"Nah, itu dia anaknya Al, ditungguin dari tadi juga. Lama banget sih kamu Gea," ucap Mama Gea saat akhirnya Gea menunjukkan batang hidungnya.
"Ya kan Gea mandi, ganti baju, nyiapin buku dulu, belum juga mau sarapan ini," jawab Gea menatap malas kearah seorang lelaki yang tengah duduk di atas sofa.
Lelaki yang duduk diatas sofa itu hanya terdiam, tidak tahu harus membalas bagaimana. Dengan melihat tatapan gadis yang menggunakan seragam sama sepertinya hanya berbeda bawahannya saja, ia tahu bahwa gadis itu tidak menyukai kehadirannya di pagi hari ini.
"Al udah lama loh nungguin kamu nya. Dia udah nyampe kamu malah baru bangun,"
"Aku dah bangun dari tadi kok mah, cuman ya tidur lagi," Gea meletakkan tas nya di atas sofa yang kosong. Lalu berbalik badan dan akan melangkah sebelum suara sang mama tersayang kembali terdengar.
"Loh mau kemana lagi kamu?," tanya mama yang melihat anak gadisnya akan kembali masuk kedalam. Lelaki yang sedari tadi hanya mendengarkan interaksi ibu dan anak itu kembali menatap kearah Gea.
"Aku mau makan mah,"
"Kok malah makan sih Ya, berangkat sana udah ditungguin lama lama sama Aldo loh," balas sang mama yang membuat Gea kini menatap lelaki yang disebutkan oleh mamanya.
Aldo yang juga sedang menatap kearah Gea kelabakan sendiri. Ia merasa tertangkap basah melakukan kesalahan. Ya kesalahannya membuat gadis itu terlihat sebal padanya.
"Ya aku makan dulu sebentar mah, belum sarapan loh aku ini,"
"Sarapan di kantin kan bisa. Aldo kan baru hari pertama masuk sekolah jadi harus berangkat awal biar nanti kalo ada apa apa bisa diurus dulu," jelas mama yang membuat Gea membatin bukan urusan ku....
"Ya kalo Aldo buru buru tinggal berangkat aja dulu sendiri, tau jalan nya kan?," Gea kembali menatap Aldo.
"Ah iya," jawab Aldo cepat setelah sedari tadi dia hanya menyimak pembicaraan emhh bukan, tepatnya perdebatan ibu anak ini.
"Nah kan ya udah, biar dia berangkat sendiri mah. Aku mau makan dulu," tegas Gea yang tidak mau dibuat sulit.
"Mamah ga pernah ngajarin kamu ga sopan kaya gitu ya Gea. Aldo udah nungguin kamu dari tadi masa kamu malah nyuruh dia berangkat sendiri sih. Tolong kamu bisa hargain," ujar mamah berdiri dari duduknya terpancing emosi lantaran anak gadis nya yang tak nurut nurut.
Gea yang masih kesal dan kecewa terhadap sang mama hanya diam dan tidak menjawab seperti sebelumnya. Gadis itu menatap penuh kesal kearah lelaki yang hanya duduk diam sedari tadi. Aldo yang merasa tidak enak pada Gea bingung harus bagaimana. Anak dan ibu ini sama kekeh atas pendapatnya. Saat pandangan mata mereka kembali bertemu Aldo semakin merasa bersalah.
"Tante saya bisa berangkat sendiri kok. Kemarin saya sudah melihat lihat sekolah nya dan masih ingat jalannya," jelas Aldo berusaha meredakan pertengkaran kecil ini.
"Nggak nggak, percuma dong kamu nunggu dari tadi."
"Kalo gitu Gea makan dulu aja tante, saya juga ga buru buru kok," ucap Aldo dengan diakhiri senyuman agar mama Ratih ibunya Gea mengizinkan.
Namun Ratih hanya terdiam dan tetap memandang Gea. Gea yang sedang mengalihkan pandangannya sesungguhnya sadar bila dia sedang di tatap tajam oleh sang ibunda. Namun dia seolah tak peduli. Dan Aldo yang semakin merasa tidak enak dan kikuk juga hanya mampu terdiam. Jadilah mereka saling beradu diam.
Setelah cukup lama mereka terdiam. Gea yang jengah akhirnya memandang kearah sang mama Ratih. Dan ternyata mama masih memandang nya tajam. Pandangan mereka beradu.
"Ya udah, ini Gea berangkat sama Aldo sekarang," pasrah Gea pada akhirnya dengan sedikit tekanan pada akhir kalimatnya. Gea kembali mengambil tasnya yang tadi ia letakan di atas sofa dan ia sampirkan pada lengan kirinya. Segera ia mendekati mama Ratih dan mencium tangan nya.
"Assalamualaikum," pamit Gea setelah mencium tangan mamanya. Gea segera beranjak keluar dari rumah.
"Buru!" Ucap Gea saat melewati Aldo. Aldo yang tadi diam terkejut mendengarnya. Lelaki itu juga segera menghampiri Ratih.
"Aldo pamit ya Ma," Aldo juga mengambil tangan Ratih dan menciumnya. "Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsallam, iya hati hati ya. Nanti kalo disekolah perlu bantuan langsung ke Gea ya." Ucap Ratih tanpa beban padahal anaknya yang akan menanggung beban itu.
1 februari 2021
~•~
Assalamualaikum, terimakasih yang sudah mampir baca
Kurang lebihnya mohon maaf
Dan juga aku minta tolong vote nya ya
Byebye thankseeyou:)
YOU ARE READING
THANKSSS
Teen Fictionnow are you gone, it just verry painfull now bismillahirrahmanirrahim~on going
