A Bad Boy Called Reno ✓ (Sele...

By ikkowilliams

113K 7.7K 1K

Liora Anastasya adalah seorang wanita karir yang hidupnya serba tertata rapi dan perfeksionis. Itu juga terma... More

Prolog
Bab 1 [Pertemuan]
Bab 2 [Boleh Juga]
Bab 3 [Cute Momment]
Bab 4 [Tak Ada Logika]
Bab 5 [Mood]
Bab 6 [Senyummu]
Bab 7 [HangOut]
Bab 8 [Rasa]
Bab 9 [Mencipta Senyum]
Bab 10 [Bahagia]
Bab 11 [Manis Buatan]
Bab 12 [Manis Alami]
Bab 14 [Bahagia Itu Sederhana]
Bab 15 [Larut Dalam Nada]
Bab 16 [Tenang]
Bab 17 [Nggak Ada Akhlak]
Bab 18 [Rengkuh 01]
Bab 19 [Rengkuh 2]
Bab 20 [Dihibur]
Bab 21 [Bikin Anak?]
Bab 22 [Iri bilang, Bos]
Bab 23 [Semakin Cinta]
Bab 24 [Video Call with Reno]
Bab 25 [Dinner di Kucingan?]
Bab 26 [Dimas si Raja Drama]
Bab 27 [Lost]
Bab 28 [Masing-Masing]
Bab 29 [Believe]
Bab 30 [Reno is Back?]
Bab 31 [Rindu yang Terobati]
Bab 32 [Will You Marry Me?]
EPILOG
Menunggu Reno
Polling Cover Reno
RENO-OPEN PRE-ORDER!
Intip Extra Chapter
Choice Comment
RENO CLOSE PRE-ORDER
INFO NOVEL RENO
E-Book Pdf RENO (Launching)

Bab 13 [Tetap Seperti Ini]

2.6K 211 16
By ikkowilliams

Tell me something, I need to know
Then take my breath and never let it go
If you just let me invade your space
I'll take the pleasure, take it with the pain

And if in the moment I bite my lip
Baby, in that moment, you'll know this
Is something bigger than us and beyond bliss
Give me a reason to believe it

Aku bersenandung lagu Love Me Harder-nya Ariana Grande ft The Weekend dalam perjalanan pulang kerja sore ini. Entah aku harus mengungkapkan dengan apa rasa bahagia ini, bahagia sejak kenal Reno. Bahkan kecupan di keningku semalam, itu tak bisa dilupakan, membuatku jadi senyam-senyum sendiri sepanjang melakukan pekerjaan seharian ini.

Setelah melewati gapura menuju kampung Kupan Rejo tempatku tinggal, kebahagiaan di hati ini terus bergejolak. Sepertinya kapan-kapan aku akan mengajaknya dinner dan ntraktir dia, rejekiku lagi bagus soalnya, apalagi mood bagus ini disebabkan oleh dia

Mendekati rumah kontrakanku, aku dibuat mesem sekaligus tak menyangka. Aku mematikan radio di mobilku karena mendapati Reno berdiri di samping gerbang rumahku, ia berdiri dengan gagahnya menyambutku, senyum tipis khas Reno tersungging indah.

Tuhannn, saya semakin bahagia!

⚜️⚜️⚜️

"Kamu nungguin aku sejak kapan, Ren?"

"Bengkel sudah sepi, Li, makanya saya tutup, dan saya ingin ketemu kamu."

Aku dan Reno akhirnya ngobrol di beranda rumah kontrakanku usai aku memasukkan mobil dan dia memarkirkan motornya. Pada meja di hadapan kami, aku menyuguhkan dua gelas minuman pulpy, juga setoples cemilan rumput laut kering.

"Ketemu aku?" tanyaku seraya memandangi penampilan Reno sore ini, ia mengenakan singlet biru dongker polos yang menampilkan lengan kekarnya yang penuh ukiran tato. Rambut Reno tampak basah dan tubuhnya menguarkan aroma sabun mandi yang segar. Habis mandi dia, batinku sambil tersenyum.

