Bruk
Nabi melempar tas sekolahnya ke arah kasur. Hari ini sangat melelahkan baginya karena harus mengikuti olahraga dan juga ujian biologi mata pelajaran yang sangat tidak di sukainya.
Seperti yang kalian tahu Nabi tidak suka berolahraga, tapi walaupun tidak suka berolahraga nabi tetap menjaga proporsi tubuhnya agar tetap ideal.
Berbeda dengan Sani yang sangat menyukai olahraga karena tuntutan dari eomma dan appanya yang selalu membiasakan sani untuk berolahraga sejak kecil.
"Ahh jinjja aku sangat lelah" kata nabi sambil memejamkan matanya.
Kriiing
"Yeoboseo?"
"Apa kau sudah di rumah?"
"Sudah, apa kau tahu aku baru saja mau tidur kau sudah menelefon" kata nabi
"Ahh mianhae, ah iya nabi besok tidak usah menjemputku aku akan bawa mobil sendiri"
"Eoh tumben sekalia kau"
"Hehehe besok aku akan mengunjungi jeon ahjumma"
"Jeon ahjumma?"
"Ne, teman arisan eomma ku"
"Ahh yasudah"
"Aku tutup telefonnya. Annyeong min nabi!!! Muach!!"
Kalian pasti tahu siapa yang mengganggu nabi tadi. Ya, siapa lagi jika bukan sani.
"ARRHGGG KIM SANII NEO JINJJA!!!"
nabi benar benar kesal pada sani dia selalu mengganggu nabi.
——————
Kelas
"Hey nabi tumben sekali kau sendirian, kemana anak ayammu?" Tanya jiyeon
"Ahh anak ayamku sudah besar dia bisa berangkat sekolah sendiri sekarang" jawab nabi tanpa ekspresi.
Tidak usah di pertanyakan lagi, semua orang di sekolah itu bahkan sudah tahu bagaimana nabi dengan wajah tanpa ekspresinya.
Namun berbeda jika dia sedang bersama sani.
"ANNYEONG CHINGUDEUL!!!"
"Ahh anak ayam itu sudah sampai" kata eun woo
Semua anak di kelas itu sudah terbiasa dengan teriakan maut sani.
"Eoh nabi-ah apa kau kurang tidur?" Tanya sani
"Ani waeyeo?"
"Ahh hanya saja kau terlihat mengantuk" jawab sani dengan cengiran anehnya
"Bukankah dia memang seperti itu?" Kata eun woo
"Yak! Cha eun woo diam kau!" Kata nabi
Mereka hanya tertawa melihat nabi yang marah.
Kriiiing kriiiing
"Ahhh mrs. Park Kenapa kau harus ada jam pertama!!!!" Teriak sani
Tidak lama kemudian mrs. Park pun masuk kedalam kelas mereka dengan kacamata kotak dan kemeja berwarna biru
"Selamat pagi semua. Hari ini saya akan memberi informasi bahwa tes ujian kalian akan dilaksanakan hari ini jadi kalian semua bisa langsung menuju ruangan kesenian"
Semua siswa siswi di kelas itu langsung menuju ruangan kesenian.
—————-
"Baiklah, saya ingin melihat sani dan nabi tampil pertama karena mereka sudha mendapatkan nilai tertinggi di ujian sebelumnya"
Sani dan nabi langsung maju ke depan panggung di ruangan kesenian. Nabi menuju piano di pinggir panggung dan sani menuju ke arah stand mic yang berada di tengahnya.
Tanpa perasaan gugup mereka langsung memulai penampilan mereka.
Setelah penampilan mereka selesai mereka mendapat banyak tepuk tangan dari para teman sekelasnya beserta mrs. Park yang selalu puas dengan penampilan merekaa.
Skip
"Wahh sani-ah kemampuan vokalmu semakin menjadi saja. Dan kau nabi-ah bukannya kau tidka suka kpop kenapa mau membawakan lagu itu?" Tanya eun woo
"Aku hanya menuruti anak ayam yang satu ini eun woo yaa" jawab nabi
"Hehehe gumawoyoong nabi-ah" kata sani sambil memeluk nabi.
