One In Love

1.4K 253 28
                                        

"Hallo, penduduk megapolitan Jakarta bagaimana kabarnya? Gue doakan baik semuanya, apalagi yang saat ini dengerin suara gue yang menyapa kalian di pagi yang sedikit mendung namun tak kunjung hujan. It's okey, gakpapa walaupun mendung hati kita seceria mentari. Okelah, karena kita butuh semangat baru di senin pagi ini, gue puterin satu lagu jadul dari Elo yang akan bikin lo semangat di pagi hari ini."

Ganeeta mengetukkan jarinya di kemudi mobil, dengan sesekali bersenandung mengikuti alunan musik yang akrab di telinganya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa kemacetan yang biasanya ia temui setiap pagi. Tak butuh waktu lama, ia memasuki sebuah gedung yang menjulang tinggi dimana salah satu lantainya adalah tempatnya bekerja saat ini. Ganeeta keluar dari mobil sedannya setelah merapikan setelan yang lumayan mahal bagi seseorang yang tahu tentang mode pakaian. Ia menekan kunci mobilnya, dan berjalan dengan anggun menuju pintu yang akan mengantarkannya di tempatnya bekerja.

"Selamat pagi mbak Risa," sapanya pada wanita yang usianya lebih tua tiga tahun darinya.

"Hai Renjana, mau dong mentenya dari Jogja." Sapa Ganeeta pada gadis lainnya, yang mengambil paper bag dan langsung memberikannya pada Ganeeta yang tersenyum cerah.

"Wow thank you, beneran dikasih loh." Kata Ganeeta senang, lalu membukanya dan mencicipinya dengan mata berbinar senang.

"Tuhkan enak, salam ya sama ibu lo. Besok kalau ke Jogja gue nitip oleh-oleh buat beliau." Kata Ganeeta yang kembali memasukkan kacang mete dalam mulutnya.

"Eh gak usah mbak, kan kemarin udah. Ini sebagai ucapan terimakasih, bajunya bagus kata ibu." Kata Renjana yang menurut Ganeeta cantiknya orang Jawa sekali. Berkulit sawo matang, dengan rambut panjangnya. Jangan lupakan lesung pipi yang membuatnya terlihat manis untuk dipandang.

Ganeeta, tersenyum. "Syukur deh kalau suka. Oh ya, selamat ya atas pertunangannya. Kadonya ada di mobil, nanti pas istirahat kamu ambil ya." Kata Ganeeta.

"Siip, thank you mbak." Katanya bahagia, dan hal itu tertular juga pada Ganeeta.

Hari yang indah, semoga saja mendung di luar sana tak ikut masuk kedalam ruangan ini. Ganeeta memasuki ruangannya yang terlihat simpel dan minimalis sekali. Tak banyak perabotan yang menghiasi, kerena bagi dirinya tempatnya bekerja bukan rumah yang bisa membuatnya nyaman.

GirlsTalk, sebuah situs platform online yang Ganeeta kelola sejak tiga tahun lalu. Berawal dari kesukaannya membeli suatu barang, mereviewnya hingga bisa mendatangkan pundi-pundi yang membuatnya bisa menyewa satu lantai di pusat kota Jakarta. Ia tak menyangka, namun kerja kerasnya membuahkan hasil yang lumayan untuk membuktikan pada dunianya, bahwa ia bukanlah parasit yang menempel nama keluarganya.

"Ini mbak hasil statistik yang kita lakukan seminggu lalu. Kata Manda kalau oke kita bisa lanjut memanggil narasumber yang lagi up Aurora Soeteja. Tapi kalau belum, ya terpaksa kita lakukan bulan depan soalnya narasumber dan waktu kita sampai akhir bulan padat sekali." Jelas Renjana memberikan laporan pada Ganeeta yang langsung membacanya.

Bulan ini, blognya sedang melakukan voting untuk 200 wanita dari usia 18 sampai 30 tahun untuk mencari tahu tingkat insecure mereka terhadap diri sendiri. Dan dari 200 responden, hampir 75% wanita memiliki tingkat insecure paling tinggi. Yang artinya, wanita di negeri ini tak begitu bahagia dengan dirinya sendiri.

Ganeeta terlihat menghela nafas panjang, lalu meletakkan hasil laporan itu diatas meja. Ternyata, banyak sekali wanita yang memerlukan bantuan untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka sendiri. Banyak wanita yang merasa cantik, tapi dalam hati mereka tau bahwa dirinya tak secantik itu. Banyak wanita yang aslinya pintar, namun tertutupi karena budaya dan pemahaman yang salah bahwa pria jauh diatas kita.

I'M WITH LOVEStories to obsess over. Discover now