Senja yang Membawa Cerita

Da _azka01_

329 64 5

"Kita adalah rasa yang sama, namun tidak bisa bersama"~Arisha Raiqa Azzahra "Kau dekat, tapi tidak bisa kudap... Altro

Chapter 2
chapter 3
Chapter 4
chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13

Chapter 1

95 6 0
Da _azka01_

Arisha POV

Kriing kring kriing

Bel tanda istirahat sudah berdering, lorong-lorong sekolah yang mulanya sepi, kini mulai dipadati oleh siswa-siswi yang berlalu-lalang di kantin dan lapangan, ada juga siswa yang menggoda siswi lainnya. Tak ketinggalan, aku dan sahabat-sahabatku ikut mempadati kantin seperti biasa.

"Sha, mau pesan apa? Biar aku yang pesankan" Tanya Rara, salah satu sahabatku.

"Kita-kita gak sekalian ditawarin, Ra? Masa cuman Arisha doang sih? Gak adil lo mah" Tanya Gita iseng.

"Ogah, beli aja sendiri, hemmh!" Jawab Rara ketus.

Rara dan Gita, perpaduan yang tidak cocok saat bersama. Rara yang meyimpan dendam kesumat terhadap Gita, dan Gita yang tidak peka-peka dengan kesalahan yang telah ia perbuat. Mungkin tidak setiap hari juga mereka ribut, adakalanya mereka berdua bisa akur dan tenang.

"Lu kenapa sih, bawaannya sensi mulu kalau sama gue?" Tanya Gita yang mulai kesal.

"Udah-udah! Gak usah Ra gak papa, biar kita barengan aja belinya, yang lain biar kita yang pesankan," timpalku agar mereka tidak adu mulut, "kalau gitu, kalian mau pesan apa?" Tanyaku.

"Pesan yang biasa aja Sha, jangan lupa sama minumannya" Pinta Raya.

"Yaudah, yuk Ra!" Ajakku pada Rara.

"Eh tunggu! Biar aku temenin, pesanannyakan lumayan banyak" Kata Rika, yang langsung kami angguki.

Tanpa menunggu lama, kami bertiga segera memesan pesanan kami dan menunggu sampai pesanannya selesai dibuat.

"Mang, baksonya dua mangkok kayak biasa"

Deg, suara itu,,

"Eh, kak Nabil, beli bakso juga kak?" Tanya Rara pada kak Nabil-kakak tingkat kami-.

"Eh Rara, iya nih, kamu juga?" Jawab dan tanya kak Nabil, lalu mengalihkan pandangannya kepadaku, yang langsung kubalas dengan membuang muka, canggung.

Nabil Attariq, yang akrab dipanggil kak Nabil adalah salah satu pria most wanted di sekolah. Orang-orang mungkin berpikir kalau dia terlahir sempurna, karena memiliki wajah yang tampan, pintar, anak pemilik yayasan tempatku sekolah, dan salah satu anggota band yang lumayan banyak penggemarnya. Siapa yang tidak menyukainya? Bisa dibilang, dia adalah bintangnya sekolah kami. Memang kesannya seperti ia tak punya cacat dalam dirinya, tapi bagiku, dia adalah manusia biasa, sama halnya seperti kita semua yang pasti memiliki kekurangan.

Jika ditanya apa aku menyukainya juga? Jawabannya adalah,, ya, dan dia adalah cinta pertamaku. Dia yang membuatku jatuh hati karena sipat lembutnya saat masa orientasi siswa, sekolah menengah pertama. Bisa dibilang, itulah pertama kali aku bertemu dengannya, lebih tepatnya lima tahun yang lalu.

Namu, jika ditanya tentang bagaimana perasaannya terhadapku? Aku tidak tahu. Semenjak kejadian itu, aku dan dia menjadi orang yang canggung satu sama lain. Tapi aku tidak perduli, karena sejak awal, kami memang tidak saling mengenal.

"Hehe, iya kak, kayak biasa,," jawab Rara cengengesan sambil melihatku.

"Yang lainnya mana kak? Kok gak keliatan?" Tanya Rika.

"Ada, tuh,," Jawab kak Nabil sambil menunjuk ke arah sekelompak siswa yang sedang menggoda siswi lain, dengan dagunya.

"Ah, udah biasa itu mah, dasar playboy!" Seru Rara sambil menatap sinis kepada kak Evan.

.Evan Nugraha, adalah mantan Rara sekaligus kakak dari Gita Salsabila Nugraha. Bisa dibilang, dendam kesumat yang Rara pendam terhadap Gita itu berhubungan dengan kak Evan. Semua ini berawal dari Gita yang memperkenalkan salah satu murid baru di kelas kami kepada kak Evan, saat kami sedang kumpul di rumah Gita untuk mengerjakan tugas. Dan emang dasarnya kak Evan adalah seorang playboy, ia mudah berpaling dari Rara kepada murid baru itu.

"Heh, masih dendam aja sama Evan, neng?" Tanya kak Nabil pada Rara sambil terkekeh.

"Ini jang baksonya" seru mang Karman sambil menyodorkan nampan berisi bakso kepada kak Nabil.

"Makasih mang," ujar kak Nabil sambil mengambil alih nampan dari mang Karman, dan tak lupa membayar pesanannya, "kalau gitu, aku duluan ya" pamit kak Nabil pada kami seraya tersenyum ramah.

Setelah kepergian kak Nabil, kita bertiga kompak menghembusan napas lega.

