1- Jamuan Makan

25 7 0
                                    

Alard, 10 tahun kemudian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Alard, 10 tahun kemudian

Pagi ini seratus pemimpin perang dari setiap pasukan di kumpulkan, suara riuh terdengar menggema, ruangan rahasia kerajaan Alard dipenuhi para prajurit pilihan. Terdengar desas-desus diantara mereka, gosip yang seharian ini beredar membuat sedikit dari mereka termakan berita yang belum pasti akan kebenarannya.

Tak tak tak

Suara langkah kaki itu menyita perhatian seluruh prajurit, perhatian mereka tertuju pada seorang Laki-laki yang baru saja datang dengan aura dingin yang mencekam, sudah bisa di pastikan oleh para prajurit yang ada disana, jika keadaan memang sedang tidak baik-baik saja saat ini.

"Siapkan seluruh pasukan, latih mereka lebih keras lagi." Ucapnya dengan suara datar tanpa ekspresi. Para prajurit itu pun saling melirik, semakin bingung dibuat nya.

"Maaf, tuan El. Banyak berita yang berseliweran di mana-mana, jadi kebenaran mana yang harus kami percayai?" Tanya salah satu di antara mereka yang berdiri paling depan. Dia bernama Hemza, pemimpin dari pasukan pemanah.

"Kita dapat undangan jamuan makan malam dari Kerajaan Exxarius. Jadi, persiapkan diri sebaik mungkin." Jawab El masih dengan ekspresi yang sama.

Mereka pun mengangguk faham akan peribahasa 'jamuan makan' yang telah lama menjadi kode rahasia pasukan Aswad, Satu-satunya pasukan rahasia yang di miliki kerajaan Alard.

"Baik tuan, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin." Ucap Hemza patuh, mereka pun mengundurkan diri setelah mendapat perintah dari tuan El.

Ruangan yang tak terlalu luas itupun sunyi seketika, menyisakan El Farukh yang masih berdiri dengan gagahnya. Banyak sekali yang sedang laki-laki berusia 21 tahun itu pikirkan, termasuk cara agar jamuan makan itu berjalan sebagaimana yang ia harapkan. Tentu ia hanya bisa berharap, selebihnya hanya Tuhan lah yang bisa menghendaki.

"Bagaimana persiapannya?" Suara lembut itu sukses membuyar kan lamunannya. El melirik sebentar pada wanita cantik berhijab yang baru saja datang, sebelum akhirnya ia bersikap seperti semula.

"Semuanya tengah di persiapkan, nona Ghayda."jawabnya sopan.

"Kau sangat menjengkelkan, El. Sudah ku bilang jangan panggil aku seperti itu. Hapus kata nona dari peribahasa mu itu. " Ucap Ghayda kesal. Bagaimana tidak, ia sudah sering memperingatkan laki-laki itu agar membuang kata nona, dan memanggilnya akrab seperti seorang teman. Namun tetap saja, El selalu mengulanginya lagi dan lagi hingga beribu-ribu kali.

"maaf." Hanya itu yang di ucapannya, sangat menyebalkan sekali. Selain kaku dan monoton, bagi Ghayda El itu sangat aneh. Padahal jika di ingat-ingat kembali usia mereka tidak jauh berbeda, hanya terpaut dua tahun saja.

"Oh iya, apakah pedangku sudah selesai di perbaiki, El?" Tanya Ghayda memecahkan keheningan, untung saja ia ingat tujuan awalnya menemui El di markas rahasia ini.

GHAYDA -Warlord Of The Kingdom Of Alard-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang