Hujan bagiku hanya air yang setelahnya menggenang
Kukira aku dan kamu akan berlalu setelah hujan itu tandang
Menjadi asing, pulang
Walau begitu, bolehkah kujadikan sekelumit kenangan?
🌧️🌧️🌧️
"Sumire, di mana Namida?" tanya Wasabi setelah turun dari dahan. Seharusnya Namida ada bersamanya sekarang, tetapi karena letak desa yang salah, mereka berpencar untuk menemukannya.
Sumire yang ditanya mengerutkan dahi. "Apa dia tidak bersamamu?"
"Hey! Ck. Kau tahu, dia itu penakut, Sumire. Ada dua desa yang sama, yang satu sedang dalam masa perbaikan. Dan yang kita temui ini, desa Ume yang baru. Bagaimana jika Namida pergi ke desa yang sepi itu? Dia akan ketakutan!"
"Apa kita harus mencarinya? Lagi pula Namida bukan lagi seorang Chunin, dia adalah Jounin."
"Apa kau yakin begitu? Apa dia tak akan menangis karena terjebak kabut di desa sepi itu? Apa dia tak akan membuat masalah? Kau tahu desa ini dipimpin oleh siapa bukan?"
"Lalu? Jaraknya terlalu jauh, Wasabi. Kereta listrik juga sedang diperbaiki dan kita harus segera menyampaikan bantuan ini pada kepala desa."
Wasabi Izuno menghela napas. "Baiklah, kita percaya saja, bahwa Namida akan baik-baik saja. Meski aku ragu."
Sumire ikut mengangguk. "Semoga Namida bisa lebih berani."
🌧️🌧️🌧️
Berjalan di tengah-tengah kabut yang membuat pandangan terbias bukanlah hal mudah. Namida bukan seorang gadis keturunan klan Uchiha atau Hyuga yang bisa melihat dalam jarak jauh atau pun menembus rumah-rumah. Lagi pula, kenapa harus tim 15 yang mendapat misi ini? Masih banyak tim lain yang menganggur di desa. Bisa dibilang, Namida sedang sibuk sekarang: menjadi guru suara di akademi non ninja.
Sebenarnya, misi ini adalah misi yang cukup mudah. Di mana tim mereka hanya perlu pergi ke desa Ume untuk memberikan bantuan dari Konoha. Katanya, desa Ume sedang dalam masa perbaikan akibat pertarungan satu bulan lalu melawan organisasi Kara. Yang menyulitkan adalah, desa ini dipenuhi kabut. Sulit menemukan letaknya. Dan yang paling menakutkan adalah sang kepala desa yang dirumorkan sebagai seorang dukun.
Sudah pasti, desa Ume dipenuhi ilmu hitam, atau tempatnya para makhluk tak kasat mata?
"Kenapa sepi sekali?" tanya Namida mengeratkan pelukannya pada diri sendiri. "Ini kan, desanya? Harusnya Wasabi-chan dan Sumire-chan sudah sampai."
Bohong bila Namida bilang dia tak takut sekarang. "Err. Kalian di mana?" Namida kembali bertanya, kini suaranya membuat gema.
"Apa aku salah masuk desa?"
Namida mencoba melompat asal tanpa memperkirakan apa yang akan dipijaknya nanti. Tentu saja, -gadis cengeng dengan otak udang- begitu disebutnya, Namida terjatuh akibat menghantam tembok yang menghitam. Seperti tembok bekas kebakaran.
"Aw!" Namida mencoba bangun, tapi lagi-lagi kesialan datang, kakinya terpeleset hingga membuatnya jatuh ke dalam lubang. Lantas Namida berteriak kencang, karena di dalam lubang itu dipenuhi tikus liar, sepertinya tikus dari pembuangan air. Siapa yang tak jijik?
Mencoba keluar dengan berjalan di dinding-dinding dan melompat, tanah yang memutari Namida terdapat banyak cacing. Ternyata memang benar, jika desa Ume itu subur—terlampau subur, sampai makhluk menjijikan lain ikut ada di bawah tanah. Atau ini hanya sebuah perangkap tikus?
Namida keluar dari sana dengan mata yang tak lepas mengamati jijik ke dalam lubang, sampai tak sadar dirinya menabrak seseorang memakai tudung serba putih membawa golok.
