Hai, ini cerita pertama aku. Maaf kalau ada banyak kesalahan atau kekurangan. Jangan lupa vomment yaa, selamat membaca! >v<
***
Namaku Park Daehee. Nama itu membuatku dijodoh-jodohkan dengan Park Jimin, teman SMA ku oleh teman-teman satu SMA Kami. Itu karena Aku dan Jimin memiliki marga yang sama.
Aku merupakan anak dari seorang pengusaha yang telah bangkrut beberapa tahun yang lalu karena kasus penipuan. Ibuku telah tiada sejak Aku usia 8 tahun. Ayahku juga memiliki penyakit stroke ringan sehingga Ia tak dapat bekerja kembali. Ini benar-benar dikarenakan oleh sekretaris kepercayaan ayahku yang merebut semuanya dari Kami. Maka dari itu Akulah yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini. Untungnya pamanku sangat baik sehingga Aku diperbolehkan bekerja ditempatnya.
Penampilanku tidak jauh beda dengan wanita pada umumnya. Aku selalu mengepang rambutku seperti Elsa. Itu sangat nyaman bagiku. Aku tidak terlalu tinggi, tinggi badanku hanya sekitar 156 cm dengan badan yang cukup ideal. Kulitku putih kemerah merahan dan Aku memiliki lesung pipi dibagian kiri pipiku. Biasanya Aku memakai kemeja dengan lengan dilipat dan celana jeans juga sepatu Converse berwarna putih. Aku hanya memiliki dua pasang sepatu, satunya lagi berwarna merah. Hadiah ulang tahunku dari Soobin, sepupuku.
Saat itu Jimin ternyata memang memiliki perasaan untukku. Dia melakukan banyak hal untukku dan itu membuatku membalas perasaannya. Selain itu, Dia juga memiliki tampilan yang menarik. Siapa yang tidak terpukau dengan pesona Park Jimin?.
Akhirnya Kami berpacaran, tetapi hubungan itu tidak bertahan lama karena kedatangan Kim Dahyun.
Kim Dahyun adalah teman Jimin sejak kecil. Mereka tumbuh bersama dan tanpa disadari Dahyun ternyata memiliki perasaan lebih terhadap Jimin. Mereka sudah berpisah sejak SD, namun Ia kembali ke kehidupan Jimin saat Kami duduk di bangku kelas 3 SMA. Tepatnya setelah 2 tahun Aku dan Jimin berpacaran.
Kedatangan kembali Dahyun ke kehidupan Kami sangatlah membuat hubungan Kami selalu berantakan. Dahyun selalu mencari perhatian Jimin dengan melakukan segala cara. Meskipun kutahu perhatian yang diberikan Jimin untuk Dahyun hanya sebatas kakak dan adik, namun Aku merasa selalu dinomor dua kan dan Aku sudah tidak tahan lagi.
Setelah Aku lulus SMA, Aku memutuskan untuk berpisah dengan Jimin, Aku tidak ingin jika terus dinomor duakan. Memang Ia tidak rela jika kami berdua putus, tetapi kadang Jimin terlalu memberikan perhatiannya kepada Dahyun.
Kini Aku bekerja di salah satu kafe milik sepupuku, Soobin. Aku memilih bekerja disana karena suasananya sangat nyaman, Aku betah sekali melayani pembeli disana.
- Terkadang, masa lalu merupakan penghambat terbesar dalam menghadapi masa depan. -
YOU ARE READING
Diary Seven
FanfictionAku tak tahu aku harus berbuat apa. Dikelilingi banyak pria sepertinya merupakan suatu kelemahan bagiku, karena aku tak bisa mengatur perasaanku sendiri. Aku sangat mudah untuk terbawa perasaan meskipun sepertinya orang hanya bersikap baik padaku. S...
