Seorang gadis berambut hitam pekat, menatap nanar keluar dari balik jendela di dalam kelasnya. Suara derasnya hujan mendominasi suasana kelas yang sepi. Ya gadis itu tengah berada di kelas sendirian, semua murid di kelas tersebut telah pergi untuk menuju rumah masing-masing sejak tadi, karena memang sudah waktunya jam pulang, namun tidak untuk gadis yang satu ini , ia senang dengan susana sepi dan hening dan hanya suara hujan yang ia dengar dari dalam ruang kelas tersebut. Gadis itu bernama Tirta Amarta.
"Marta" Panggil salah satu siswi teman sekelasnya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kelas yang hening tersebut.
Marta pun menoleh melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya itu. "Heumm.." jawab Marta pada gadis itu.
" lo engga pulang, kenapa masih disini ?" tanya gadis itu.
"Gpp" jawab Marta sigkat pada gadis tersebut. Gadis itu pun hanya bisa menarik nafas dalam, mendengar jawaban singkat dari Marta, kemudian menghembuskan pelan.
"yaudalah kalau gitu, lo mau diem disini sampe kapan ?, lagian ini udah sore, udah mau gelap ni, apa ga takut lo disini sendiri hihh..." ucap gadis itu pada Marta
"Engga" ucap Marta dengan nada dinginnya itu.
"heum....Dah lah, percuma ngingetin orang kek lo, kek es batu bet" ucap gadis itu, kemudian keluar dari kelas setelah mendapat barang yang ia cari. Gadis itu bernama Yessa, seorang gadis yang populer nan cantik di sekolah Marta.Yessa sendiri masi berada di sekolah karena ada eskul yang ia jalani, karena itu ia masi berada di sekolah dan kemudian mengambil botol yang yang ketinggalan di bangku miliknya sebelum ia pulang.
Marta masih dengan aktifitas yang ia perbuat menatap keluar jendela sambil melamun, namun di tengah lamunannya itu tiba-tiba ia melihat seorang lelaki yang asing baginya, berjalan menuju gerbang belakang sekolah, ya memang kelas Marta berada di belakang se arah jalan dengan gerbang belakang sekolahnya. Lelaki asing itu berjalan di tengah hujan yang lebat namun anehnya tubuhnya tidak basah sama sekali dan malah bersinar, marta mengaggap bahwa dirinya sedang berhalusinasi karena lamunannya tersebut. Namun entah kebetulan atau memang sudah waktunya, tiba-tiba hujan reda setelah kepergian lelaki asing tersebut.
Marta pun segera bergegas pulang. Namun dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya setelah kejadian yang telah ia lihat tadi. Dan ia berharap bahwa ini memang benar-benar halusinasinya..
__________
Hai hai, jan lupa vote nya yaa....
Hehe.. salam kenal dari akuu..
YOU ARE READING
PRINCE RAIN
FantasySeorang gadis yang selalu merasa kesepian dan dianggap introvert, namun suatu ketika ia merasa bahawa dirinya sudah bangkit dari kesepian tersebut karena seseorang lelaki yang awalnya ia anggap "bukan manusia biasa". Siapakah lelaki yang ia maksud...
