HAPPY READING!!!
Seorang gadis remaja sedang duduk di kursi belajarnya. Gadis itu bernama Auliya Azahra, gadis cantik dengan sejuta tuntutan. Ia mengorbankan masa remajanya dan menomor duakan egonya demi memenuhi tuntutan orang tuannya. Sebagai anak satu-satunya dikeluarga Maheswara membuat dia harus memenuhi banyak tuntutan.
Auliya sedang duduk di meja belajarnya menghadap jendela kamarnya sambil memikirkan nasibnya, ia ingin hidup seperti remaja-remaja lain yang seusia dengannya. Bukan sibuk memenuhi tuntutan keluarga besarnya.
"Kapan aku bisa hidup kayak mereka?" ucap Auliya menatap jendela rumahnya yang memperlihatkan dua anak remaja sedang jalan-jalan sore bersama.
"Bisa jalan-jalan bareng, bisa hangout bareng, nonton bareng, belajar bareng sama teman" tambah Auliya.
"Kayaknya itu gak bakalan pernah terjadi deh," tambah Auliya lagi sambil tersenyum nanar.
Auliya pun kembali menatap bukunya dan melanjutkan kegiatan belajarnya yang sempat tertunda.
TOK!!TOK!!TOK!!
Mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya Aliya pun berdiri dan bergegas membukanya.
"Lama sekali bukanya?" tanya Ayah Auliya, Bagus Maheswara dengan muka datarnya.
"Maaf Yah, tadi Auliya sedang mengerjakan tugas sekolah, ada apa Yah?" tanya Auliya dengan lembut.
"ADA APA KATAMU, KENAPA BISA NILAIMU TURUN?" bentak Ayah sambil menunjuk kertas hasil ulangan hariannya kemarin.
"APA INI KARNA NOVEL-NOVEL TAK BERGUNAMU ITU?!" bentak Ayah sambil menatap Auliya dengan tajam.
"Maaf Yah, kemarin aku kurang fokus jadi ada beberapa pelajaran yang sulit buat Auliya pahami Yah!" terang Auliya dengan menunduk karna takut Ayahnya kembali murka.
"Makanya kalau belajar itu yang serius jangan cuma main-main!" ucap Ayah sedikit membentak.
"Maaf Yah, kali ini Auliya akan belajar dengan serius kok," kata Auliya sambil menahan air matanya agar tak terjatuh.
"Kalau sampai nilai kamu turun lagi, Ayah nggak akan segan-segan bakar novel-novel kamu itu!" ancam Ayah memperingatkan dengan sedikit bentakan.
"Iya Yah," ucap Auliya dengan pasrah.
Setelah Bagus keluar Auliya pun segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Setelah selesai mengunci pintu Auliya pun kembali ke meja belajarnya dan menangis disana.
" Hiks ... hiks ... hiks ...." suara isak tangis Auliya.
" Kenapa hanya aku yang selalu dituntut hiks ..., kapan mereka mau menuntunku bukan menuntutku lagi hiks ...," ucap Auliya dengan sedikit isak tangisnya.
______________________________
Menangislah jika itu bisa membuatmu lega,
Tapi jangan lupa juga,
Kamu masih punya aku,
Kamu bisa berbagi kesedihanmu denganku,
Kamu bisa bersandar dipundakku.
~Abi~
_______________
STAY SAFE ALL!
SEE U NEXT CHAPTER
MAAF MASIH BANYAK TYPO
YOU ARE READING
Rapuh
Historical Fiction[ Don't forget to follow, vote and comment ] HAPPY READING !!! Auliya Azahra adalah seorang remaja yang selalu berusaha memenuhi tuntutan orang-orang di sekitarnya termasuk orang tuanya. Ia mengorbankan masa remajanya demi tuntutan orang tuanya. "T...
