1

5.8K 274 15
                                        

Halooo selamat datang di dunia oren dimana semua ketidak mungkinan jadi mungkin
.
.
.
.
.

"Kak Taeyong aku titip dia sama kakak ya kak, jagain dia kak anggep aja dia anak kakak, aku capek kak aku mau istirahat-"

Chitta menghela napas berat, ia sudah muak dengan dunia yang selalu mempermainkan dirinya dia rasa hidup 27 tahun di dunia yang tidak adil ini sudah cukup

"-selamanya..."

tuuuuuuuuttttt

Bunyi elektrokardiograf memenuhi ruangan tangis yang kencang juga ikut mengiringi, Taeyong sedari tadi menggenggam tangan adik kandung nya itu, tidak ia tidak bisa ditinggalkan oleh Chitta, Chitta adalah satu-satu nya harta yang ditinggalkan mendiang orang tua nya.

🐚🐚🐚

"Ten ayo berangkat udah hampir telat loh" kata Taeyong sembari menyiapkan bekal untuk keempat anak nya

Ten memang bukan anak kandung Taeyong tapi ia menyayagi Ten sama seperti anak nya yang lain, karena Chitta ibu kandung Ten sendiri yang sudah menitipkan Ten pada Taeyong sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya

"Sebentar bunda ini nunggu Mark nya lama banget di kamar mandi" sahut Ten dari depan kamar mandi

Sudah rutinitas keluarga Jung kalau mengantri di kamar mandi bukan karena mereka kekurangan kamar mandi namun karena kamar mandi milik Mark adalah kamar mandi kesukaan semua anak Jung

Ten dan Mark sudah rapi dengan seragam sekolah menengah

"Loh bun Jeno sama Sungchan mana?" tanya Mark

"Udah berangkat tadi gak tau tuh Jeno pengen banget dateng ke sekolah pagi-pagi" kali ini bukan Taeyong yang menjawab tapi Jaehyun

"Makanya nanti bunda titip ya kasih ke Jeno sama Sungchan bekel nya"

"Siap bun" jawab keduanya serempak

🐚🐚🐚

"Sudah siap semua? Mark kalau didepan sabuk pengaman nya di pake dong" kata Jaehyun

"Tau tuh si Mark"

"Iya iya" jawab Mark malas

Sekarang mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah dimana Jaehyun selalu menurunkan anak-anak nya disana

"Daa~ Ayah nanti jemput jam 3 kayaj biasa ya" pamit kedua anak nya itu

Ten dan Mark sudah berpisah Ten menuju kelas nya kelas kelas 9 dan Mark menuju kelas 7

"Hai Ten oh apakah kau sudah mengerjakan tugas dari guru Park?" sapa Kun sahabat Ten sejak sekolah dasar dan beruntung nya Ten mereka tidak pernah pisah kelas hingga saat ini

"Hai Kun, untuk apa mengerjakan tugas dari nya? bukan kah selama ini dia tidak pernah memeriksa tugas bukan?"

Dan benar saja Tuan Park Baekhyun hanya mengajarkan materi biologi tanpa menagih tugas apapun

"Hah lelah nya mengajar aku ingin menjadi pengangguran saja toh uang suamiku juga mengalir" keluh nya sembari membenarkan kursi nya

About You || johntenPříběhy, které tě pohltí. Začni objevovat