01

13 4 0
                                        

Di sebuah cafe tampak sekelompok muda-mudi yang sedang menikmati kebersamaan mereka. Mereka adalah Lita, Ela, Qia, Dio, Abi, dan Jaja. Setiap ada waktu luang mereka sempatkan untuk menghabiskan waktu bersama, bercerita mengenai kesibukan mereka saat menjalani hari-hari di bangku kuliah.

"Diooo... Basah kan jadinya, ishh" Keluh Lita kesal. Bagaimana tidak kesal jika Dio sengaja menyemburkan sedotan yang berisi jus jeruk ke arah Lita hingga mengenai bawahan yang ia gunakan.

Pelita Ayu Pratiwi panggil saja Lita. Gadis yang terlahir dari keluarga sederhana. Berparas biasa saja namun punya daya tarik tersendiri di mata orang lain. Gadis yang jomblo sejak 5 tahun lalu. Jika ditanya alasan kenapa ia memilih jomblo tentu saja jawabannya karena ia trauma dengan hubungan yang dijalaninya terakhir kali. Ia juga memiliki sifat pendendam. Bahkan jika ia membenci seseorang maka akan sangat susah untuk membuatnya berdamai.

"Hahahha, sory Lit gue sengaja" Balas Dio tanpa merasa bersalah.

Anandio Mahesa Cowok cool berdompet tebal. Di dalam lingkaran keluarganya ia lebih sering dipanggil Anan, namun sebenarnya ia lebih suka dipanggil Dio. Karena itulah ia memperkenalkan dirinya saat sekolah dengan panggilan Dio. Salah satu contoh pemuda produktif. Selain menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi, ia juga adalah pengusaha muda yang berkecimbung di dunia bisnis kuliner sejak tahun pertama kuliah. Karena sudah terlahir dari keluarga yang terpandang dengan bergelimang harta dan berlimpah kasih sayang membuat dio termotivasi untuk hidup mandiri. Ia ingin merasakan bagaimana jika ia hidup di luar tanpa harus bergantung pada bunda nya yang selalu memanjakannya.

"Kamu tuh dasar jorok, gak bisa apa minum yang bener. Dasar anak ingusan" Ketus Lita, ia kemudian beranjak menuju toilet untuk membersihkan diri.

Ke-empat temannya hanya saling memandang , bagi mereka kejadian seperti ini sudah hal biasa. Bahkan aneh rasanya jika pertemuan mereka tidak diwarnai dengan percekcokan atau sekedar perdebatan kecil antara Dio dan Lita. Dio dengan segala ide jailnya sedangkan Lita yang selalu saja mendebatkan hal kecil hingga berujung perdebatan hebat bahkan terkadang sampai berhari-hari akan mereka bahasa dalam group chattingan.

"Dio, kamu kenapa sih suka banget jailin Lita" Tanya Ela penasaran.

Elasya Mahira si gadis polos. Ia lebih sering dipanggil Ela. Wajahnya cantik juga berkulit putih. Seseorang yang sangat dipercaya lita. Menjadi tempat lita berbagi keluh maupun kesah tentang perjalanan hidupnya. Bukan hanya menjadi pendengar yang baik, ia juga akan menjadi penasehat di setiap masalah.

"Iya nih, kayaknya setiap kita kumpul kalian selalu aja ribut" Sambung Qia.

Aqia Dwi Atama cewek manis bergaya modis. Panggilannya Qia, sahabat sekaligus saudara sepupu Dio. Anaknya sedikit manja dan kritis. Ia juga salah satu dari mayoritas orang yang memiliki jam karet. Hampir setiap mereka janjian untuk bertemu selalu saja dia yang datang telat. Tetapi dia akan menjadi orang pertama yang protes keterlambatan seseorang saat ia datang lebih awal. Mungkin itu yang dinamakan menegur tanpa bercermin pada diri sendiri.

"Kalian kayaknya polos banget, ngga bisa apa baca situasi" Bukan Dio yang menjawab melainkan Abi yang terkesan ingin menjelaskan situasi dengan sangat tidak minat sambil memainkan game online di ponselnya.

Abimanyu nama panggilannya Abi. Cowok gamer, dan hampir di setiap mereka kumpul ia hanya akan sibuk dengan game di ponselnya. Namun ia jugalah yang paling care, mungkin karena ia lebih dewasa diantara kelima temannya yang lain. Ia juga sangat bijaksana. Selain Ela, Abi adalah penasehat yang baik.

"Bener tuh, Dio kan udah lama Suk...em" Hampir saja Jaja keceplosan jika Dio tak segera menyumpal mulut Jaja dengan hottang , si mulut ceplas-ceplos itu memang tidak boleh mengetahui rahasia atau jika dia tahu maka siap-siap akan menjadi rahasia umum.

Terjebak RasaStories to obsess over. Discover now