Arunika Bentala

13 4 0
                                        

Arjuna terpana, menatap Jenggala rimbun di hadapannya. Serpihan kirana menyeruak masuk melalui celah pepohonan. Seolah membeku dalam gerbang masuk gunung itu. Dingin bercampur hangatnya surya mentari bagai pembakar semangat pemuda yang tengah berhadapan dengan takdir. Perlahan melangkahkan kaki menelusuri pepohonan tinggi. Berusaha mencari titik terang dalam pendakian.

Senjakala meraung, menandakan waktu istirahat. Hanya tinggal beberapa pos saja ia berhasil menaklukkan gunung itu. Bersama ketiga rekannya ia mendirikan tempat berlindung. Arjuna mengambil sebongkah korek api, membuatnya menghasilkan pijar yang membakar ranting kering. Api telah terbentuk, berusaha menghangatkan suasana.

Gulana dan gulita bersatu, membawa gundah akan hari esok. Pada akhirnya candramawa datang. Apakah esok akan menjadi indah?

Kicau burung mengawali hari, bagai lantunan melodi indah. Empat sekawan berjalan mendaki kembali. Menelusuri rimbunan jenggala.

Langit tak lagi berwarna jingga, mentari mulai tepat berada di atas kepala. Arjuna dan kawanannya berhasil mencapai kulminasi tertinggi. Manik coklatnya menatap awas setiap jengkal yang ia lalui. Terpana, sebuah lazuardi menarik perhatian dirinya. Sedikit membungkuk, ia berhasil mendapatkan barang itu. Sungguh indah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 07, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pijar AksaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang