Saat matahari menghilang di sisi Barat Kota Bogor, masjid dan mushallah bersahutan mengumandangkan adzan.
Sesekali terdengar suara sirine polisi bising dan memaksa pengendara yang memadati jalan untuk minggir sedikit, mengizinkan rombongan presiden yang hendak kembali ke istananya di Bogor.
Di sebuah kamar kost-an lusuh tak bercahaya. Duduk tak beralas di atas lantai, di samping ranjang kamar berantakan itu, seorang gadis yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
"Kini waktunya membuktikan bahwa aku bukan sekadar gadis galau, yang melarikan diri dari paksaan nikah ayah tiri ku."
"Di sini tempat ku, pada sebuah bilik kecil di lantai dua sebuah kontrakan murah di Kota Bogor. Aku yakin detektive swasta termahal pun tak akan menemukan ku di sini."
Ungkap gadis itu menilai dirinya sendiri. Seorang gadis perawan manja yang kini berubah menjadi lebih berani dan siap menghadapi segala rintangan dalam hidup.
"Di sana, ayah tiri itu pasti sedang kebingungan sekarang. Mencari anak tiri tumbal kekayaannya yang tak ada di setiap hotel, atau penginapan mewah di Jakarta."
"Mereka benar-benar tidak akan menyangka aku memilih tinggal di bilik lusuh dan kumuh ini."
Sudah 1 bulan ini Diana menghilang dari kediaman ibu dan ayah tirinya di Jakarta.
Diana membulatkan tekatnya melarikan diri dari rencana perjodohan ibu dan ayah tiri itu kepada seorang pria yang belum ia kenal.
Menurut cerita si Ayah tiri, pria itu pria baik-baik, ia seorang pengusaha kecil. Anak seorang pejabat.
Tak sempat Ayah tiri itu menyampaikan nama sang calon perjodohan, Diana berpamitan hendak ganti baju.
30 puluh menit kemudian, setelah tak kunjung turun dari kamarnya di lantai 2, ibunya Herawati mendapati kamar gadis itu sudah kosong, dengan jendela terbuka.
Diana adalah gadis manja yang memiliki prinsip kuat atas bebagai hal. Prinsip utamanya adalah, 'tidak mau di atur-atur", ia harus memutuskan sesuatu atas dasar kemauannya sendiri.
Kehidupan Diana menurut kebanyakan orang adalah kehidupan sempurna.
Kuliah di kampus ternama di Jakarta, kemana-mana pakai mobil mewah, pakaian lusuh langsung di buang dan beli yang baru.
Sebuah komentar di sosial media nampaknya cukup menjadi gambaran, saat Diana membeli sepatu, di fotonya, dan ia unggah ke sosmed.
"Wahhh sepatu begini, agak sinting yah beli! Kalo gue, mending buat beli mobil atau biaya kuliah.. Njirrrr..."
Karena prinsipnya juga yang membuat Diana tak lagi semewah itu 1 bulan belakangan ini.
"Dinding kotor ini, toilet bau itu, dan setiap keburukan yang harus aku terima ini, berawal dari Satrio, ayah tiri kejam haus harta."
"Dua bulan lalu ia berusaha menjodohkan ku pada seorang pria kaya raya, saat terlihat usaha Satrio mulai goyah."
"Dia pikir bisa memanfaatkan diriku, demi mendapat dukungan modal baru dan menyelamatkan perusahaannya."
"Tidak"
"Tentu tidak seperti itu permainannya."
Ada benernya juga siy omongan gadis ini. Tapi, apa harus kita memaknai omongan gadis dalam keadaan mabuk dan dibawah pengaruh narkoba?
"Entah mengapa ibu benar benar mencintainya. Ia bukan pria baik menurut ku."
Terlintas wajah sang ayah tiri di pikiran gadis mabuk ini.
YOU ARE READING
Most Wanted Lover [COMPLETED]
RomancePutri lari dari perjodohan paksa ayah tirinya. dia memilih Bogor sebagai tempat persembunyian, sambil ia menyelesaikan semester akhir kuliahnya. Putri merasa terlalu muda untuk menikah, dan belum mau membuka diri pada laki-laki. Ini adalah kisah pah...
![Most Wanted Lover [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/254838192-64-k513701.jpg)