PROLOG

11 2 0
                                        

°°°

Ar-rahman
'Allamal quraan
Kholaqol insaan
'Allamahul bayaan
Assyamsu walqomaru bihusbaan

Lantunan merdu kalam allah tengah dibaca oleh seorang gadis yang tengah duduk diatas sajadah hitamnya. Bibir ranum mungilnya tak akan pernah letih untuk melantunkan surat Ar-rahman yang senantiasa ia baca ketika dilanda rasa rindu, baik rindu pada sang pencipta maupun rindu pada salah satu ciptaannya.

"Neng All..!!" Teriak seorang gadis lain yang memakai hijab warna marroon.

Ia berjalan dengan membawa setangkai bunga matahari ditangan kanannya menghampiri gadis yang sedang asyik dengan senandung kalam ayat suci allah. Gadis berhijab marroon itupun menepuk pundak seseorang yang ia panggil membuat si empu menoleh dan menampilkan raut wajah yang malas.

"Shila.. Harus berapa kali aku bilang sama kamu ucapkan salam dulu. Dan jangan panggil aku dengan sebutan 'Neng', cukup Almeera saja!" Ucap gadis yang duduk diatas sajadahnya itu menegur gadis dihadapannya yang hanya cengengesan menampilkan deretan giginya.

"Afwan lupa!! Assalamualaikum Almeera"

"Waalaikumsalam"

Akhirnya Shila ikut duduk bersimpuh disamping temannya yang dipanggil 'Neng All' tadi, ya nama aslinya Adalah Almeera Najma Syakieb.

Shila memberikan bunga matahari yang dibawanya kepada Almeera, membuat kerutan didahi gadis itu. Shilapun membisikkan sebuah pesan yang dititipkan padanya dari 'si pemberi bunga matahari'. Entah apa yang dibisikkan oleh Shila, yang pasti isi pesan itu mampu membuat kedua pipi Almeera menjadi memerah karena tersipu malu dan tak lupa di bibirnya kini juga terukir sebuah senyuman yang sangat manis.

"Udah ya?! Aku masih ada urusan, Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Setelah menyampaikan amanah yang dititipkan padanya, Shila pun ingin ijin untuk pergi tetapi ketika ia akan beranjak lengan nya ditahan oleh gadis yang sedari tadi menampilkan pipi khumairahnya.

"Katakan pada beliau terima kasih atas bunga ini!" Shila menganggukan kepalanya sebagai jawaban lalu melenggang pergi meninggalkan Almeera.

Sejak tadi Almeera masih setia dengan posisinya duduk. Hanya saja,ditangannya kini terdapat bunga matahari bunga kesukaan nya. Akhirnya ia memutuskan untuk meletakkan bunga matahari itu disamping Al-Qur'an yang tengah ia pegang dan meneruskan bacaan tilawah qur'an nya yang sempat terpotong.

Fabiayyiaalaa irobbikuma tukadzibaan
Tabaarokasmu rabbika dziljalaa liwal ikraam
'Shodaqallahul adhiim..'

Surat Ar-rahma telah selesai Almeera senandungkan. Tak terasa tetesan air matanya telah membasahi pipi dan juga mengenai kacamata yang ia pakai. Setiap kali Almeera membaca surat itu, ia pasti akan meneteskan air mata.

Ia akan selalu mengingat nikmat Allah serta kasih sayang yang Allah berikan kepada nya. Hati nya selalu berdesir mengagungkan asma-asma Allah sang pemilik alam semesta dan juga sang pemilik hati dari seorang hamba yang tak pernah jenuh ia sebut-sebut namanya dalam do'a di sepertiga malamnya.

'Achmad Ahsan Al Fahriz'

Sepenggal nama dari seseorang yang selalu ia kagumi, tepatnya sejak ia berada di Pondok Pesantren Ta'limul Qur'an tempatnya menimba ilmu agama dan menghafal Al-Quran. Tak pernah ia sangka bahwa Allah akan senantiasa menuntun hambanya mengikuti semua skenario yang telah dibuat olehnya.

Inilah kisah seorang Almeera Najma Syakieb yang semuanya bermula sejak 2 tahun yang lalu.....


🌹🌻🌹

Hai ketemu lagi nih di cerita aku😆 kali ini aku bikin cerita spiritual (religi). Gak tau kenapa jiwa kereligian ku ini mulai meronta-ronta dan gak tau harus dikemanain😂
Alhasil aku milih buat nuangin ide ini didunia orange❤

Jangan lupa vote dan komen nya ya!!😄

Salam sayang dari author😘

Awan_senja06

Ig:awlyatn_nfh06

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 02, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Because ALLAHStories to obsess over. Discover now