Nala adalah anak ku, dia pintar dan juga cerdas. Diumurnya yang akan memasuki 3 tahun dia mampu mengerti semua yang aku katakan. Dia tumbuh menjadi anak yang aktif namun dia juga sangat penurut. Diusianya yang sekarang dia sudah bisa menghitung, dia mampu mengenali semua warna dengan baik (dengan bahasa indonesia dan bahasa inggis) aku juga mengajarkan tentang ilmu agama padanya. Dan semua itu mampu ia serap dengan baik.
Aku tahu anak-anak diusia dia akan dengan mudah belajar dan menerima apa yang kita ajarkan. Maka aku tak ingin kehilangan moment-moment ini. Disela-sela waktu bermainnya selalu aku sisipkan pelajaran-pelajaran di dalamnya. Pelajaran tentang agama dan ketuhanan tentunya. Aku ajarkan bagaimana ia harus mencintai kedua orang tuanya, dengan cara mendoakan kami setiap saat. Aku ajarkan dia untuk bisa mandiri, melakukan segala sesuatu yang dia inginkan dengan sendiri namun masih dalam pengawasan kami orang tuanya. Aku beritahu padanya bahwa semua yang dia mau bisa ia katakan dengan gamblangnya pada kami. Dia tak perlu merengek dan menangis saat menginginkan sesuatu, dan dia melakukan itu. Namun sebagai orang tua tidak semua keinginannya segera aku penuhi, aku perlu mengajarkan padanya bahwa tidak semua yang ia minta harus ia dapatkan sekarang juga. Dia harus tau apa yang memang dia butuhkan apa yang hanya menjadi keinginannya saja tentunya semua itu aku jelaskan dengan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan dia.
Nala anak ku, tidak akan habis waktu ku untuk bercerita tentang dia. Dia berkerudung dari umur 4 hari semenjak ia lahir, kemana-mana ia selalu memakai hijabnya, hingga suatu saat ketika berdua akan keluar rumah sebentar aku sengaja tidak memakaikan dia hijabnya karena ku pikiri kita hanya akan pergi ke rumah kerabat yang jarangknya hanya 10 meter dari rumah kita. Sebelum keluar dari pintu rumah Nala bilang sama aku
" Ibu pakai hijab, allah sayang sama ibu. Nala nggak pakai hijab allah tidak sayang sama Nala" dengan gaya bahasanya. Dari situ aku mulai berfikir mungkin aku egois atau bagaimana seakan-akan aku mau allah menyayangi ku, tapi membiarkan anak ku tidak disayangi.
Semenjak itu aku kembali mengoreksi diri ku, bahwa yang demikian itu sebenarnya tidak boleh terjadi.
Aku terus memberikan yang terbaik untuk anak ku, karena aku tahu dia suka nonton maka tontonan yang selalu ia tonton pun selalu ku berikan yang bermutu. Untuk memupuk keimanannya juga kecerdasaannya. Maka aku pilihan Nussa dan Rara menjadi tontonannya sehari-hari karena aku ingin anakku tumbuh menjadi anak yang cerdas perbuatan juga akhlaknya. Di umur 5 bulan dia sudah bisa duduk, 10 bulan dia belajar berjalan dan 1 tahun Nala sudah bisa berjalan dan berlari, di usia itu dia sudah mampu berbicara meski belum terlalu jelas bahkan dia bisa membaca doa sebelum tidur dengan fasih dan tertib, padahal aku tidak bermaksud untuk mengharuskan dia untuk menghapal. Hanya saja doa itu sering aku bacakan untuknya tiap kali akan tidur dan itu mulai dari ia masih bayi. Dari pengalaman itu aku mulai merasa bahwa anak-anak seusia dia itu begitu istimewa, begitu cepat menyerap segala apa pun. Maka aku semakin memperhatikan bagian-bagian lainnya, seperti dengan siapa dia bermain, kata-kata apa saja yang harus bisa ia dengarkan, dan yang mana yang harusnya tidak ia pelajari.
Sekarang diusia memasuki 3 tahun, Nala sudah bisa menghapal beberapa doa-doa harian lagi seperti doa makan minum. Berkat tontonnya saat ini Nala mampu menghapal rukun iman dan rukun islam.
Semoga kedepannya Nala bisa mempelajari banyak hal lagi.. Dan sebagai seorang ibu, semoga aku mampu memfasilitasi semua demi perkembangan anak ku...
Ini bagian pertama dari ku, aku akan menulis lagi dilain kesempatan. Semoga bagian ini bisa menjadi referensi dan masukan untuk kita semua.
Saran dan masukkannya saya tunggu demi perkembangan Nala...
YOU ARE READING
Aku
Short Storyaku, aku adalah seorang istri, seorang ibu, seorang anak, seorang teman, seorang wanita dan aku juga adalah seorang hamba. ini adalah cerita hidup ku, persoalan yang tak pernah lepas dari hidup ku. aku disini karena tak ada yang bisa aku ajak berce...
