"I do.."
"I-"
"STOP!"
Suara bisikan dikeheningan menjadi jadi, semua mata termasuk dua insan yang seharusnya sedang berbahagia itu tertuju pada perempuan di pintu gereja tersebut dengan wajah merah dan deru nafas yang berderu sangat cepat.
Perempuan yang tadi hanya diam di pintu coklat bernuansa megah itu, berjalan pelan tanpa memerdulikan semua orang yang berada digereja ini melihat kepada dirinya, dengan gaun hitam dan wajah yang basah. Hatinya teriris, lalu berkata,
"Aku tidak setuju, hentikan pernikahan ini."
Pria yang berada di hadapannya, menatapnya dengan terkejut, dan mata penuh emosi. Wanita itu menatap pria tersebut dengan penuh luka, dia tersedu sesaat,
"Aku tidak ingin kau menyesal untuk kesekian kalinya, Justin."
***
Sekian lama tidak menulis, jadi aneh wkwk.
love dari aku.
