Valia
"film-film dan novel-novel itu gak bakalan bisa buat elo bahagia, selamanya val. itu semua malah tambah bikin elo tersiksa, because basically all of that, just makes your imagination even higher!"
"Kalo gue rasa si ya..kalo elo mau, elo cuma tinggal tunjuk atau jentikan jari elo, dan semua kaum adam bakalan berlomba-lomba buat deketin lo, tapi yang gue lihat selama ini, elo yang menutup diri lo sendiri, dan berlaga elo ngga butuh itu semua!"
itu omongan Camelia dan Darsila, dua orang sahabat ku, pekan lalu, ketika kami merayakan ulang tahunku yang ke-29 tahun. umur yang sudah mau melangkah ke kepala tiga, membuat mereka selalu berkomentar dengan pedas, seolah-seolah mereka sudah menyimpan kata-kata itu sejak lama, dan akhir nya sekarang mereka memiliki kesempatan untuk melontarkan semua unge-uneg mereka di hadapanku.
Dan seperti biasa, aku hanya diam.
'kalo elo, nggak mencoba untuk melupakan semua itu dan bebasin diri elo sendiri, elo nggak akan pernah bisa menemukan kebahgiaan yang nyata, bukan kebahagiaan di dunia halu!"
"tapi kalo menurut gue si mel, dia hanya perlu menemukan seseorang yang bisa mencairkan hatinya yang udah beku, dan gue percaya suatu saat nanti dia bakal jadi the next real bucin!"
"Agree. The hot one,Right?"
dan mereka tertawa di hadapan ku.
Dan sekarang saat aku berada jauh ribuan kilometer dari mereka berdua, kata-kata mereka menghantuiku.
sambil duduk di sebuah caffe dengan secangkir coklat panas yang menemani dan menatap langit yang mulai menurunkan salju, aku memikirkan dua puluh sembilan tahun perjalanan hidupku. Dua puluh sembilan tahun, dengan kisah percintaan yang tidak pernah ada dalam hidupku, bukannya tidak ada yang mau denganku, tapi benar kata camelia, banyak lelaki yang mendekati ku, dan berlomba-lomba untuk mengambil hati ku, namun masala nya ada padaku. aku langsung menutup hati begitu mereka mendekati ku, dan menolak mereka secara halus.
Aku rasa, aku benar-benar tidak siap untuk jatuh cinta dan menikah, karena bagiku jatuh cinta dan menikah itu adalah paket lengkap yang membuat kita menjadi lebih lemah. seperti ibuku yang mengakhiri hidupnya karena kelakuan ayahku yang kasar dan tukang selingkuh, atau seperti tanteku, yang menjadi depresi dan berakhir dirumah sakit jiwa, karena kisah cinta nya yang berakhir dengan perpisahan karena perselingkuhan suaminya bersama sahabatnya sendiri. Tidak!, aku tidak akan berakhir seperti mereka. lebih baik aku memilih hidup sendiri di banding aku harus berakhir mengakhiri hidupku atau menjadi orang gila, hanya karena cinta dan pria.
Aku Valia, wanita karir yang mandiri dan sukses di umur yang ke-29 tahun, tidak akan pernah membutuhkan cinta apa lagi menjadi the real bucin pada seorang pria.
Aku tidak akan pernah jatuh cinta, dan tidak akan pernah untuk mencinta, itu janji ku pada diriku sendiri, setiap kali aku berulang tahun, tidak pernah ada satupun doa yang ku panjatkan soal kisah percintaanku.
David
"Kriiiiing......Kriiiiiing."
Aku mengambil bantal untuk menutupi telingaku, tidak menanggapi deringan yang berasal dari ponsel ku, lalu aku menggeliat merenggangkan otot-ototku yang terasa sakit. Dari ujung mata, aku bisa melihat seorang wanita yang sedang duduk di sofa sambil menatap kearah ku, wanita itu hanya mengenakan bath robes, sambil memegang cangkir di tangannya, otak ku langsung memutar kejadian semalam, dimana aku berkenalan dengan wanita itu di sebuah bar dan akhirnya kami berakhir di dalam kamar hotel ini. i don't know who she is, bahkan aku lupa dengan namanya, tapi satu yang pasti, permainan kami semalam, membuatku sangat cukup puas. hanya membayangkan kejadian semalam saja, sudah membuat ku kembali horny.
Setelah menuntaskan kembali hasratku pada wanita itu, ponsel ku kembali berdering, dan lagi-lagi dari asisten pribadiku, yang mungkin sudah cukup lama menunggu di loby hotel, tapi setidaknya dia membuatku punya alasan untuk segera bangkit dari atas tubuh wanita ini dan pergi dari hotel.
Having one night stand is great. Tapi masalah setelahnya yang suka membuat ku pusing, karena ada beberapa wanita yang menjadi teman tidurku, merengek-rengek memintaku untuk menjadikan mereka sebagai kekasih. dan ada beberapa wanita yang juga menginginkan komitmen yang tidak akan pernah bisa aku berikan kepada mereka, menurutku komitmen dengan para wanita hanya akan membuat ku seperti tercekik dan terpenjara, banyak aturan dan drama-drama yang membuat ku muak. dan dulu aku pernah, sekali, memberikan sebuah komitmen pada seorang wanita, Namun berakhir dengan penghianatan,
Aku menatap diriku sendiri lewat cermin besar, tatapan dingin dan wajah kaku itu, dulu tidak pernah ada, yang tersirat hanya sebuah tatapan cinta dan senyum bahagia, dan tidak pernah pula dalam hidupku untuk selalu berganti-ganti wanita, karena hanya ada satu wanita dalam hatiku, yang selalu membuatku merasakan jatuh cinta setiap harinya. namun semua itu sekarang telah terkubur rapat dalam hatiku, aku bersumpah tidak akan pernah kembali jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Bahkan perjalanan bisnis keluar negeri seperti ini pun, hanya sebuah alasan bagiku untuk tidak menetap lama di suatu tempat. dan dari semua negara yang pernah aku singgahi, aku tidak pernah menyangka kalau Jakarta akan menjadi tempat paling berat untuk kukunjungi.
Namun seberat apa pun, aku harus kembali kesana. karena banyak ribuan karyawan yang membutuhkan ku, agar mereka bisa tetap bekerja dan memberikan nafkah pada keluarga mereka.
Sekali lagi, sebelum aku meninggalkan hotel ini, aku menatap kearah wanita berambut ikal berwarna coklat, yang masih tertidur berbalut selimut, tidak ada ucapan selamat tinggal, tidak ada ciuman selamat jalan, atau tidak ada pertukaran nomor ponsel, karena setelah ini, kami tidak akan pernah bertemu kembali.
ku langkahkan kaki ku, dan membuka pintu hotel lalu menutupnya kembali.
I think, I'm Ready to go back jakarta, a country that has left my Life broken and heart broken
YOU ARE READING
Love Line
RomanceWarning : 18 ++ Meet David Sebastian Pengusaha 37 tahun yang sangat membenci kota jakarta, karena luka masa lalu yang masih tersimpan di hatinya. Si pria yang paling anti dengan komitmen dan selalu berpetualang dari satu wanita ke wanita lainnya. Hi...
