PROLOG

28 2 2
                                        

Hi;) aku Liora. Aku salah satu mahasiswi di salah satu kampus Negeri di Yogyakarta. Aku kuliah disana ngga sendiri, dan jangan ngira aku kuliah disana sama pacar, ha ha ha, salah besar! Aku di Yogyakarta sama abangku, bang Andrew. Kami berdua ngekost di daerah sekitar kampus. Setiap bulan, kami selalu menyempatkan diri untuk pulang ke kota kelahiran, Jakarta. Di rumah di Jakarta, ada mama sama papa. Ada abangku satunya lagi, dan mbakku. Wait, wait, sorry bikin kalian jadi bingung. Jadii, aku 4 bersaudara. Yang pertama ada abang pertamaku, bang Bara. Kedua, bang Andrew, ketiga mbak Dara, dan yang paling bontot, aku:) Sebenarnya usiaku dan mbak Dara ngga jauh berbeda, kami hanya selisih dua tahun, dan mbak Dara sendiri memutuskan memang udah ngga mau lagi ngelanjutin kuliahnya. Dia lebih memilih untuk berkarier duluan dari aku dan bang Andrew. Kalau bang Bara udah tamat kuliah, cuma masih nganggur nyari-nyari pekerjaan. Okee, segitu dulu cerita-cerita tentang keluargaku, kapan-kapan lagi;)

#Today is sunday

Pagi ini bang Andrew ngajakin aku untuk olahraga pagi di halaman kost'an. Ngga hanya kami, banyak orang-orang kost'an juga yang berolahraga pagi disini. Salah satunya ada Raisa dan kakaknya yang akrab aku sapa kak Baron. Raisa ini temen satu kampusku, cuma beda fakultas aja.

"Hei, olahraga juga?" Sapa kak Baron ke bang Andrew.

"Iya nih, tumben mood soalnya." Jawab abangku seadanya.

"Ha ha, nah gitu dong produktif. Walaupun mahasiswa yang masih sibuk-sibuknya sama tugas kuliah, hidup sehat mesti tetap diterapkan juga." Tutur kak Baron.

Kak Baron itu aku gambarin orangnya peduli kesehatan banget. Dia termasuk yang paling rajin berolahraga diantara semua penghuni kost disini. Dia ngga sembarangan makan, hanya makan-makanan yang sehat saja, kalau jungfood, emmphh, auto di skip. Aku aja sering dinasehatin sama dia supaya aku mengurangi makan mie instant, hehe, itu salah satu kebiasaanku dan abangku sih kalau lagi mager masak.

"Pssst.....ppssst..." panggil Raisa pelan.

"Jangan ngadu ke abang gue soal yang lo liat kemarin, awas aja!!" Ancam Raisa.

Ok, jadi gini kronologinya. Kemarin malam waktu aku baru balik kost'an sekitar pukul 10 habis dari rumah teman ngerjain tugas. Aku mergokin Raisa di depan kost sama cowok, kayaknya pacarnya sih pakek mesra-mesraan gitu, yaa layaknya orang pacaran kan ya pasti ngertilah. Teruuuus aku tanyain dong, kamu sama siapa Raisa? Biasalah basa-basi dikit. Yang aku tahu, Raisa itu belum dibolehin pacaran dulu sama kak Baron, jadinya dia hanya ketemuan sama pacarnya itu di depan kost malam-malam, ngga diajak masuk, duuuh kan kasihan malam-malam pacaran di luar kedinginan, digangguin nyamuk, dan diliat aku. Untungnya aku masih berbaik hati sama Raisa untuk ngga ngaduin kelakuannya itu ke kak Baron. Bukan karena takut, aku hanya memperingati Raisa terakhir kalinya berbuat seperti semalam. Kalau sampai aku mergokin dia lagi sama cowok, siap-siap aku laporin.

#it's time to mandiiiii

Walau hari minggu gaada kerjaan yang mesti dikelarin hari ini tetap harus produktif dong ya. Jadi selesai olahraga sama yang lainnya, aku masuk ke kamar, mandi, siap-siap tampil cantik, wangi, dan rapi. Walaupun jomblo, setidaknya aku masih bisa merawat diri meskipun tak ada yang merhatiin, huhu, nasib jomblo dasar, canda jomblo.

Ok, singkat cerita aku udah selesai mandi dan siap-siap. Sekarang aku berencana untuk nemenin bang Andrew ke supermarket membeli kebutuhannya, sekalian malakin dia buat beliin jajan, hehe.

