00.00

205 11 14
                                        

HEH BONGSOR CEPETAN!!" Teriakan itu terdengar cukup nyaring diarea komplek perumahan yang cukup hening.

"Bentar elah, bang. Tuh kan ah banyak yang ketinggalan, gara-gara lu si, ah." Keluh Ricky sedangkan orang yang disampingnya tak menanggapi.

Pria disamping Ricky terus fokus dengan jalanan yang mulai sepi. "Makannya jangan insom mulu. Lo gak liat mata lo item kek zombie? Eh btw lo nanti langsung ke lapangan aja ya? gue gak bisa nganter lo sampe lapangan" Ricky ter kekeh mendengar penuturan  pria yang ia sebut dengan abang.

"Sok sibuk lu bang. Lagian gue bukan anak Sd lagi yang harus dianterin sampe masuk kelas"

Tak terasa perjalanan mereka sudah berakhir. Ricky turun dari mobil kakaknya. "Hati-hati. Ini hari pertama kamu jangan pecicilan, inget pesan gue waktunya istirahat lo makan, waktunya belajar lo belajar! Jangan cari gara-gara dihari pertama ka-"

"Ia abang Gara ganteng, yang gantengnya ngalahin si jamet tetangga"Ricky mengatakan itu dengan tangannya yang ber posisi-di kedua telinganya.

Gara, pria itu Gara. Ia tak membalas ucapan adiknya. Menurutnya itu tidak berguna dan hanya nembuang-buang waktu. Ia hanya merespon ucapan adiknya dengan tersenyum menampakan deretan rapi nan putih giginya.

Setelah dilihat remaja berdagu belah itu memasuki area sekolahan Gara kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

                                   ※※※※※

Ricky mengeluarkan semua barang yang seniornya minta dari tas hitam nya. Semua siswa dan siswi sudah berada didalam barisan. Hanya Ricky yang belum memasuki dan bergabung dengan barisannya.

Ia terus mencari barang yang sangat penting dihari senin. Seorang remaja wanita sepantaran dengan Ricky menghampiri Ricky. "Kenapa?"

"Eh? i-ini anu emm itu t-topi gue ketinggalan." Jawabnya kikuk, tak lupa dengab tangan yang menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal.

'Kenapa gugup si, anjir. Kek ketemu setan tau gak?' Monolognya dalam hati.

Remaja itu mengulurkan topi miliknya kepada Ricky, Sontak ia menolak 'Tuh cewek begok atau gimana si?' Fikirnya. "Nih, ambil aja." ucapnya.

"Terus lo gimana? lo bisa dihukum" Bukannya tak ingin menolak, hanya saja Ricky tak enak. Bagaimana bisa ia nerima gitu aja dari orang asing. Bahkan baru pertama kali ia melihatnya.

"Ambil aja" Dengan terpaksa ia menerima topi itu.

"Terus lo gimana?"Ia benar-benar tak enak hati. "Jangan fikirin aku, kamu ambil aja. Aku gak bakal ikut upacara kok"Ucapnya setelah itu ia meninggalkan Ricky yang masih mematung.

"HEY KAMU! CEPET BARIS! DISINI BUKAN TEMPAT PACARAN" Tegas seorang staf keamanan sekaligus seniornya.

"Yehhh, siapa juga yang pacaran? so toy lu. Mentang-mentang senior seenaknya aja sama junior" Ucap Ricky pelan namun masih bisa didengar oleh perempuan didepannya.

"Sebaiknya kamu jangan cari gara-gara sama senior. Nanti dihukum, Yaudah aku pergi dulu oya nama aku Via"

"m-makasih ya, Fia" Dengan ragu Ricky mengatakan itu.

Ricky sudah memasuki barisan dan kini matahari semakin diatas menbuat semua orqng yang ada dibawah sinar matahati itu terus mengibas-ngibaskan bajunya.

Sedangkan pembina apel terus berpidato dengan pandangan yang saling bertukar kanan, kiri, dan depan. Anak-anak lainnya menghela nafas begitu juga dengan Ricky setelah upacara pembukaan Apel selesai.

Semua Calon siswa digiring oleh seniornya menuju aula sekolah untuk mendengarkan materi.

Ricky merasa sudah tidak tahan lagi, sudah hampir 2jam ia menahan perutnya yang sudah sakit akibat menahan kencing. "K-kak!" Panggilnya kepada kakak seniornya.