Namida tak lagi berteriak. Tapi saking terkejutnya, dia malah menangis kencang, membuat jutsu klan Suzumeno terlepas.
Bak terkena angin puting beliung, kabut yang menutupi desa yang sepi itu terbawa angin, rumah-rumah yang tampak sedang diperbaiki hancur lagi. Bukan hanya itu, pohon-pohon di sekitar Namida menangis tumbang, tanah retak, hingga sejurus kemudian, serentak semuanya ambruk. Bahkan orang di depan Namida sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Namida masih terus menangis, sampai seseorang datang dari atas dan memukul pundaknya. Dengan begitu, Namida ikut terhuyung, jatuh membentur tanah.
🌧️🌧️🌧️
"Namida-chan wa daijoubu?" tanya Sumire saat Namida membuka matanya perlahan.
Namida bangun dari tidur dan menyenderkan punggungnya di batang pohon. "Apa yang terjadi?"
"Lihat sendiri," jawab Wasabi ikut terduduk di tanah.
Namida mengerutkan dahi, begitu melihat sekerumun orang-orang tampak sedih, beberapa menangis bahkan pingsan. Apa yang terjadi? Saat Namida menoleh menatap Sumire dan Wasabi, keduanya pun sama begitu. Sampai saat Namida berdiri, dia membulatkan mata. Sadar apa yang terjadi, sesegera mungkin Namida menutup mulutnya, menahan kuat-kuat agar tak menangis lagi.
"Desanya—"
"Hancur." Ucapan Namida terpotong oleh Wasabi. "Dan kita gagal menjalankan misi. Warga terlampau panik karena rumah mereka benar-benar hancur tak tersisa."
"Aku," jeda Namida untuk berjalan sedikit ke depan, "aku yang melakukannya?"
"Menurutmu? Tentu saja kau. Dan kau harus minta maaf pada kepala desa."
Namida menunduk. Kenapa semuanya jadi seperti ini?
🌧️🌧️🌧️
"Aku—aku ingin kau tahu, kalau mulai hari ini, hidupmu tak akan lagi tenang!" teriak pak kepala desa, membuat mereka yang ada di dalam tenda terjebak hening.
"Kau, Namida Suzumeno, aku mengutukmu untuk selalu terjebak hujan saat kau merasa senang terhadap seseorang!"
Namida melotot, apa lagi ketika petir tiba-tiba menyambar padahal langit sedang cerah-cerahnya.
"A—apa?" Namida tergagap, kedua kakinya lemas dengan alis berkedut, menahan tangis.
"Terkecuali, ketika kau benar-benar menemukan cinta sejati. Sekarang, kuhitung sampai lima, jika tak pergi, akan kukirim jiwa kalian pada boneka voodoo."
Wasabi sudah memutar badannya untuk berlari keluar. "Satu," ujar kepala desa menjentikkan jari telunjuk seolah tengah menghitung.
Melihat kedua rekan timnya tak mengikuti, Wasabi kembali berbalik badan untuk menarik Sumire. "Dua."
Lagi-lagi, langkah mereka terhenti karena Namida masih membatu di tempat. "Tiga."
"OH AYOLAH!" Geram, Wasabi melemparkan bola asap ke tanah sebelum kepala desa itu menghitung lagi, dan mereka segera pergi dari sana.
Kejadian hari itu, adalah awal dari perjalanan kisah cinta Namida Suzumeno dimulai. Di mana dia baru merasakan jatuh hati, sepenuh hati. Pada orang yang salah, dan pada orang yang tepat.
Namida Suzumeno akan jatuh cinta beberapa minggu ke depan, sampai dia benar-benar jatuh, barulah menemukan cinta sejati yang dapat mematahkan kutukannya.
Dia adalah seseorang yang frontal dan blak-blakan, seseorang yang awalnya Namida benci, seseorang yang risih dan pengganggu.
🌧️🌧️🌧️
After the Rain
Iwabe X Namida Fanfiksi
(Disclaimer to MK)
Tulisan oleh utsuhira
KAMU SEDANG MEMBACA
After the Rain
RomansaSemua terjadi ketika misi yang dijalankan tim 15 gagal total, karena Namida menangis kencang membuat satu desa hancur seketika. Kepala desa yang mengetahui hal itu mengutuk Namida, yang di mana gadis itu akan selalu terjebak hujan deras saat diriny...