"Sampai kapan sih elo ngintilin gue terus? Cari pacar dong dik buat diintilin."

Ini nih yang aku gasuka kalau sama bang Andrew, di suruh cari pacar mulu adiknya. Ga bisa apa ya bang Andrew kayak kak Baron aja yang ngelarang adiknya pacaran?

"Lah abang sendiri kenapa ga pernah pergi sama pacarnya? Huummm, pasti belum punya pacar kan? Cari pacar dong bang buat diajak nemenin kemana-mana." Balasku.

"Idiiihh, ngapain nyari pacar. Entar juga datang sendiri."

"Nah sama, jawaban aku juga sama kayak abang, entar pacar aku juga datang sendiri."

Bang Andrew diam. Serasa aku udah skakmat dia, ha ha.

#Sampai di supermarket

Kita berpencar nyari barang-barang keperluan masing-masing. Aku jalan ke tempat jajan pastinya, dan abangku ke tempat skincare cowok. Aneh ya, seharusnya aku sebagai cewek yang lebih excited buat belanja skincare, ini abangku malah asyik banget nanya-nanya ke mbak salesnya tentang skincare yang cocok di wajahnya. Kalau aku sih ngga berminat, aku hanya berminatnya makan, hehe. Lanjut aku ke tempat bahan-bahan masakan buat dimasak entar malam. Gini-gini aku jago masak loh, masa masih gaada yang mau sama aku sih? Entar aku masakin tiap hari deh kalau minat jadi pacarku, candaaaaa

Kurang lebih udah setengah penjuru tempat di supermarket ini aku telusuri, dan sekarang aku ngga sanggup buat jalan lagi. Kaki rasanya pegal. Jadi aku udahan aja belanjanya dan nungguin bang andrew di tempat penitipan barang. Sejam kemudian dia sampai.

#it's time to bayarrrr

Di kasir antriannya panjang banget. Karena abangku ngerasa ngga tega liat aku berdiri lama dengan kondisi kaki yang pegal, dia ngizinin aku buat ke parkiran duluan. Gitu-gitu abangku care juga lohh sama adiknya.

Singkat cerita abangku udah sampai parkiran, dan dia keliatan ngos-ngosan menenteng banyak barang belanjaan, terutama belanjaan aku yang kebanyakan sih, hehe

"Nih, nih giliran elo masukin ke bagasi semuanya. Gue capek."

"Iya, iya." Akhirnya giliran aku yang bekerja ngangkatin semua belanjaan bawa ke bagasi mobil. Abangku masuk duluan ke dalam mobil.

"Udah beres beloom dik?"

"Dikit lagi."

"Jangan sampai ada yang ketinggalan ya, terutama skincare gue."

Hadeeuuuh, gini amat punya abang, malah mentingin skincare. Gatau apa aku udah capek juga.

"Bagi minumnya lah bang. Aku haus juga."

"Ya elu ambil di belakanglah, kan banyak tuh elu beli minuman sama snack."

"Aaaa, males, masa aku harus turun lagi?"

"Yaudah kalau ga mau turun, tahan aja hausnya sampai kost."

"Iih, iya, iya, tungguin."

Daaan, aku terpaksa turun lagi buat buka bagasi ambil minuman. Aku rada lupa di kantong tas yang mana yah tempat minumannya?

"Woyy, cepetan, gue ada janji sama teman entar!" Teriak abangku.

"Sabar napa."

#Kita balik kost

Abangku buru-buru banget perginya. Keknya urusan mendadak, sampai-sampai dia suruh aku buat masukin semua barang belanjaannya ke kamar dia. Gapapalah, aku kan adik yang baik hati dan tidak sombong.

"Wuidiiih, habis belanja bulanan nih." Sapa Raisa.

"Eeh, gue mau yang ini dong,-"

"Eeh, jangan Raisa. Itu skincare bang andrew."

"Yaelah, ga penting kali buat dia. Masa cowok belinya skincare ginian. Ini tuh buat cewek cocoknya. Buat gue yakk,-"

"Yaah Raisa, bukannya gue ngelarang sih. Cuma kan belum izin sama bang Andrew."

"Ya lo tinggal bilangin lah abang lo kalau gue minta skincare'nya dia, ok? Bye~"

"T-tapi, Raisa," Aduuuh Raisa bener-bener nih bikin aku setres aja..

Kalau sampai bang Andrew tahu skincare'nya diambil Raisa, bisa-bisa dia ngamuk.

To be continued~

WHAT'S IN YOUR MIND? (COMPLETED)Mga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon