah."
"Oalahh, begitu to. Biasanya kalau ada Mahasiswa mau Kuliah gitu, tujuan utamanya ke kost dulu, Mba. Makanya saya kira Mba sama Mas nya mau liburan. Soalnya tinggal disini nya di Apartmen hehe. Ini mau kuliah di U GE M, kah?' Tanya bapak sopir – lagi.
"Hehe, belum Pak. Kami masih mau naik ke kelas 11. Dan ini saya mau sekolah di SMA swasta Mandalika, sedangkan sahabat saya ini ke Suryabaru."
Pernyataan Hala tersebut membuat sang Sopir merasa terkejut dan heran. Tapi jawaban selanjutnya yg hala keluarkan membuat Bapak Sopir tersebut paham. Kepindahan Hala dan Aarash ke sekolah tersebut dikarenakan permintaan dari kakek Hala yang menyuruh mereka berdua bersekolah di Jogja dibandingkan di Surabaya. Sementara Aarash diminta untuk menemani Hala.
Namun itu bukanlah alasan sebenarnya. Alasan sebenarnya adalah dia (Hala) yang bercerita kepada sang Kakek jika ingin bertemu dengan sahabat masa kecil nya dan Aarash. Dan meminta izin untuk menlanjutkan sekolah di Jogja (tempat dimana sahabat kecil mereka pindah saat SMP).
Hala pun meminta agar sang Kakek dapat membujuk Aarash untuk ikut bersamanya dan menemaninya, karena sebelumnya Aarash telah menolak mentah – mentah permintaannya. Pada akhirnya Aarash pun menyetujui permintaan Hala (dikarenakan sang kakek) Ayah Aarash dan Kakek Hala sudah seperti ayah dan anak sendiri, karena itu Aarash tidak mau menolak permintaan dari Kakek Hala.
Toh, Aarash juga tidak keberatan. Ia pintar dapat bersekolah dimana saja. Seperti Suryabaru yang merupakan sekolah berisi murid – murid pandai dan juga merupakan sekolah tempat sahabat mereka. Sebelumnya Aarash dan Hala telah menjalani test masuk, tetapi hanya Aarash yg diterima di sana. Sementara Hala diterima di Mandalika.
Walau sedih, Hala tidak keberatan dengan hal itu. Karena sebelumnya Hala telah berjanji dengan sang Kakek, bahwa dirinya akan mengikuti test dan jika diterima disalah satu sekolah di Jogja, ia baru berangkat.
Hala hanya sedih, ia tak bisa bersekolah dengan Aarash dan sahabat masa kecil mereka, yang akan ditemuinya besok.
-----
Karena apartmen Cakrawala dan Stasiun Tugu Yogyakarta terbilang cukup jauh, sekitar kurang lebih 25 menit mereka baru sampai ke apartmen tersebut.
Aarash mendapatkan kamar tepat di depan kamar milik Hala. Ia segera masuk ke dalam kamarnya karena mau beristirahat,tetapi sebelum Aarash masuk ke kamarnya. Hala berkata,"
"Setelah mandi sama makan dikit, kita langsung ke ruman Byan gimana?' Tanya Hala ke Aarash.
Aarash hanya menghembuskan nafas berat,dan menjawab,"
"La, jangan mulai deh. Kita baru aja nyampe disini, dan ini pun udah maghrib juga, udah malem. Besok pagi aja, kita kesana"
Hala hanya mengangguk pasrah, daripada dirinya harus dimarahi Aarash. Mending dia menuruti apa kata Aarash.
YOU ARE READING
LULANI
Romance"Bisa nggak, kamu pergi aja dari Byan?" - Hala "Itu bukan cinta, melainkan obsesi." - Shuha *** "Titip Shuha ya! gue pasti jagain Hala juga" - Byan "Butuh berapa kali lagi, Tuhan permainin hidup gue?" - Aarash LULANI (23/07/2021)