Kulihat Reno membalas tatapanku dan mengangguk. "Ya, soalnya untuk saat ini, hanya ketemu kamulah saya bisa bahagia."

Mendengar pituturnya aku tersipu. Sebenarnya sama, Ren, tapi tidak perlu seterus terang itu kan? Aku jadi malu-malu seneng tau, batinku seraya membuang pandangan ke arah taman kecil di depan rumah, taman berisi beberapa pot tanaman gelombang cinta dan antorium.

"Kalau sudah bahagia, terus apa Ren?"

Reno menyandarkan bahunya di sandaran bangku, ia seperti menarik napas dalam, menikmati udara segar sore ini. "Ingin terus seperti ini saya, Li."

Hening. Stop, Li, jangan mesam-mesem mulu, kesambet lo ntar, batinku seraya menyembunyikan wajah dari pandangan Reno.

"Gimana pekerjaan hari ini, Li?"

"Alhamdulillah lancar kok."

"Kok boleh pulang sore?"

"Udah gak ada yang dikerjakan, resto masih buka sih sampai jam 8 malam nanti, tapi semuanya bakal di-handle dengan baik oleh para pekerja."

Reno mengangguk-angguk.

"Ren."

"Hmmm."

"Makan bareng ya, aku pesenin ramen via Hi-Food. Mau?"

"Kamu laper ya?"

Aku mengangguk. "Hu'um, tapi maunya ditemenin makan."

"Baiklah, boleh."

"Suka ramen kan?"

"Kalau makannya sama kamu, suka kok, Li."

Aku menatap langit-langit beranda sambil tersenyum lagi, selanjutnya aku mengambil ponselku di tas dan membuka aplikasi Hi-Food.

"Ummm, pilih sendiri topping-nya, Ren," ucapku setelah menemukan list menu ramen di restoran terdekat. Aku lantas menyerahkan ponselku ke Reno.

"Saya jamur saja, Li," jawab Reno setelah memilih.

"Well, aku ngikut kamu aja deh, jamur juga, kayaknya mantul nih, penyajiannya bagus."

Reno mesem.

"Tapi jamur enoki, Ren."

"Nggak pa-pa."

Aku mengangguk-angguk lalu memilih varian kuahnya. "Kuahnya mau apa, Ren?"

"Bebas."

"Curry mau? Apa Shoyu?"

"Kuah Shoyu yang rasanya seperti kecap asin ya?"

"Ho'oh kecap asin Jepang, seger loh itu. Eh, kok kamu tau?"

Reno diam sesaat. "Dulu aku pernah kerja jadi pelayan di resto ramen."

Aku mengangguk-angguk paham. "Tapi aku suka curry, gimana dong Ren?"

"Bebas, Li, apapun saya suka, asal bukan kuah Thonkotsu."

"Kaldu dari tulang babi ya?"

Reno ngangguk-angguk.

"Well, curry saja ya, Ren."

"Siap."

Setelah akhirnya aku memesan ramen dan nunggu orderan diantarkan, aku kembali memandangi wajah Reno, kulihat dia sedang tersenyum tipis. "Diminum dulu Ren minumannya."

Dia mengangguk-angguk. "Kamu kalau ada rutinitas sore, silahkan dijalani saja, Li. Saya malah takut ganggu ini."

"Nooo, gak ganggu Ren, santai saja. Palingan cuma mandi aja, tapi bentar, nunggu gerahnya ilang dulu."

Kulihat Reno mengangguk-angguk, ia lantas mengambil minuman di hadapannya dan meneguknya. "Saya juga gerah ini, Li," ucapnya kemudian. Kulihat Reno lantas menyingkap singletnya di bagian perut sehingga otot-otot perutnya terpampang nyata, perut yang penuh bulir-bulir keringat.

Uwaaaa! Tuhannn! Ini mah malah nambah gerah sayaaa!

"Ren, Ren, aku mandi dulu ya," ucapku cepat seraya menghindarkan tatapanku dari tubuh Reno.

"Oke Li, silakan," jawab Reno santai.

