Prolog

29 2 4
                                        

〖Prolog〗
Tahun XX13, Lucicraim sebuah kerajaan tua yang sudah berusia sama dengan dunia, kerajaan yang menjadi saksi sejarah kelam yang sudah terjadi di dunia. Sebuah akademi yang didirikan di dalam kerajaan yang menghasilkan kesatria dan penyihir yang berbakat, Arcaelum

"apakah kau mendengar rumor tentang gadis itu? "

"ya, aku juga mendengarnya dari temanku, katanya dia tidak punya bakat apa-apa. Kabarnya, kakanya yang meminta kepada pihak sekolah untuk memasukan dia ke kelas Prima"

"benar-benar memalukan"

beberapa murid sedang membicarakan seseorang, salah seorang anak dengan rambut putih mendengar pembicaraan mereka dan sedikit tersenyum

"oy Est, apakah aku boleh minta tolong? Hmm, ada apa denganmu? "

seorang pria mendekati anak itu dan berbicara dengannya,

"ah, tidak ada. Apa yang bisa ku bantu? "

Lucid Est, seorang anak laki-laki dari kelas rendahan yang menempati peringkat paling rendah dan di cap sebagai orang yang tidak berbakat, namun dia selalu membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dan selalu bisa menyelesaikannya, sesulit apapun itu. Meskipun dia terlihat buruk di akademi namun dia disenangi banyak murid dan guru karena sikapnya, namun dia menyimpan rahasia yang akan membuat pandangan orang berubah 180° tentangnya.

"baiklah, akan ku lakukan sepulang sekolah"

"ku serahkan padamu"

"tentu"

pria itu pergi meninggalkan Est, kemudian anak itu mengambil buku dari laci mejanya

"heeh, seperti biasa ya, kau selalu dimintai tolong oleh orang lain"

"ehehe, begitulah"

"setidaknya pikirkanlah tentang dirimu sendiri, kau bahkan hampir tidak lulus tes jika kau terus seperti itu"

murid di sebelahnya yang mendengar obrolan mereka berdua merasa sedikit kasihan pada Est.

"apa kau menyembunyikan sesuatu?"

dia memberikan tatapan curiga pada Est,

"tidak, tidak ada apa-apa"

Est melihat ke arah buku usang yang terlihat tidak terawat,

"aku penasaran, sebenarnya apa gift mu"

"maaf, tapi aku tidak bisa membicarakan hal itu"

Suara lonceng berbunyi menandakan pelajaran sudah dimulai.

Sore hari sepulang sekolah, Est pergi ke hutan sendirian membawa kandang besi.

「sampai kapan kau ingin menyembunyikannya dari mereka, tuanku? 」

seekor gadis dengan telinga dan ekor rubah muncul dari bayangan Est,

"aku tidak menyembunyikannya, hanya saja, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian"

gadis itu merupakan roh terkontrak milik Est, mereka selalu bersama seperti mereka dilahirkan dalam waktu yang sama, meskipun gadis itu selalu bersembunyi jika di tempat umum.

"sifat aslimu benar benar berdeba dari pada saat kau di depan teman temanmu"

Est sibuk memasang jebakan sementara gadis itu melihatnya dari atas dahan pohon.

"diamlah, aku tidak ingin kerepotan karena harus berurusan dengan wanita itu. Aria, berikan aku dahan yang ada di belakangmu"

"dan lihatlah kau sekarang, membantu orang lemah dan merepotkan dirimu sendiri. Apa yang kau katakan bertentangan dengan apa yang kau lakukan"

gadis itu langsung memetik ranting pohon, seakan mengerti pemikiran mereka masing masing dan langsung melemparkannya kepada Est, dan tanpa melihat Est langsung menangkapnya dan memasangnya di pintu masuk kandang besi untuk menahan agar pintunya tidak tertutup,

"baiklah, ayo pulang. Aku sudah lapar"

dia meninggalkan kandang itu dengan pintu terbuka begitu saja tanpa menutupnya

"huh, dasar"

Aria melompat dari ranting pohon dan berjalan mengikuti Est

"Apa makan malam kali ini?"

Aria bertanya kepada Est

"Bagaimana kalau kita berburu beberapa minotaur?"

"kedengarannya bagus, Steak sapi menggunakan daging minotaur dan dimasak oleh tuanku, aku sudah bisa merasakan lemak itu menyentuh lidahku"

"heh, ku harap pisaumu itu tidak tumpul"

Malam itu mereka berdua pergi keluar area akademi menuju hutan tempat berburu monster

Inhuman SingularityWhere stories live. Discover now