Cahaya matahari yang begitu silau menembus ke dalam sebuah kamar. Laki-laki si pemilik kamar itu tidak merasa terusik sama sekali, ia kembali menarik selimutnya hingga seluruh tubuhnya tertutup oleh selimut.
Beberapa saat, tampak handphone laki-laki tersebut berdering menandakan ada panggilan masuk. Dengan terpaksa ia bangun dan menjawab panggilan tersebut.
“Woy, cepet jemput gue. Gue nggak mau telat dan berakhir di hukum cuma gara-gara lo, ya.”
“Hm, nanti gue kasih tau kalo udah sampe di depan rumah lo.” Panggilan itu di akhiri. Dengan rasa malas, Javian beringsut dari kasur lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi. Mengambil seragam sekolahnya yang berada di lemari lalu memakainya. Kalau bukan karena Acha menelpon, mungkin dia tidak akan bangun dari kegiatan simulasi matinya. Persetan dengan sekolah.
Setelah selesai berpakaian dan menggunakan sepatu sneakers miliknya, dengan buru-buru ia mengambil handphone serta kunci mobilnya di atas nakas. Berjalan ke arah mobil yang berada di garasi lalu memasuki kendaraan tersebut.
Selama perjalanannya menuju rumah Acha hanya diisi oleh keheningan, tidak ada niatan untuk menyalakan musik karena bagi dirinya mendengarkan musik hanya membuatnya merasa bosan.
Sesampainya, ia tak lupa memberi tau kalau dirinya sudah sampai di depan rumah Acha. Dan tak lama dia melihat perempuan itu tengah berlari ke arah mobilnya. Membuka pintu lalu duduk disamping kursi kemudi.
“Lo kebiasaan banget, deh. Lo tadi malem nongki sama anak-anak sampe jam berapa, sih? Bisa-bisanya lo telat bangun untuk ke sekian kalinya.” Bagi Javian mendapat ocehan di pagi hari seperti ini sudah biasa. Yang tidak biasa adalah, mengapa perempuan ini terlihat sangat emosi? Jarang sekali Acha terlihat emosi seperti ini.
“Lo lagi pms, Cha? Lo keliatan emosi banget hari ini,” tanya Javian.
“Nggak! Udah cepetan jalan, nanti keburu telat.”
“Nggak apa-apa, Cha. Kalo telat, kita mabal aja.” Setelah berbicara seperti itu, Javian mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari perempuan yang duduk di sampingnya.
TBC.
YOU ARE READING
BADOREM
Short StoryBADOREM, gank yang berisikan anak-anak nakal di SMA B4G. Sifat mereka yang nakal membuat warga sekolah segan untuk berurusan dengan gank tersebut. Larashita Abintara, murid baru yang terpaksa berurusan dengan gank tersebut karena tak sengaja menabra...
