​🌓🫀 "Mencoba menyembuhkan luka mental dengan logika, saat jiwa sebenarnya butuh bersujud."
​Pernah nggak sih kamu merasa isi kepalamu terlalu bising mendebat syariat, tapi di sisi lain, kamu tahu jiwamu sedang sekarat?
​Cerita ini bukan untuk menceramahi. Ini adalah catatan perjalanan tentang manusia yang logikanya terlalu pintar untuk sekadar "menerima pasrah", tapi hatinya terlalu rapuh untuk jauh dari Tuhan. Sebuah refleksi psikologi dan spiritualitas untuk kamu yang sedang bertarung dengan dirimu sendiri.
​Singgah sebentar, yuk. Mari kita urai benang kusut di kepalamu lewat lembar demi lembar cerita ini.
​✨ Temukan bisingmu di sini ya !! Enter at your own risk.
  • JoinedJuly 22, 2020



Stories by Reda__Semestaa
Hari di mana aku berhenti menyalahkan semesta. by Reda__Semestaa
Hari di mana aku berhenti menyalah...
Hari di mana aku berhenti menyalahkan SEMESTA. ​Pernah nggak sih, kita ngerasa langit malam di atas kepala ki...
ranking #1 in selfreminder See all rankings
Zaujah Dari Langit Ke-Tujuh by Reda__Semestaa
Zaujah Dari Langit Ke-Tujuh
Zaujah dari Langit Ketujuh adalah sebuah narasi tentang perjalanan batin Alya, seorang perempuan yang memanda...
Dari Do'a Menjadi Cinta by Reda__Semestaa
Dari Do'a Menjadi Cinta
Ari adalah barisan ayat suci yang menenangkan, sementara Aira adalah hiruk-pikuk kota yang menyimpan trauma...