Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“YERINAA!”
Perempuan bernama lengkap Yerina Mareta Hartono, yang baru saja dipanggil Yerina dengan suara menggelegar oleh ibu-nya itu segera turun dari kasur menuju tempat dimana ibunya berada.
“Siap gerak Mam! Ada yang Mama butuhkan dari princess?”
“Ke kostan adik kamu sana! Hari libur kok sekarang jarang pulang! Ajak pulang, mau kasih tau berita penting. Tiket kereta udah Mama pesenin, biar baliknya kamu naik mobil sama Haerlan.”
Yeri cemberut setelah mendengar perintah Mama-nya, Irena Mareta Hartono.
Ia sedikit malas untuk berkunjung ke kostan adiknya yang berada di bandung itu. Jakarta-Bandung membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam menggunakan kereta.
Mengingat ini perintah sang Mama yang berarti perintah yang wajib dilakukan, ia tidak bisa mengelak. Padahal kan bisa tuh tinggal telfon adiknya- Haerlan Junedi Hartono, untuk pulang kerumah.
“Iya, iya. Yerina berangkat.”
Yerina segera bersiap-siap diri, segera berpamitan dan melakukan perjalan Jakarta-Bandung yang sudah terjadwal jam 08.45 nanti.
•••
Yerina sudah tiba di stasiun Bandung 20 menit yang lalu, sedari tadi ia menggerutu karena adik laki-laki nya itu tidak mengangkat telfon untuk dimintai jemput.
“Sialan si malika!” Desis Yerina.
Dengan terpaksa ia memesan ojol untuk mengantarnya menuju kostan adiknya yang hanya membutuhkan 15 menit perjalan dari stasiun.
Yerina sudah sampai di depan gerbang kostan Haerlan, tanpa babibu ia masuk dan berhenti di depan pintu kostan dengan tangan yang sibuk mengubek tas slempang mencari kunci cadangan.
“Naaah, untung dikasi Mama kunci ini. Kalo ngga si Herman pasti lama bukain pintu.”
Yerina memutar kunci hingga berbunyi klek dua kali, dengan cepat ia segera membuka dan menutup pintu kembali. Masuk mengendap-endap bermaksud ingin mengagetkan sang adik yang sudah ia pastikan masih ngebo dikamar.
“Indahnya bangun siang langsung diadepin si ganteng.”
Yerina mengurungkan niat memutar handle pintu kamar Haerlan setelah mendengar suara dari dalam kamar.
“Eumh ... sayang kamu udah bangun ...”
Yerina membelalakan matanya. Adik gue tidur sama siapa anjir?, guman Yerina dalam hati.
Yerina terlanjur penasaran, ia membuka pintu kamar Haerlan dengan kasar.