Terkirim sebuah pesan singkat. Menjelma dering notifikasi seketika. Dari sekian banyaknya kontak, pesanmu adalah yang paling sering ku nantikan.
Hanya saja, aku juga sering berpikir jika pesan darimu tidak akan pernah datang. Semakin ku tunggu, semakin terlihat tidak mungkin.
Dalam deretan tak terhitung jumlah grup dan pesan yang masuk didalamnya. Berbanding terbalik dengan pesan darimu yang bahkan satu kata saja pun tidak ada.
Tidak jarang aku membuat status dan mengira kamu akan membalasnya. Sayang, itu hanya sekedar hal bodoh yang sungguh mustahil akan terjadi.
Ketika aku sedikit saja menaruh harap pada itu, maka ketidakmungkinan itu terasa begitu nyata. Namun ketika aku tidak berpikiran apa-apa sebelum membuatnya, tiba-tiba saja kamu merespon dengan huruf ataupun hanya sekedar emoji tawa.
Andai saja kamu tau, sesenang itu aku ketika mendapat notifikasi darimu. Wajar memang kamu tidak tau, karna kamu ya hanya menganggap notifikasi dariku sama seperti yang lainnya.
Aku tidak tau, apakah jika aku mengirimkan pesan atau membalas statusmu, kamu akan senang dan tersenyum. Begitulah yang kurasakan jika misalkan kamu melakukan hal itu.
Ternyata lucu juga ya, cuma dari ketikan jari saja, aku bisa terbawa perasaan. Apa ini karna aku mengetik dengan jari tapi juga melibatkan hati? Sepertinya begitu.
Kini dering notifikasi yang dulunya sering hadir, telah usai bak hujan yang hanya sebatas lewat atau mampir.
Mungkin hari ini, esok, atau sampai kapanpun itu, notifikasi darimu benar-benar tidak akan lagi ku terima. Aku berterimakasih atas pesan yang pernah kau kirimkan padaku dulunya.
Bagaimanapun juga, pesan darimu pernah berada diantara tumpukan pesan lainnya yang bahkan tidak pernah ku buka.
Pesan darimu juga pernah selalu berada di baris paling atas karna hanya denganmu saja aku paling sering saling berbalas.
Meskipun aku tau, kita hanya sekedar berbalas pesan. Bukan berbalas perasaan. Dan aku sadar, aku saja yang terlalu berlebihan.
Maafkan aku ya, karna aku pernah menyukaimu lewat perantara maya. Sekarang, aku harus menganggap sama semua notifikasi yang muncul.
Tidak ada lagi yang namanya spesial. Karna notifikasi mu sudah punah dan hilang. Aku harus bersikap biasa saja terhadap segalanya, terhadap pesan, yang mungkin akan ku terima.
Walaupun itu darimu, aku harus tetap menganggapnya sebatas pesan biasa. Sudah terlalu sering mulut ini tersenyum salah tingkah. Sudah terlalu sering hati ini terlibat didalamnya.
Waktunya untuk merefresh semuanya. Yang lalu biarlah menjadi kenangan. Tidak tau kedepannya akan seperti apa, jalani saja.
---
RF
YOU ARE READING
Menjaga ~
Non-FictionSaya menulis ini berdasarkan apa yg ada dibenak saya, saya bukan penulis handal, saya hanya suka menulis sesuatu secara asal, secara tak sengaja. Ini tulisan mungkin dianggap bucin untuk sebagian orang, tapi beginilah saya, soal rasa saya tidak bisa...