"Fuuhh,, Alhamdulillah, untung aja kak Nabil langsung pergi, coba kalau lamaan dikit di sininya? Bisa berabe karena para penjaga centilnya nyamperin kita!" Ujar Rara seraya mengelus dada.

"Bener! Masih mending kalau urusannya cuman sama kita, ini, kalau udah sama Arisha jadi tambah berabe. Mereka bukan lagi ngomong sinis, tapi juga main fisik!" Timpal Rika kesal.

Mendengar ucapan mereka, aku hanya bisa tersenyum kecil. Aku tahu mereka khawatir, tapi aku juga tidak bisa minghindar dari teman-teman perempuannya kak Nabil. Mereka dikenal sebagai penjaga yang over protektif terhadapnya, apalagi jika itu berurusan dengan perempuan, mereka pasti langsung menendang perempuan-perempuan itu.

Dan urusan mereka denganku, itu berawal dari Gita yang membocorkan tentang perasaanku terhadap kak Nabil saat kelas dua SMP. Dia tidak sengaja melihat buku catatanku yang bertuliskan nama kak Nabil, dan dia menceritakan itu pada kakaknya. Dan kak Evan malah menceritakannya kembali pada teman-temannya.

Singkat cerita, bukan rahasia lagi jika aku punya rasa terhadap kak Nabil. Dan puncaknya adalah hari itu, setelah kak Evan menceritakan semuanya, keesokan harinya mereka semua menghadang jalanku saat jam pelajaran telah usai. Yah, lebih tepatnya teman-teman perempuan kak Nabil menghadangku saat sekolah mulai sepi. Pengecut memang, untuk menghadapi seorang gadis kecil saja mereka harus menurunkan enam orang.

Awalnya mereka hanya menyerangku dengan kata-kata yang tak pantas dan sedikit kontak fisik. Namun setelah berita itu menyebar dan sampai membuat kak Nabil marah besar pada teman-temannya, mereka malah semakin sering menindasku dengan kasar secara diam-diam. Mereka bahkan membungkam orang-orang yang tahu tentang perbuatan mereka terhadapku, dan itu berhasil hingga sekarang.

Aku bahkan tidak paham, kenapa mereka sampai menindasku secara kasar? Tapi yang kudengar dari Gita, itu semua karena kak Nabil juga menyukaiku, oleh karena itu mereka berusaha untuk memukulku mundur dengan cara mendidas. Tapi itu kata Gita, dan aku tidak terlalu percaya dengan ucapan asalnya.

Tapi, jikapun itu memang benar, memangnya kenapa? cinta itukan fitrahnya kita sebagai manusia, rasa yang Allah SWT ciptakan di dalam diri setiap hambanya. Apa salahnya jika aku menyukai atau bahkan mencintainya? Mereka tidak bisa menentukan hatiku harus bagaimana dan seperti apa. Karena akupun, tidak bisa menentukan di mana hatiku harus berlabuh. Hatilah yang menentukan pilihannya.

Setelah lelah mengingat perbuatan mereka terhadapku, akupun kembali memusatkan perhatianku pada Rara dan Rika. Setelah selesai dengan pesanan kami, kamipun segera kembali ke tempat di mana Raya dan Gita sudah menunggu kami di sana.

"Lama banget sih? Udah laper, nih" ujar Gita sambil mengambil alih bagiannya.

"Gak tahu terimakasih banget sih lo, udah untung gue pesenin" timpal Rara dengan sewot.

"Ohh, jadi ceritanya lo gak ikhlas? Nih gue balikin!" Tanya Gita, lalu menyodorkan baksonya ke arah Rara yang langsung ia tarik kembali sebelum Rara mengambilnya.

"Eits,, enak aja!" Ujar Gita, "ya udah deh, makasih sayangku,," lanjutnya sambil tersenyum pada Rara, lalu memakan baksonya.

Setelah selesai, kamipun segera kembali ke kelas karena waktu istirahat akan segera habis. Namun sayangnya seperti biasa, sebelum masuk kelas kami harus melawati kelas XII IPA terlebih dahulu. Dan sialnya di sana ada mereka, tiga sekawan pembuat onar. Siapa lagi kalau bukan kak Evan, kak Rey, dan kak Nizam yang selalu mengganggu kami, ah, lebih tepatnya yang selalu mengganggu siswa-siswi di sekolah ini.

TBC

Assalamu'alaikum

Sebelumnya makasih buat yang sudah bersedia singgah di lapakku ini. Saya tahu masih banyak kekurangan dalam penulisan saya, jadi mohon maklumi,ya.

Ok,mungkin segitu dulu pembukaannya, see you next time

Continua a leggere

Ti piacerĂ  anche

167 29 29
"Pertemuan itu tidak jauh-jauh dari perpisahan, 1000 kali kau dipertemukan maka 1000 kali juga kau akan dipisahkan." Kalimat itu terngiang-ngiang di...
4.7K 2K 64
My first story in Wattpad Aku sih gak minta kalian follow sebelum dibaca, aku hanya mengharapkan kalian ikhlas bacanya Dari author abal-abal yang mas...
28K 2.9K 62
"Cinta itu bukan hanya sekedar ucapan Nath, aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku sendiri. Jika kita memang ditakdirkan untuk bersatu, kita pasti a...
3.4K 163 9
"Maafin gue harus berpura -pura acuh tentang perasaan lo ke gue, bukan gue ga cinta sama lo. Tapi gue gamau suatu saat lo kembali sedih sama kepergia...
App Wattpad - Sblocca funzioni esclusive