multiple traits

2.4K 93 1
                                        

"gue mau tanya sesuatu sama lo, boleh?" seorang pemuda bernama Park Jimin kini sedang berbincang bersama adik sahabat lamanya.

"tanya apa hyung?" Jihoon mengerutkan alis nya tanda menunggu jawaban dari pemuda bernama Park Jimin.

"hmm, Rose udah punya pacar belum?" Jimin langsung memalingkan wajahnya dari Jihoon setelah mengatakan hal itu.

"gak usah malu kali, belum soalnya dia mau lebih fokus dengan karir nya katanya dia cuma buang buang waktu urusin hal begituan" ucap Jihoon lalu menyeruput minuman yang dipesankan Jimin tadi.

Jimin hanya mengangguk meski dalam hatinya dia bersorak senang karena orang yang dia cintai selama ini belum memiliki kekasih.

"hyung kayaknya gue gak bisa berlama lama lagi deh disini, gue harus jemput eonnie dulu" Jihoon hendak beranjak dari sana sebelum Jimin menahan dirinya.

"gue aja yang jemput, lo mending pergi sama teman lo atau pacar mungkin" ucap Jimin. Gue mana ada punya pacar. Batin Jihoon menatap Jimin yang keluar dari kafe.

Selama perjalanan Jimin hanya bersenandung kecil sesekali dia menggelengkan kepala nya dan tersenyum tipis saat mengingat kebersamaannya dengan Rose dulu.

"Rose mana ya kok belun keluar juga" Jimin menatap gedung pencakar langit itu lalu melihat jam yang ada dilengan nya.

"udah jam segini, apa gue masuk aja kali ya" guman Jimin

"Oppa kau ada disini?" Rose menghampiri Jimin yang tengah bersandar dipintu mobil.

"nee aku datang kesini untuk menjemput mu" Rose hanya mengangguk lalu masuk kedalam mobil Jimin.

Selama diperjalanan hanya aja keheningan saja tidak ada yang mau memulai berbicara. Jimin yang fokus menyetir den sesekali melirik Rose yang tengah bermain game didalam handphone nya.

"berhenti melirik ku seperti itu, kalau kau mau bicara padaku bicara saja" ucap Rose yang masih sibuk dengan handphone nya. Aish kenapa dia menyadari nya kan gue jadi malu. Batin Jimin.

"tidak aku tidak melirik mu tuh" ucap Jimin berusaha mengelak. "terserah kau saja" sahut Rose cuek.

"aish baiklah aku melirik mu, kau puas" Jimin mengerucutkan bibir nya yang mana itu membuat Rose gemas.

"berhenti bertingkah seperti itu kau sudah dewasa" ucapan Rose yang kedengaran marah tapi dia malah mencium pipi Jimin.

"kau juga sudah dewasa tapi masih saja menciumku" ucap Jimin padahal dia mati matian menahan kegugupan nya.

"oh iya kenapa kau yang menjemput diriku kenapa bukan Jihoon?" tanya Rose yang teringat dengan adiknya yang menyebalkan itu.

"dia katanya ada urusan makanya dia menyuruhku menjemput dirimu" ucap Jimin berbohong.

"aish anak itu. Eh jimin kenapa kau berhenti?" tanya Rose saat Jimin berhentikan mobilnya dipinggir jalan.
"aku mau bicara denganmu" entah mengapa Rose sekarang merasakan aura yang berbeda dari Jimin.

"b-bicara apa, hey k-kau jangan memasang wajah serius seperti itu k-kau membuatku takut" cicit Rose tanpa menatap Jimin yang sedang menatapnya intens.

"kau tahu tidak kalau aku sudah mencintaimu dati dulu" tanya Jimin tapi Rose hanya menggeleng dengan posisi tetap menunduk.

"aku sudah lama mencintaimu Chae, tapi kau sama sekali tidak memperhatikan itu kau hanya fokus dengan karir mu saja. Aish padahal aku ingin menceritakan semua padamu tapi waktu tidak memungkinkan jadi kita langsung saja ya, kau mau kan jadi kekasihku?" tanya Jimin lalu memegang tangan Rose.

"a-aku tidak bisa" jawaban Rose sukses membuat Jimin marah dan langsung saja dia menarik rambut panjang Rose.

"AAAKKHH Ji-jimin hiks s-sakit hiks" inilah alasan Rose tidak mau menerima Jimin, dia tahu Jimin mempunyai sifat ganda maka dari itu dia takut menerima Jimin dia tidak mau bernasib sama dengan mantan kekasih Jimin yang sudah meninggal dan itu karena Jimin.

Jimin membunuh kekasihnya karena kekasihnya itu menolak menikah muda, hey siapa coba yang mau menikah diumur 18 tahun.

"kau harus menerima pernyataan cintaku Rose kalau tidak kau akan bernasib sama dengan dirinya, kau tidak mau kan" ucapan Jimin yang terdengar mengerikan menurut Rose apalagi dengan sorot mata Jimin yang seakan akan dia akan memakan dirinya hidup hidup.

"hiks i-iya hiks a-a-aku me-mene-menerima hiks dirimu sebagai kekasihku hiks" Jimin melepaskan jambakan nya dan berganti dengan mengelua rambut Rose.

"terima kasih honey, aku sangat mencintaimu" ucap Jimin membawa Rose kepelukannya. Semoga saja kau tidak menyiksaku sama seperti dirinya. Batin Rose yang perlahan membalas pelukan Jimin































Annyeong haseyo
Kalian suka gak sama cerita aku ini? Kalau suka kalian bantu vote adn komen ya, supaya aku lebih rajin buat up ok.

Sebenarnya sih aku gak mau buat cerita kek gini tapi karena teman aku banyak minta dibuatin cerita tentang jirose jadi aku buatin deh. Kalau kalian ada requet bilang aja siapa tau aku bisa buatin.

Short story Where stories live. Discover now