desire

21 4 0
                                        

Kata orang orang di umur 25 aku terlalu buru buru untuk ingin menikah,tapi apa itu salah?jika sudah yakin kenapa tidak untuk menikah?
Lagian,siapa yang mau menikahiku?jungkook saja masih belum mau menikahiku

Dia terlalu fokus dengan karirnya

Sebagai pengusaha terkenal.

~~~~~~~~

Pernah dengar?cerita Seorang gadis biasa berkencan dengan seorang pengusaha terkenal?itu benar ada nya,aku salah satunya.
Empat tahun yang lalu,awalnya kami bertemu di Busan,aku tinggal sendiri, bekerja paruh waktu untuk bertahan hidup.

Aku bekerja di salah satu cafe biasa,disitulah aku bertemu dengan pengusaha menyebalkan itu,entah sedang apa seorang pengusaha terkenal bisa berkeliaran tanpa penjagaan.

Lucu sekali pertemuan pertama kita hanya gara gara aku tidak sengaja menumpahkan kopi nya dia menyuruhku berhenti bekerja di situ dan diminta untuk jadi asistennya.

Aku mulai dekat dengannya, dia menyatakan cinta nya pada diriku setelah setahun bekerja dengan dirinya,tidak munafik sih,aku pun menyukainya bahkan mencintainya dan ingin segera dinikahi..
Dan itu tidak mungkin.

Aku di kuliahkan oleh Jungkook,dibelikan apartemen,dipindahkan ke Seoul,diberi fasilitas yang tidak main main,jikapun ada orang yang mengetahuinya aku tidak peduli mereka berkata aku hanya membutuhkan uang Jungkook,yang ku tau aku hanya mencintai seorang Jungkook.

Jungkook sebenarnya sangat perhatian kepadaku,tetapi dia memiliki khas sendiri cara menunjukan perhatiannya,dengan cara membuat ku kesal lebih dahulu,apapun itu aku suka,aku suka apa yang ada di jungkook,aku begitu mencintainya.

"Kau tidak lihat berkas ku?kemarin aku meninggalkan nya di kamar mu" Jungkook tiba tiba datang ke apartemen ku mencari berkas kantornya.

"Berkas?Kapan kau menaruhnya?"setahuku aku tidak melihat kertas kertas.

"Itu kemarin,aku pulang kerja sudah tidak tahan bercinta dengan mu,aku langsung menaruh tas dan berkas nya di sebarang ara..."Jungkook menjelaskan dengam detail yang membuat ku malu

"Jung,kau tidak usah menjelaskan seperti itu juga,yasudah aku cari dulu"aku memutar bola mata ku,dan dia hanya terkekeh.

Setelah aku cari memang itu ada di nakas."ini,kan?"
Kata ku menyodorkan kertas itu "akhirnya"Jung bernafas lega,sepertinya itu berkas pentin,tapi kenapa dia tidak menyuruh bawahannya atau siapapun,kenapa harus dirinya yang datang?atau Jung kangen diriku?

"Aku berangkat ke kantor lagi,hati hati" aku mendengus kesal dan memutar bola mataku ketika Jung sudah membalikan badanya,kebiasaan Jung selalu saja begitu selalu lupa mencium ku ketika akan pergi.

Mungkin Jung mendengar dengusan ku tadi,dia berhenti jalan dan memutar badan nya menghadap diriku.Jung memang peka,dia mencium kening ku dan mengusap kepala ku lalu pergi.

                                            ~~~

Hari ini sudah malam,tadi jung mengirim pesan untuk menyiapkan makan malam yang enak,karna Jung ingin menginap disini,aku tahu Jung menginap bukan semata mata datang langsung makan dan tidur,pasti ada yang dia ingin kan.

Kami menikmati makan malamnya dengan tenang,dan berakhir di sofa ruang tamu menonton horor,padahal pikiran kami kemana mana.
Seperti aku,sekarang aku memikirkan sesuatu yang ingin kukatakan pada Jung.



"Jung,aku ingin kau menikahiku.."







Hai!!

Ini cerita pertama ku,tolong dukungan nya ya...
Aku harap kalian menyukainya!!!

Aku disini cuma ngisi kekosangan waktu gitu,jadi yaa kita liat apa aku cepat update??lets see

Yuk di vote comment juga,kasin saran aku nulis harusd di perbaiki gimna,kita sama sama belajar oke?

See u next chapter :3

See u next chapter :3

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Stuck With YouWhere stories live. Discover now