Buku yang tidak bisa di lihat oleh orang biasa. Konon katanya, di dalam buku itu terdapat nama seseorang yang terpilih, terpilih untuk menyatukan semua kaum, dari kaum Vampir, Nephilim, dan juga kaum sihir element. Tetapi semuanya di anggap mitos se...
Suatu malam terlihat seorang perempuan yang berjalan di pinggir jalan dengan menenteng 1 kresek. Ini sudah tengah malam, ia baru saja membeli beberapa bahan untuk perlengkapan dapurnya. Tetapi tiba-tiba sesuatu melintas dengan cepat seperti angin tetapi ia yakin itu bukan angin, ia mempertajam penglihatannya tetapi tidak menemukan apapun.
Sungguh, ia bisa mengatasi situasi ini, ia melanjutkan perjalanannya dengan santai tanpa menghiraukan apapun, sesuatu yang lewat tadi? Dia tampak tidak perduli akan hal itu. Perempuan itu tetap berjalan dengan anggun masuk ke arah hutan yang di tumbuhi pepohonan tinggi. Tetapi tiba-tiba 2 orang lelaki menghalang jalannya. Ia pun berhenti tanpa mengkhawatirkan apapun
"Woww lihatlah gadis cantik ini. Apa yang kau lakukan gadis cantik? Tengah malam di hutan"
Perempuan itu tersenyum lalu menatap lelaki itu, ia membuka tudung jubahnya. Cahaya bulan mengenai wajahnya yang nampak putih pucat. Lelaki yang satunya mengerutkan keningnya, ia merasa tak asing dengan gadis itu
"Apa kau ingin bermain dengan kami sebentar?" Ucap lelaki yang satunya
Perempuan itu: Bernama NEPHTHYS HERA ASTERIA ia kembali menyunggingkan senyum miring lalu berkata
"Apa itu harus?" Ia mengatakan itu tanpa ekspresi, lalu menghujamkan tatapan yang dingin kepada lelaki itu
"Jika kalian tidak ingin mati maka minggir lah" Ucap Hera dengan nada penuh tekanan. Ia tidak ingin bermain-main sekarang karena ia harus cepat-cepat balik ke rumahnya untuk tidur. Ia sangat lelah sekarang
"Woww apa kekuatanmu? Lancang sekali kau" Lelaki itu melesat ke arah Hera. Hera tidak bergeming dari tempatnya tetapi ia merasakan darah yang berasal dari tangan kanan nya menetes tepat di punggung tangannya, juga jubahnya yang robek karena goresan pedang yang tajam itu mengenainya. Hera tersenyum dengan secepat kilat ia mengikuti langkah lihai lelaki itu, menyentakkan pegangan pedang ke arah depan dengan kekuatan penuh, lalu pedang itu terlempar tepat di tangan kiri nya, dengan gerakan cepat Hera menggoreskan pedang itu ke leher lelaki yang melukainya.
"Kau menginginkan kematianmu?" Tanya Hera dengan nada dingin, lelaki itu menggeleng cepat
"Aku ingin membebaskan-mu tapi mungkin tidak semudah itu" Hera menatap lelaki yang berada di belakangnya dengan seksama lalu berahli menatap lelaki yang tumbang di bawahnya. Ia menggoreskan pedang itu ke seluruh tangan lelaki tersebut lalu mematahkan pedang tersebut. Ia kembali memasang tudungnya
"Sudah ku bilang jangan bermain-main kepadaku"
Hera kemudian berjalan melewati lelaki yang tadi, yang tidak melawannya. Ia berjalan dengan cepat untuk sampai ke arah rumahnya
•••
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
(Sedikit gambaran rumah Hera gambar di atas)
Hera menutup pintu rumahnya dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan kebisingan, ia mengarah ke arah dapur lalu menyusun bahan makanan tadi. Tiba-tiba adiknya yang masih berumur 12 tahun menghampirinya, ia kaget melihat keadaan Hera yang jubahnya memiliki percikan darah dan tangan Hera yang terluka