"Kenapa?" Tanya salah satu panitia inti.

"Izin ke toilet ya, gak kuat suer" Ucapnya sambil melakukan aegyo. "Yaudah jangab lama! awas kalo ketauan malah kekantin"

Ricky melangkahkan kakinya keluar dari toilet setelah itu ia berjalan pelan. Namun, saat ia akan melangkah kan kembali kakinya ia mendengar suara aneh dari arah toilet wanita.

Ricky diam-diam mengintip dan

"Heh apa yang kalian lakuin?"Tentu saja suara Ricky mengagetkan beberapa perempuan yang berada didalam toilet itu menoleh dan membulatkan matanya sempurna.

"KALIAN NGE BULLY?" Teriak Ricky sangat keras sehingga beberapa wanita yang sedang membuly  seseorang pun menghampiri Ricky.

"Punya hak apa lo ngelarang gue? lo gak tau siapa gue? gue anak dari kepala sekolah disini! Tutup mulut elo atau lo bakal ber urusan sama gue! camkan itu"Ucap wanita yang mengaku sebagai anak dari kepala sekolah itu.

"Ngapain gue tau tentang elo? Gak penting aji*g" Balas Ricky lalu menghampiri seorang wanita yang tadi dibuly.

"Lo gak papa? e-eh? loh Via kamu gak papa? kenapa gak ngelawan?" Tanya nya sambil berusaha membangkitakan tubuh Via yang sudah basah kuyup.

"M-makasih. Aku akh"

"Via kamu kenapa? ayo gue anter lo ke UKS!" Ricky mengendong Via tak perduli jika nanti bajunya juga ikut basah.

"Harusnya tadi kamu gak nolong aku" Ucap Via sedangkan Ricky bertanya-tanya di benaknya. 'kenapa?'

"Lo udah nolong gue, jadi gue juga harus nolong lo" Via menggeleng "Gak, aku cuma cewek miskin yang dapet beasiswa sekolah disini. Aku sadar aku-" oke sekaranv Ricky tau permasalahannya. Dengan cepat ia memotong ucapan Via.

"Emang gak boleh ya orang miskin sekolah disini? lagian harusnya mereka bangga sama elo"

"Kamu pasti Jijik kan, sama aku?" Tanya Via "Kenapa harus Jiji? lo cantik, lo baik, dan lo pinter. Lo mau kan jadi temen gue?" Via terdiam. Benarkan? apa ini bukan mimpi? pria setampan dan setajir dia mau temenan sama aku yang notabe nya aku anak miskin?' kira-kira itu yang di dalam benak Via tanyakan.

"T-tapi- "

"oke fiks kita temenan. Bentar lo diem dulu jangan kemana-mana! gue mau beli makanan sama minuman, emm lo pake almamater gue aja. Pasti kedinginan" Via ingin menolak, tapi sepertinya itu akan sia-sia.

Ricky keluar dari dalam UKS dan menuju ke kantin. "HEY KAMU!? KENAPA MALAH JAJAN?HAH?" Sial, Seniornya naik darah.

"Eh i-iya kak, laper. Saya belum sarapan kalo saya pingsan emang kakak mau tanggung jawab?" Tanya Ricky kepada seniornya.

"Alasan saja. Cepat kembali ke Aula dalam waktu 5 menit" Dengan cepat Ricky keluar dari area kantin menuju UKS dengan tergesa-gesa dan menulikan pendengarannya dari orang-orang yang sedang naik darah.

Suara debugan dari arah pintu UKS terdengar sangat nyaring didalamnya yang memang sedang hening.

"Ini buat temen, dimakan ya, temen?!" Ricky bergegas kembali ke aula tanpa memperdulikan muka blang Via dan salahsatu penjaga UKS.

※※※※※

"BAGUS! DARI MANA AJA KAMU? MINTA IZIN KETOILET MALAH PERGI KEKANTIN! ENAKNYA DIAPAIN GUYS?" Tanya Kevin si ketua inti yang mukanya songong.

"Push up 100x" Ricky bisa saja menyela, tapi ini semua demi Via. Dia gak boleh bocorin soal Via yang dibuli, bisa-bisa Via dan dirinya kena masalah.

Mau tidak mau ia melakukan hukumannya.

"HITUNG!"

























Next?

01 Januari 2021

The World of RiVia (On Going)Des histoires addictives. Découvrez maintenant