Terima kasih karena telah mau menjadi mentari di antara bongkahan gunung es. Terima kasih karena telah mau menjadi kunci dan bersama membuka borgol masa kelam ini. Terima Kasih Dio Andrawan Langit.
Laila Hikarinnisa
Aku tak pandai berkata-kata indah layaknya sajak dalam puisi. Terima kasih, Puncah. Kamu telah mengajarkanku banyak hal. Terima kasih karena mau menerimaku masuk ke dalam dirimu yang terbelenggu itu. Dan terima kasih karena mau menjadi mentari cahayaku, Puncah.
Dio Andrawan Langit
KAMU SEDANG MEMBACA
Laidio
RandomLaidio, kisah remaja dengan begitu banyak keraguan dan permasalahan yang harus dihadapi. Bukan covernya melainkan isi bukunya, bukan luarnya tetapi dalamnya. Ya, bukan fisik, tetapi mentalnya yang terserang.
