Violynn. Perempuan yang hobi bernyanyi dan bermimpi menjadi musisi ini terpaksa memendam mimpinya dan beralih menjadi seorang chef dan membuka toko pizza demi memenuhi janji masa kecilnya pada sang cinta pertama,Lee Donghyuck.
Lynn yang tak bisa lep...
"Violynn!! Mau kemana kamu?!! beresin dulu atuh bukunya"
Anak perempuan berusia sepuluh tahun kelahiran Bandung itu langsung bergegas mengambil sekuter yang ada di teras dan meninggalkan ibunya yang sedang menyapu halaman. Jam menunjukkan pukul tiga sore, itu saatnya ia pergi bermain dengan Lee Donghyuck, Sahabatnya.
Lynn terus melaju menggunakan sekuter dengan cepat lalu berbelok ke Jalan Ir.Soekarno, jalan dimana rumah Donghyuck berada. Mereka tinggal di komplek perumahan yang sama hanya saja jalan rumah mereka berbeda. Lynn tinggal di Jalan Soeharto berjarak dua blok dari rumah Donghyuck yang letaknya lebih dekat dengan gerbang komplek.
Lynn mengerem sekuter menggunakan kakinya dan berdiri di depan rumah Donghyuck, rumah berpagar besi hitam dan dihiasi tanaman rambat yang menyejukkan mata. Lynn mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah mengayuh sekuter, Lalu memanggil lelaki kecil dari balik pintu pagar "Leelee...hayu main!!".
Donghyuck yang menunggu di ruang tamu langsung berpamitan ke ibunya yang duduk di sampingnya sambil memandang laptop. "Bunda, aku main sama Lynn dulu yaa." "Iyaa hati-hati yaa nak.." "네" (Iyaa)
Lynn melambaikan tangan saat lelaki kecil berdarah Korea Selatan itu keluar dari garasi membawa sekuter berwarna coklatnya.
Donghyuck tampak manis sekali hari ini. Ia memakai kaos putih dengan beberapa tulisan di depannya dan bawahan menggunakan celana pendek. Rambutnya yang terlihat kusut dan acak-acakan kulit kecoklatan yang khas membuatnya terlihat manis di mata Lynn.
Berbeda dengan Lynn yang rapi dengan dress warna pink serta bando pita di kepalanya. Namun ia juga tak kalah manis dari Donghyuck.
Donghyuck menghampiri Lynn sambil berkata. "Lynn kayaknya kamu makin pendek ya?." Ledeknya begitu. Lynn mencubit lengan Donghyuck dengan sebal "Tong sombong kitu. Maneh teh jeung urang cuma selisih 10cm, tahu!" (jangan sombong gitu, kamu tuh sama aku cuma beda 10cm, tahu!") "
Hahahaha 그래 그냥 10cm". (Hahaha tentu cuman 10cm). Haechan tertawa sebentar lalu mukanya jadi serius.
"Are you ready,Lynn??" "Ready..!!"
Seperti biasa, setiap sore Lynn menjemput Donghyuck dan selalu bergantian setiap harinya. Lalu mereka menaiki sekuter mengelilingi perumahan kemudian menuju taman untuk membeli beberapa camilan sambil menikmati langit sore. Siapa yang tiba paling akhir harus membelikan camilan untuk disantap bersama. Lynn sudah dua hari kalah berturut-turut. Ia bertekat hari ini harus menang dari Donghyuck.
Sebelum Donghyuck sempat mengayuh sekuternya, Lynn langsung mengayuhnya lebih dulu. "Punten nya' urang duluan.." (permisi yaa aku duluan 。◕‿◕。..)
"Ihhh Lynn curang ....!". Donghyuck langsung mengayuh sekuternya dengan cepat mendahului Lynn dan meninggalkan ya di belakang.
Lynn panik melihat Donghyuck melewatinya. Ia langsung mengayuh sekuternya dengan cepat. Ia tidak mau kalah dari Donghyuck.
Karena terlalu semangat Lynn tidak melihat ada lubang kecil di depannya. Jalan menuju taman memang banyak lubang karena aspal jalan yang mulai rusak. Lynn pun terjatuh.
Donghyuck yang melaju di depan menengok ke belakang saat suara sekuter Lynn menghantam jalan. Ia langsung berlari menghampiri Lynn. "괜찮아??" (kamu gak apa-apa?)
Lynn duduk di samping jalan dengan lutut berdarah akibat tergores aspal. Setiap kali ia menangis Lynn selalu menutup wajah dengan kedua tanggannya agar Donghyuck tak meledeknya dengan sebutan "anak cengeng".
Rasa malu dan perih membuat Lynn menangis. "Maaf yaa Lynn •́ ‿ ,•̀".. Donghyuck membersihkan debu aspal yg menempel pada lutut dan baju Lynn. "Kita pulang aja yuk, kaki kamu harus diobati".
Lynn mendongakkan kepala sambil berkata "udah gak apa-apa yukk ke taman lagi". Wajahnya yang tersenyum menahan kesalitan membuat Donghyuck merasa bersalah. "Beneran kamu gapapa? jangan nangis lagi yahh, ntar nyampe taman aku beliin kamu pizza deh •́ ‿ ,•̀"
Mereka berdua menggiring sekuter mereka perlahan menuju taman.
Sesampainya di taman, Donghyuck merekatkan plester ke lutut Lynn dan juga memberikan sepotong pizza keju yang tadi dibelinya di toko dekat taman. Lynn yg terduduk di atas ayunan itu menatap Donghyuck dengan mata sayu sembari memakan pizza.
"kamu teh baik pisan yaa..maafin Lynn yaa Leelee, Lynn suka banget ngerepotin leelee" . "Yaa gapapa atuh kan kita sahabat selamanya. Sahabat juga harus saling menolong ( ◜‿◝ )" . Mendengar ucapannya itu Lynn menitikkan air mata sembari mengingat bahwa dirinya mungkin tidak akan lama lagi tinggal di sini karena ia dan keluarganya akan pindah ke Swiss agar Lynn dapat menekuni hobi bernyanyinya. Namun ia memutuskan untuk diam tanpa memberitahukan hal ini kepada Donghyuck yang mungkin akan membuatnya sedih. Begitupun dengan Lynn.
Donghyuck yang melihat Lynn tiba-tiba menangis merasa kebingungan. "Maaf Lynn apa aku nempelinnya terlalu rapat??atau pizzanya engga enak? Kamu jangan nangis lagi dong aku jadi ikutan sedih .·'¯'(>▂<)'¯'·." "Hehe engga apa pizzanya enak kok..cuman lukanya jadi agak perih".
Mendengar ucapan Lynn, Donghyuck mencari cara untuk menghibur Lynn. Tiba-tiba ia menghampiri Lynn dan membawa kereta dorong bayi bergambar Dora sambil melakukan beberapa pose lucu. Lynn yang tak ingin menyiakan moment itu langsung mengambil kamera mini yang ada di tasnya dan memotret aksi lucu Donghyuck ini.
Sambil memegang kamera ia berkata dalam hati. "Leelee mungkin foto ini bisa jadi kenangan bagiku untuk selalu ingat kamu disaat-saat aku masih di dekatmu.. untukmu, kuucapkan banyak terimakasih yang mungkin selamanya tak akan bisa kuucap. ( ◜‿◝ )"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.