- KOKORONASHI -

184 26 3
                                        

« ねぇ、もしも全て投げ捨てられたら , 笑って生きることが楽になるの? »

𝑺𝒂𝒚, 𝒊𝒇 𝒆𝒗𝒆𝒓𝒚𝒕𝒉𝒊𝒏𝒈 𝒘𝒂𝒔 𝒕𝒉𝒓𝒐𝒘𝒏 𝒂𝒘𝒂𝒚, 𝒘𝒐𝒖𝒍𝒅 𝒍𝒊𝒗𝒊𝒏𝒈 𝒘𝒊𝒕𝒉 𝒂 𝒔𝒎𝒊𝒍𝒆 𝒃𝒆 𝒆𝒂𝒔𝒊𝒆𝒓?

"-da-kun.."
"...Hamada-kun"

"Asahi-kun!"

Kedua iris mata sang adam mengerjap, mencoba untuk tak merasa terganggu dengan cahaya dibalik punggung yang terbias.
Sosok gadis berpipi gembil berdiri dihadapan nya dengan wajah tersenyum, tiupan angin yang membelai lembut helaian panjang rambut sang gadis terlihat bagai slowmotion dimatanya.
Desahan pelan terdengar didetik kemudian, laki-laki berkulit pucat mengalihkan pandangan ;

"Silau."

Bukan teradiasi oleh pesona gadis yang lebih pendek, hamada asahi hanya membenci mentari pagi yg menusuk mata.

"Uh? Padahal itu bagus untuk kesehatanmu."

Menaruh tiga kotak bekal dimeja dan mendudukkan diri; berinisiatif. Mengerti bahwa asahi tak akan pernah menawarinya untuk duduk.

"Takata-kun akan bergabung dengan kita hari ini"

Informasi yang sebenarnya tak ingin asahi ketahui.

"Tanggal berapa sekarang?"
"30 juli."

Lagi, dan selalu sama.

"... Bisa kau berhenti?"
"Hum?"
"Mengingat hari ini."

« また胸が痛くなるから , もう何も言わないでよ »

𝑩𝒆𝒄𝒂𝒖𝒔𝒆 𝒎𝒚 𝒄𝒉𝒆𝒔𝒕 𝒊𝒔 𝒉𝒖𝒓𝒕𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒈𝒂𝒊𝒏, 𝒅𝒐𝒏'𝒕 𝒔𝒂𝒚 𝒂𝒏𝒚𝒕𝒉𝒊𝒏𝒈 𝒎𝒐𝒓𝒆.

"Hitomi-chan benar-benar memperhatikan hamada-kun, eh."

Kalimat singkat bernada manis yang terucap dari lelaki yang baru saja bergabung, sukses membuat lawan bicaranya hampir tersedak.
Takata mashiho tertawa, nasi kepal ditangan terasa dua kali lebih enak setelah berhasil mengoda gadis yang kini berusaha menyembunyikan pipi gembilnya yang mendadak memerah ; malu.

"Takata-kun...."

Hitomi berdehem, melirik asahi yang terlihat tak peduli.

"Asahi-kun terlihat tidak nyaman, jangan katakan hal itu lagi, oke?"

"Hitomi-chan bahkan memanggilnya dengan nama depan, ya."

« ねぇ、もしも全て忘れられたなら, 泣かないで生きることも楽になるの?»

𝑺𝒂𝒚, 𝒊𝒇 𝒆𝒗𝒆𝒓𝒚𝒕𝒉𝒊𝒏𝒈 𝒘𝒂𝒔 𝒇𝒐𝒓𝒈𝒐𝒕𝒕𝒆𝒏, 𝑾𝒐𝒖𝒍𝒅 𝒍𝒊𝒗𝒊𝒏𝒈 𝒘𝒊𝒕𝒉𝒐𝒖𝒕 𝒄𝒓𝒚𝒊𝒏𝒈 𝒂𝒍𝒔𝒐 𝒃𝒆 𝒆𝒂𝒔𝒊𝒆𝒓?

"5 tahun."

Gumaman pelan keluar dari mulut takata mashiho, yang anehnya masih dapat didengar oleh lawan bicara. Remaja itu tersenyum-mencoba untuk tersenyum pada gadis yang memandang nya bingung.
Dari sudut matanya, mashiho melihat kotak bekal yang dibiarkan terbuka oleh sang empunya, menampakkan berbagai macam lauk pauk didalam yang masih tak tersentuh.

Mengerti kemana pandangan mashiho terarah, hitomi mengulurkan sebelah tangan dan menutup kotak bekal yang terbuka dengan sedikit tergesa.

"Asahi-kun bilang akan memakannya nanti."

Hitomi tersenyum,

"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang??"

Dan mengalihkan pembicaraan, yang hanya ditanggapi mashiho dengan anggukan.

Kokoronashi (Heartless) || Asahi X Hitomi Histórias para pegar e não largar. Descubra agora