🕊️MY IDOL 🕊️

13 7 2
                                    

A story by : Deswitasari
Deswita816

tengah berdiri menghadap pantai sambil memegangi kue ulang tahun dengan lilin yang menyala. Yah, dia sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 20 tahun seorang diri.

"SEMOGA FREYA BISA MENJADI ORANG LEBIH BAIK KEDEPANNYA. AAMIIN." Freya berteriak dengan keras.

Pantai telah sepi, sudah tengah malam.
Saat hendak meniup lilin, tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang, membuat mukanya berlumuran kue.

BRUK!

Freya syok. Belum sempat berkata-kata, tangannya langsung ditarik orang tersebut dan dibawa bersembunyi di balik pohon.

"Huft! pergi juga tuh tua bangka," gumam orang itu.

Ia spontan menoleh ke arah Freya, orang yang ia tabrak tadi. "Astaghfirullah, setan!" Orang itu kaget melihat wajah Freya. Freya sendiri sulit melihat karena matanya sedikit rabun karena kue.

"SETAN NDASMU!"
Freya mengambil air mineral dari tasnya kemudian membasuh wajah hingga bersih. Saat ingin menyemprot sang pelaku, ia terbelalak.

"IQBAL RAMADHAN! ASEDEPAK. PINGSAN JANGAN?!"

"Ya jangan, lah. Gue biarin lu, kagak gue tolong," tukas Iqbal.

"YA ALLAH, HADIAH ULANG TAHUNNYA INDAH BANGET!" Freya mengeluarkan ponsel dan pulpen dari tas.
"Minta foto bareng sama tanda tangan, dong, Iqbal."

Iqbal berpikir sejenak.
"Boleh, tapi ada syaratnya." Iqbal menyeringai.

"Yaelah pelit, Ngab," gumam Freya. "Apa tuh syaratnya?"

***

Iqbal menghempaskan tubuhnya ke kasur, kemudian menoleh ke arah Freya.
"Lu tinggal sendirian?"

"Ho'o, ini villa keluarga gue di Bali," jawab Freya.

"Ooo, nggak apa-apa, kan, gue tinggal di sini sementara?"

"Nggak apa-apa banget, lah!"

"Oke, gue mandi dulu." Iqbal mengambil handuk dan baju yang sempat Freya belikan tadi.

Freya deg-degan menunggu pintu terbuka, ia sudah tidak sabar melihat Iqbal keluar dengan sexy. Astaghfirullah.

Cklek!

Pintu terbuka menampilkan Iqbal dengan baju pink.
"Yahhh, penonton kecewa." Freya bersorak kecewa. Iqbal mengernyit.

"Kenapa lu?"

"Aish, kirain Iqbal keluar pake handuk terus air bercucuran gitu, jadi sexy cok.

HUWAAA ... NGGAK BISA LIAT ROTI SOBEK!" teriak Freya membuat Iqbal terbelalak.

"Astaghfirullahalazim, otak lu perlu dikucek. Udah, keluar sana." Iqbal mendorong Freya hingga keluar, lalu ia kembali merebahkan tubuh ke kasur.
Iqbal tersenyum mengingat kelakuan Freya, kemudian ia tertidur pulas.

***

Freya dan Iqbal jalan-jalan menyusuri Bali dengan masker dan topi. Mereka menghabiskan waktu bersama, dan berakhir di pantai.
Mereka duduk berselonjor menikmati angin pantai yang menyerpa.
Iqbal menatap Freya intens dari samping, rambut gadis itu bertebrangan tertiup angin. Merasa di perhatikan, Freya balik menatap Iqbal membuat tatapan keduanya saling mengunci.

"Do you want to be my girlfriend?"

Freya mengerjap mendengarkan perkataan Iqbal.

"Ha—h?" tanya Freya gagap.

CERPENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang