Rahasia di Balik Panggung

5 1 0
                                        

RAHASIA DIBALIK PANGGUNG INI

Malam ini suasana begitu ramai di backstage. Para peserta pemenang lomba barusaja menerima piala dan sertifikatnya masing - masing.

    “ Selamat ya...”

    “ kamu juga, selamat ya...”

Mereka saling memberi ucapan selamat. Saat ini kata ‘selamat’ memenuhi telingaku. Aku, tentu saja juga memberi ucapan selamat kepada sahabatku sekaligus adik kelasku, yang meraih juara 2 kategori cooktail dress.

    “ selamat ya Yufi,,”

    “ makasih kak,,, selamat juga ya kak...”

    “ ah, Cuma juara 3 kok,,”

    “ itu hebat lho kak,,, kategori evening dress kan bagus bagus,”

“ Hmph.. aku senang, aku bisa meraih juara 3. Tapi aku iri pada pemenang juara 2 dan juara 1 rasanya kurang puas kalau belum menjadi juara 1. Apalagi, pemenang juara 1 cowok semua...” batinku tak rela.

    “ hai, selamat ya,,” tiba- tiba  seseorang menjulurkan tangannya untuk menjabat tanganku. Dia  kakak berkacamata. Orang itu adalah juara 1 kategori evening dress, satu kategori denganku.

    “ ah, makasih,,” sahutku sambil membalas jabatan tangannya. Aku senang sekarang. Yah, karena kak Aldi, peserta favoritku memberiku ucapan selamat.

    “ oh iya, kamu juara 1 apa? Kategori Cooktail atau kategori Konsep?”

JDARRR! Pertanyaan yang mengejutkan. Dia mengira aku juara 1... -bagus jadi itu alasannya dia memberi ucapan selamat kepadaku.

    “ eh, hehehe aku cuma juara 3 kok,” sahutku ramah –walaupun hatiku dongkol.

    “ oh.. aku pikir juara 1, soalnya pialanya mirip sih,, haha,”

    “ hehehe,”

Ini kedua kalinya aku bertemu dengan kak Aldi. Ia mengikuti lomba desain, sama seperti aku dan Yufi. Pertamakali aku melihat kak Aldi, adalah ketika kami menjalani proses persentasi desain busana yang akan di lombakan. Aku mengingatnya sebagai kakak berkacamata, karena saat aku melihatnya, ia memakai kacamata. Saat ini pun dia memakai kacamata. Saat ini dia... tetap mempesona.

    Hari ini tanggal 23 September. Beberapa minggu telah berlalu sejak perlombaan itu.  Aku, Yufi, dan teman-temanku mendapat tugas untuk membantu salahsatu desainer jogja yang menjadi pembimbing di sekolahku. Beliau akan mengadakan fashion show malam ini. Dan kami, membantu persiapan mereka di backstage.

    “ Santi, ayo bantu saya masang batik ini yuk,” Pak Didi mulai memberi intruksi.

    “ Yufi, Tari, Iffa, sama Gita tolong kalian rapikan baju bajunya ya,” ucapnya sambil menunjuk baju baju yang tergantung di standing hanger. 

    “ Baik pak, “ sahut kami dengan kompak.

    “ Mau di bantu nggak?” tiba tiba terdengar suara dari belakang kami. Seorang cowok memakai celana jeans dan kaos abu- abu.

    “Nggak perlu kak,” jawab Yufi sambil tersenyum.

Orang itu pun tersenyum dan berbalik. Rasanya aku masih penasaran siapa sebenarnya dia.

    “ Yufi, dia siapa sih?” tanyaku penasaran.

    “ Lho, kak Tari lupa? Dia kan Kak aldi..” 

    “UHUK!!!” aku kaget. Tapi aku agak maklum pada diri sendiri. Aku memang tipe orang yang agak susah untuk mengingat wajah orang. Apalagi saat ini dia tidak memakai kacamata. Hahaha alasan yang logis untuk lupa kepada orang yang dikagumi.

    “Eh, Kamu yang juara 2 kategori cooktail dress kan?” dia ingat pada Yufi.

    “Iya kak,,, hehehe.” 

    “wah,, desain mu bagus lho,, waktu itu..,” kak aldi memuji Yufi –dia tidak menanyaiku. (Kok kesel ya... )

    “oh iya, yang juara 3 kemarin ,, yang namanya Tari yang mana?”

Aku pun mengangkat tanganku, (nah, gitu dong.... )

Aku dan kak Aldi pun ... hubungan kami tidak berlanjut. Bahkan tidak pernah dimulai. Yang ada hanyalah pertemuan.  Saat ini, perasaanku masih menggantung. Benar benar menyebalkan. Kak aldi benar benar menyebalkan.

KUMPULAN CERITA PENDEK Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang