"Lu bisa kerja gak sih!"
Suara pagi ini tentu membuat semua orang merasa kesal,bagaimana tidak?Ini adalah hari senin,hari dimana dimulainya hari-hari melelahkan yang terjadi sampai 4 hari kedepan,namun mendengar teriakan tidak mengenakan di awal minggu memang membuat segala hal menjadi berantakan setelahnya.
"Ya mau gimana lagi bang?! kasusnya udah diambil alih sama divisi kekerasan! pak Guntur yang bahkan langsung ambil keputusan gitu aja"jawab Bara sambil melempar beberapa lembar hvs yg diatasnya tercantum kasus yg sudah di ambil alih tersebut,dengan lambang kepolisian besar ditengah lembarnya.
"Ya harusnya lo itu pinter! pimpinan gk mungkin pindahin kasus segampang ini,Bar. Bahkan kita udah megang kasus ini lebih dari 6 bulan!"ucap Jordan sambil memegang tepi meja.
mereka terdiam, memang benar ini kasus mereka dalam 6 bulan ini, kasus yang membuat divisi mereka -divisi penculikan dan perlindungan- tidak bisa tidur nyenyak lagi.
Jordan memegang kepalanya yang akhir-akhir ini selalu pusing akhir-akhir ini.
"Dah lah gue yang bakalan bilang sama Pak Guntur soal masalah ini,lo mending nyusul temen lo yang lagi berangkat ke TKP sana"usir Jordan,entah apa yang akan dibicarakannya nanti tentang masalah ini dengan Pak Guntur,atasan mereka.
Hembusan napas kesal keluar dari hidung Bara,ketika ia mengambil kunci mobilnya,ia baru sadar bahwa ada satu makhluk yang sedaritadi ada bersamanya dan Jordan di ruangan ini
"Aksa!"
Aksa yang sedari tadi berdoa supaya tidak ikut dalam penyelidikan kali ini mengumpat dalam hati ketika seseorang yang dihindarinya memanggil namanya.
"hehe..napa mas?" Aksa yang tadi posisinya membelakangi Jordan dan Bara membalikkan kursinya sembaru memasang cengiran khasnya.
"lo ikut gue"
"kalo kali ini gue gak ikut gimana mas"
"emang lo mau ngapain kalo gak ikut gue,nyiramin kaktus lo terus?"
fyi,Aksa adalah seorang penyayang makhluk hidup,dan seminggu ini dia fokus memelihara kaktus yang ditarus di jendela besar ruangan ini,kaktus dengan harga 10.000 dapet 2 ini mulai memperlihatkan ujung kehidupannya saat ini.
Aksa menunjuk ke komputernya,"hasil laporan kemaren belum kelar,gue harus nyelesain mas"
Dengan melirik sekilas kekomputer Aksa ia langsung menarik tangan Aksa untuk berdiri.
"Udah gak usah kebanyakan alesan,cepetan lu yang bawa mobil"Aksa yang mendengarkan itu menunduk pasrah ketika ia terdorong keluar dari ruangan.
Jordan melirik ke arah mereka berdua sekilas,lalu menatap jendela besar di ruangan itu,ia menghembuskan napas lalu pergi dari ruangan itu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di sisi lain,ditempat yang lain seorang wanita yang sedang nyaman menikmati kopinya mendesah nikmat.
Wanita itu lalu melirik hasil kerjanya tadi malem dengan raut wajah bahagia.
"Lembur lagi?"bisik seseorang dari belakang
"Jancok lo,ren"balas wanita itu kaget
Karen tersenyum kecil lalu melangkah menuju sofa terdekat,setelah berhasil mengistirahatkan punggung ia menoleh ke arah Feli.
"lo tuh ngerjain apa sih? sibuk mulu perasaan,laki lo aja sampe ngehubungin gue mulu"
Decakan keluar dari bibir Feli yang menyindir Aksa yang selalu yg mengganggu orang jika ia tidak bisa dihubungi ,"ada deh,ntar kalo udah selesai lo juga tau"
Feli yang mendengarnya hanya mengangguk ceria,ia kembali sibuk dengan ponselnya.
"Ren"
"hm"
"kasus pagi ini lo aja sama Kadek ya yang ngawal otopsi,gue,ntar laporannya gue yang bikin"
ŞİMDİ OKUDUĞUN
WHEN IT HAPPENED
Gizem / GerilimIni cerita tentang mereka,tentang mencari harapan hidup,mencari sebuah jawaban,mencari arti dari suatu hal,yang membuat mereka bisa bertahan hingga saat ini. Tahun ini mereka lalui dengan berat,kehilangan rekan kerja tentu menjadi hal yang sangat me...
