Chatper- 01

25 3 1
                                        

Akhirnya setelah 3 tahun berjuang melawan kerasnya jurusan akuntansi, besok aku akan resmi lulus dari sekolah.

Perihal nilai dan lainnya, aku tidak begitu perduli meski sedikit takut nilaiku jelek tapi aku yakin aku akan tetap lulus. Lagi pula, tidak ada kemungkinan aku akan melanjutkan pendidikanku ke Perguruan Tinggi. Tentu karena satu alasan, Ibuku.

Ah ya, kenalkan, Namaku Anselma, kalian bisa memanggilku Ansel, engsel, ransel, selma, Aan, terserah kalian apapun asal kalian nyaman. Aku tidak pernah mempermasalahkan nama.

Usiaku 18 tahun sekarang aku sekolah di SMK Negeri 1 Buana. Iya, aku bukan anak SMA, dan aku juga bukan anak IPA. Aku hanya anak SMK, yang masuk jurusan akuntansi. Kalian tahu rasanya masuk jurusan yang tidak sesuai kemampuan? Itu sangat menyiksa.

Selama 3 tahun aku merasa seperti di sebuah penjara karena tidak tahu sama sekali dengan materi akuntansi, bahkan tidak masuk ke otakku. Hah, bersyukur aku sudah akan lulus. Dan tapi tenang saja, 3 tahun tidak begitu buruk saat aku kenal mereka.

"Lo beneran nggak mau kuliah?" tanya Pita, teman sebangku ku.

"Lo nanya gini sekarang terlat banget Pit" sahutku

"Tau lo, gue tau lo telmi tapi nggak usah telat nanya beginian juga. Lagian Ansel udah jawab dia itu nggak mau kuliah soalnya dia mau..." ucap Dinda gantung

"Kawin"

Aku melotot, menabok lengan Kayla, dia ini memang paling suka mengada-ada kalo bicara.

"Salah, ansel itu lulus bukan mau kawin" sambung Feby gantung.

"Tapi.." sahut Kayla

"Open B.O"

Aku memutar bola mata malas, 3 tahun tidak buruk karena aku kenal mereka. Meski mereka buruk akhlak semua, mereka selalu bisa memperbaiki moodku.

"Nanti abis lulus kita gimana ya" ucapku lirih.

Hanya teringat masa-masa selama 3 tahun yang kita lewati. Terlalu banyak kenangan, kita saja bertemu hampir seminggu sekali selama liburan, rasanya sulit sekali jika nanti sudah sibuk dengan pekerjaan masing masing.

"Takut kangen kan Lo sama gue" tanya Kayla.

"Banget" sahutku jujur dengan wajah sedih di buat-buat.

"Cih najis" ujar Kayla mendorong bahuku, aku terkekeh.

"Katanya kita mau ngekost ber lima" ucap Feby.

"Ber lima mata lo, lo aja mau kuliah bege" ujar Dinda.

"Bener, Lo sama Kayla kan mau kuliah. Lah gue, Dinda, sama Ansel mah mau kerja" ucap Pita

"Idih sorry ya gue mau nyari sugar daddy" lanjutku tertawa.

"Emm, gue juga mau nyari duda kaya" kata Dinda.

"Terus gue ngapain ya" sahut Pita bingung.

"Bediri noh di lampu merah" ucap Kayla

"Ngapain?" tanya Pita wajah telminya membuatku ingin sekali menjitak kepalanya.

"Mancing" sahut Dinda

"Oh sekarang di lampu merah ada pemancingan?"

"Astaghfirullahhaladzim lahaula wala" ucapku nyebut.

"Alhamdulillah ya kita bentar lagi mau lulus, ngga ngadepin telminya dia lagi" ucap Feby menunjuk Pita.

"Em bener banget, nanti lo kalo mau kerja bilang sama atasan lo ya Pit, bilang kekurangan lo nggak banyak, cuma bego aja" ucap Kayla.

Can we?Where stories live. Discover now