PROLOG

26 3 0
                                        

“ Awww gimana sih!! Jalan pakai mata!!” ucapku dengan penuh emosi.

“ Maaf maaf aku gak ngeliat tadi,” ujar pria yang tak sengaja menabrak ku

Aku terdiam sejenak seakan di hipnotis oleh ketampanannya. Ya... Dia Rizal Anak 7A, anak pengusaha dan donatur di sekolah ini

“ Hei.. Hei... Halllooo???” Dia berusaha membangunkan ku dalam halusinasiku

“ Eh. Iya gpp kok, maaf tadi sempet marah sama kamu. Oh iya, kok gak masuk? Memangnya gak ada guru?” Aku berusaha membuka percakapan untuk mencairkan suasana

“ Ada guru kok, ini mau masuk jam bahasa Indonesia, mau manggil pa Bambang di ruang guru, Ikut yuk anterin aku, “ dia menarik tanganku agar aku mau menemani dia menuju ruang guru

Seketika hati ku seperti ditanami bunga bunga indah. Siapa yang sangka aku yang hanya gadis biasa, sedang bergandengan tangan dengan idola sekolah yang sangat tampan.

“ Ayu makasih yah udah mau nganterin aku manggil pa bambang, oh iya maaf yang tadi yah,“ ujar dia sembari melontarkan senyuman manis dari bibir kecilnya.

“ Iya sama sama Rizal, aku juga minta maaf yah udah kasar sama kamu tadi,“ jawabku gugup karena melihat senyum tampannya.

Aku dan Rizal berpisah di depan tangga, ya kelas kami memang cukup jauh. Rizal murid pintar yang menempati kelas 7A, dan Aku? Hanya sebagai murid biasa di kelas 7F.

“ Mimpi apa aku semalem.. Tangan ku digandeng Rizal idola semua cewe disini. Mungkin saja aku bisa berjodoh dengannya suatu hari,“ aku melamun sembari tersenyum lebar.

Tak terasa pak Hasan menyadarkan ku dalam lamunan khayalan ku bersama Rizal.

“ Ayu. Ngapain disini? Masuk kelas atau saya tidak absen kamu!!“ ujar pa Hasan sembari menepuk pundak ku

“ Iya pak maaf, saya segera kembali ke kelas,“ aku berlari menuju kelas dengan secepat kilat.


Hai.. kenalin namaku Ayu putri Cantika . Aku berbeda dengan anak perempuan yang lainnya, ya tomboy ungkapan yang lebih tepat di lontarkan kepadaku. Aku bersekolah di sekolah internasional ternama di kota ku, walaupun aku sebenarnya tidak terlalu pandai, tapi kedua orang tua ku memaksa Ki untuk bersekolah disini. Aku tidak memiliki banyak teman hanya 1 orang sahabatku yang selalu mengerti tentang ku, dia Fariz tetangga komplek rumah ku. Aku dan dia sudah akrab sejak TK, orang tua Fariz sangat dekat dengan orang tua ku. Sampai kami di tuduh pacaran oleh tetangga julit komplek, tapi itu sudah biasa. Aku tidak menyukai pelajaran matematika sedangkan Fariz, dia sangat pandai dengan pelajaran mematikan itu. Uhhh ternyata ada juga manusia yang menyukai pelajaran mematikan tersebut. Tapi untungnya orang tua ku tidak mempermasalahkan anak perempuannya tidak pandai matematika, ya karena bagi mereka semua anak mempunyai bidan keahliannya masing masing gak harus pelajaran formal kan??. Itu lah yang membuat aku sangat menyayangi mereka, karena mereka selalu mensupport aku apapun pilihan yang aku mau.

“ Hufft... Untung jalan ku lebih cepat dari Pa Hasan,“ sambil menghela nafas panjang.
Aku bergegas menduduki bangku dan mengeluarkan buku sejarah dari dalam tas sekolah ku
“ darimana aja? “ ucap Fariz dengan nada terheran heran.
“ Ohh aku tadi hab...” ucapaan ku terpotong oleh kedatangan Pa Hasan guru killer di sekolah kami.
“ Nanti dilanjut lagi kalau istirahat” Fariz berbisik kepadaku .

MY LIFE MY SCHOOL [ HIATUS ]Stories to obsess over. Discover now