Author Pov
Hmm.. Suasana pagi dikota Tokyo benar-benar sangat nyaman. Sinar matahari begitu cerah menyambut pagi yang cerah ini. Tak lupa burung-burung asik berterbangan untuk memulai mencari makanan mereka. Waktupun sudah menunjukkan pukul 7 pagi, seperti hari-hari biasanya. Setiap warga kota selalu sibuk dijam segini. Banyak orang berlalu lalang kesana kemari dengan tujuan mereka masing-masing. Ada juga yang terlihat sedang menunggu dihalte-halte pemberhentian bus menunggu bus yang akan datang menjemput mereka.
End Pov
Tidididit...tididit...tidididit...(Suara Alarm)
Terdengar suara alarm yang terus berbunyi. Tak lama tangan lentik itu berusaha menggapai alarm yang terus berbunyi dan mengganggu waktu tidurnya. Setelah tangannya berhasil menggapai alarm tersebut ia pun langsung memencet tombol yang sudah ia hapal pada jam tersebut untuk mematikan benda yang sungguh berisik itu. Kemudian ia mulai bangun dengan mendudukan dirinya diatas kasur nyamannya. Sungguh bisa dilihat mata nya yang masih sembab dengan tampilan rambut yang berantakan. Fiuuh..
Ia pun melirik jam yang ada ditangannya dengan sedikit pandangan kabur. Matanya pun membulat sempurma melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
"HAAAA. Astaga aku terlambat" pekiknya dan langsung buru-buru turun dari ranjangnya, bergegas mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.
Hyuuga Hinata, gadis indigo dengan surai biru gelapnya benar-benar membuat semua orang akan mengenalnya. Ia merupakan keturunan dari keluarga terhormat yang cukup disegani di perkotaan bernama Konohagakure. Ayahnya adalah seorang dokter terkemuka dimana semua orang juga mengenalnya. Dan ibunya, seorang ibu rumah tangga yang begitu mirip dengannya. Mulai dari surai hingga matanya bak bulan malam yang indah. Tak terkecuali bagi Hinata, Hinata pun memilih untuk mengikuti ayahnya yang juga seorang dokter. Dan hal tersebut juga adalah keinginan sang ayah yang ingin melihat anak-anaknya menjadi seorang dokter sepertinya. Hinata seorang dokter psikiater yang tak lama ini bekerja disebuah rumah sakit jiwa yang tak jauh dari perkotaan.
15 menit telah berlalu. Hinata telah siap dengan semua persiapannya. Tak lupa ia menenteng jubah putih khas dokter nya dan berangkat kerja. Ia pun keluar dari apartemennya dan menguncinya. Setelah sampainya diluar, seperti kebiasaanya ia mampir disebuah kedai kopi yang tak jauh dari apartemennya untuk membeli kopi.
"Selamat datang" sapa pelayan kedai kopi "Oh. Nona Hinata, anda sudah datang" pekik pelayan pria dengan surai gold tersebut yang tampak sangat mengenal Hinata.
Hinata tersenyum dengan sambutan pelayan tersebut.
"Hehe, iyaa" nyengir Hinata sedikit malu-malu.
"Apa pesananmu Hot Americano?" Tanya pelayan tersebut yang benar-benar hapal orderan yang biasa Hinata pesan.
"Hehe, kau ini tau saja apa yang aku inginkan" jawab Hinata dengan senyumannya.
"Tentu saja, anda adalah pelayan istimewa disini. Dan anda sudah berlangganan dengan kami sejak satu tahun ini bukan?"
"Hehe kau benar" sipu malu Hinata. Yaah benar saja, setiap harinya Hinata selalu singgaj dipagi hari dan tak pernah absen untuk membeli kopi di kedais tersebut. Bahkan pelayannya saja sudah sangat hapal apa saja yang sering Hinata pesan.
"Tapi tunggu dulu..." ucap pelayan itu lalu melihat Hinata secara seksama.
"A~ah ke~kenapa ?" Hinata merasa aneh karena pelayan tersebut melihatnya dengan cara yang aneh.
"Sepertinya ada yang aneh dengan anda hari ini nona" ucap pelayan itu.
"E~eh be~benarkah. Ma~maksudmu, ada yang aneh apa dariku?" Tanya Hinata sedikit takut.
YOU ARE READING
I'm Stuck With You
FanfictionDokter muda cantik yang bertemu lelaki psycho. Penuh tantangan serta rintangan yang harus dijalani keduanya.
