Prologue

10 2 4
                                        

Jawa, 2021

Berdering

"Assalamualaikum" salamku pada sosok bidadari diseberang sana

"Waalaikumsalam" balas ibu

"Bu, apa barang-barang ku sudah sampai disana?" Tanyaku

"Sudah nduk, kamu yakin mau berangkat besok? Emang ndak capek habis mendaki gunung langsung pulang kampung."

"Alhamdulillah, yakin Bu. Gak kerasa kok capeknya." balasku dengan menggebu-gebu

Kudengar ibu menghela napas "baiklah nduk, kamu yakin bisa bepergian sendiri? Tidak mau ditemani kakakmu saja?" Tanya ibu khawatir

Aku tersenyum "aku bisa sendiri Bu, aku sudah besar dan lagi ini bukan pertama kalinya aku bepergian sendiri"

"Iya ibu tau. tapi nduk, seorang wanita tidak baik bepergian sendirian" kata ibu tak mau kalah

Tidak ingin memperpanjang wejangan ibu aku mengiyakan saja setiap perkataannya

Ibu memang tidak pernah berubah, kata-kata nya itu sama persis dengan kata-kata nya 5 tahun yang lalu

Lalu aku berdiri dibalik jendela memandang sejauh mata memandang, memikirkan akan pulang ke kampung membawa semua kenangan lama tentang desa itu

Aku suka pengalaman baru, entah skenario apa yang akan tertulis disana

Tanpa kusadari takdir sedang berjalan, Allah SWT sedang melihat, malaikat mengawasi dan iblis mengikuti setiap langkah seorang Hamba yang tak luput dari dosa ini.

🌱

Assalamualaikum

Aku Rumaisa
Dipanggil Sya, tinggiku 165 cm, berat badan 55 kg, kulit putih, hidung lumayan pesek, mata sipit, bibir biasa saja, berjilbab dan menurut ku aku cantik. Kekurangan ku hanya satu
Kata-kata yang paling sering kudengar bahwa wajahku yang straight atau lurus
well, what can i do? God Made me like this!

And for your information aku masih duduk di bangku pendidikan yaitu Universitas pesantren tinggi Darul 'Ulum memasuki semester 4

dikeluarga ku ada ibu, ibu asli Jawa dan seluruh sanak saudara ku juga asli Jawa. Selama aku hidup aku tidak pernah melihat orang sesabar ibu, dialah yang mengajarkan ku untuk ikhlas and she's everything to me

Dan aku mempunyai 1 kakak laki-laki, namanya Kahfa. Dia berkulit sawo matang khas Indonesia, tingginya 182 cm, berat badannya 77 kg, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, hidungnya mancung, bibirnya tipis. Dan aku akui dia tampan
Perbedaan umur kami hanya 1 tahun, tidak seperti kakak beradik lainnya yang sering berkelahi atau saling jahil kami itu seperti partner dalam dunia bisnis mungkin karena sifat yang menurun dari ayah yang tidak suka basa-basi atau perfeksionis dan tidak punya rasa humor sama sekali yang membuat kami seperti perfect siblings *menurutku

And last but not least, Ayahku.
my first love and my hero
I don't have to say anything cause he's perfect ✨

Dikampung aku punya sahabat and i really miss him so much, dia anak pak ustadz dan mempunyai kakak laki-laki yang bernama Fatih kalau tidak salah mereka hanya 2 bersaudara, aku tidak tau banyak tentang dia.

rumahnya tidak jauh dengan rumah ku hanya beberapa blok saja, Sejak pertama kali pindah ke lingkungan rumah ku dia satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara karena hanya dia anak seumuran ku.

namanya Nur, Nur gadis yang taat agama tapi sifatnya masih ada perpaduan anak jaman modern karena lingkungan kami yang bisa dibilang masih awam dengan agama dan ayahnya adalah seorang ustadz dan agama sangat kental dikeluarga mereka.

sedangkan aku belum sampai ke tahap itu, ibu selalu bertanya padaku apakah tidak ada niatan untuk berubah menjadi yang lebih baik lagi? Tapi otak ku selalu mengatakan "nanti saat kuliah saja" entah kenapa hatiku belum tergerak untuk menutup diri rapat-rapat dari dunia yang kenikmatannya hanyalah fiktif belaka

Tapi selalu ingatlah, Allah SWT maha pengampun dan maha membolak-balikkan hati, ia bisa merubah pendosa menjadi ahli surga lewat hidayahnya begitu juga dengan cinta
Dan cerita ini bukan tentang masa kini tapi masa dimana hari-harinya penuh makna
yang bisa diceritakan di hari esok

Sudah sampai sini saja perkenalannya, omong-omong salam kenal buatmu yang sedang membaca ;)

TAKDIR RUMAISAWhere stories live. Discover now