Aku yang sudah sangat tersipu lalu meninggalkannya, jantungku berdetak sangat kencang, imanku benar-benar tergoncang melihat pemandangan tubuh Reno.

⚜️⚜️⚜️

Slruppp!

Aku menyeruput kuah ramen yang hampir tandas di mangkukku, tapi aku dibuat heran, Reno yang lebih dulu nenghabiskan ramennya justru memandangiku sejak tadi.

"Kamu nggak pa-pa, Ren?"

"Engg-nggak, Li, gak pa-pa."

"Bilang aja gak pa-pa, Ren, penampilanku buruk ya?" tebakku seraya mengelap bibirku dengan selembar tisue sebelum akhirnya kubalas tatapan Reno. Kusadari sehabis mandi barusan, aku hanya mengenakan kaos putih dan handuk yang tersampir di kedua pundakku karena rambutku kukeramasi.

"Siapa bilang, Li? Kamu tampak seger, saya suka."

"Jus kali ah seger."

Kami berdua terkekeh.

"Ren."

"Hmmm."

"Di Indonesia, tempat mana yang pernah kamu kunjungi dan sulit dilupakan?"

"Saya nggak pernah pergi jauh-jauh, Li."

"Pasti ada kan tapi?"

"Bandung."

Senyumku langsung tersungging. "Tuh kan pasti ada."

"Kalau kamu sendiri, Li?"

"Sama."

"Bandung juga? Apa ini kebetulan?"

"Mungkin memang kesengajaan Tuhan. Setelah lulus SMA dulu, aku sempat tinggal di Bandung satu tahun, Ren."

Reno mengangguk-angguk. "Kalau saya, dulu ikut paman berdagang saat usia 18 tahun."

Kali ini aku yang mengangguk-angguk.

"Li."

"Iya Ren?"

"Bisa temani saya hangout?"

Aku tersenyum lebar. "Aih, kamu menagih janjiku waktu itu ya?" tanyaku sembari menatap wajah Reno.

"Kurang lebih begitu," timpal Reno sambil tersenyum.

"Bisa kok, Ren, kapan?"

"Sore ini."

"Mau kemana?"

"Ke tempat dimana saya ingin membuat kamu banyak tersenyum, Li, sebab saya suka itu."

"A-aku, um, baiklah," jawabku gugup. Ditatap tajam-tajam seperti itu membuatku tersipu dan menundukkan kepala.

Hening. Kami jadi saling diam.

"Ren, sebelum berangkat, boleh aku memegang tangan kamu sebentar? Untuk menenangkan detak jantung ini."

"Silakan, Li," ucap Reno seraya membuka tangannya dan meletakkannya di pangkuanku.

Di antara kegugupan ini, aku meraih tangan Reno dan menggenggamnya, mataku lantas terpejam. Genggaman itu lalu dibalas Reno dengan mantapnya.

Semesta, saya ingin terus seperti ini dengannya.

BERSAMBUNG....

Update dikit gak pa-pa ya Guys, terima kasih sudah mau menikmati part ini, eh eh kira-kira Hangout versi Reno bakal ngajak Liora kemana ya? Stayyy tuneeed, jangan lupa vomment!

Continue Reading

You'll Also Like

413K 10.9K 50
Apa yang akan terjadi jika cinta dan benci dari masa lalu menyapa kembali setelah sepuluh tahun berlalu? Rina Wibowo sungguh tak menyangka dia akan k...
154 17 8
[Tacenda] "Terkadang banyak sekali hal yang sebaiknya tidak perlu diketahui banyak orang. Tetap diam dan rasakan itu sendiri seolah semuanya baik-bai...
20.3K 2.2K 25
Pertemuan Reno, dokter sekaligus Dosen yang terkenal playboy, dengan Abella Kowad cantik yang suka menggoda Reno saat masih menjadi mahasiswi S1 Kedo...
84.2K 5K 39
(PROSES REVISI) Aletta Ainsley Callista cewek cantik supel dan pintar yang terjebak perasaan oleh pangeran es yaitu Arga Ardelard... begitulah juluka...
Wattpad App - Unlock exclusive features