"Ah apa mr. Kim akan masuk ke kelas kita?" Tanya hyesung
"YAK! Mr. Kim datang" teriak yeong chul dari luar.
Tidak lama masuklah seorang guru muda yang menjadi guru tari di sekolah ini.
Ekspresi wajah sani dan nabi berubah saat mengetahui bahwa mr. Kim ternyata datang.
"Selamat siang. Minggu depan kalian akan melaksanakan ujian tari yang terakhir untuk tahun ajaran akhir kalian. So, saya ingin kalian menampilkan tarian terbaik kalia. Oh iya sani dan nabi jangan menghilang lagi, aku benar benar tidka akan memberi kalian nilai jika kalian tidak datang lagi" kata mr. Kim
Sani dan nabi hanya mengangguk malas.
Nabi melihat kearah sani yang menunduk. Nabi bisa melihat ekspresi sani yang memancarkan kesedihan.
Nabi hanya bisa menepuk punggung sani. Lalu berkata "gwencanha, kita akan mencoba bersama walaupun itu berat untuk kita berdua apalagi dirimu"
Sani hanya bisa menundukkan wajahnya tanpa menjawab nabi.
Flashback
Hanlim art junior high school
Dua remaja perempuan itu sedang menari dengan indahnya, mereka benar benar tidak memperdulikan waktu yang semakin malam.
Setelah lagu berhenti mereka langsung mendudukan tubuh mereka di lantai tempat dance practice di sekolah itu
"Wahh aku lelah!!!" Kata nabi
"Aku yakin besok penampilan kita akan menjadi yang terbaik!!" Kata sani
"Aku juga berharap seperti itu sani-ah" kata nabi
Keesokan harinya
"Selanjutnya nabi dan sani"
Musik mulai terdengar nabi dan sani mulai menggerakan tubuhnya mengikuti alunan musik.
Koreo yang sudha mereka persiapkan sejak 1 minggu yang lalu sudah sangat menempel di ingatan mereka.
Namun, saat di pertengahan penampilan mereka sani terlihat tidak seimbang sampai gerakannya tidak sesuai ketukan.
Nabi melihat keanehan dari gerakan kaki sani. Nabi memberikan tatapan seperti bertanya apa dia baik baik saja. Dan sani hanya tersenyum sebagai tanda dia baik baik saja dan melanjutkan tariannya.
saat sani harus melakukan gerakan memutar di udara kakinya tidak seimbang yang mengakibatkan dia terjatuh.
Kreek
Bahkan nabi bisa mendengar suara tulang kaki sani yang berbunyi saat terjatuh.
Semua orang yang berada di tempat itu langsung membantu sani untuk bangun.
Namun sayangnya sani tidak bisa karena kakinya benar benar sakit. Lebih sakit dari cedera biasa bahkan sani sampi menangis untuk menahan sakit di kakinya.
Nabi yang melihat sani mengangis langsung membantu sani untuk duduk di kursi.
Guru tari mereka langsung membantu memberi pijatan di kaki sani namun tidka ada perubahan. Sampai guru mereka menyarankan untuk ke dokter.
Rumah sakit
"Apa kau suka menari?" Tanya dokter kepada sani
"Nee"
"Ahh begitu. Apa aku bisa bicara kepada teman mu sebentar?" Tanya dokter kepada sani
"Ahh nee"
Akhirnya dokter dan nabi keluar dari ruangannya.
"Nabi-shi seperti yang kau lihat keadaan kaki sani sangat parah. Aku menyarankan agar sani untuk tidak menari sampai kakinya sembuh. Dan kemungkinan dia akan sulit menari dan berjalan setelahnya karena keretakan tulang kakinya" jelas dokter
Nabi yang mendengar penjelasan dokter itu tercengang. Bagaimana bisa sani tidak menari lagi mereka bahkan sudah berjanji akan mengikuti audisi di suatu agensi terkenal.
Menari adalah hobi mereka berdua, dan menari juga menjadi alasan mengapa mereka bisa sedekat ini.
Nabi tidak bisa membayangkan bagaimana sani saat tahu dia tidka bisa menari lagi.
"N-ne uisa nim" jawab nabi smabil menundukan wajahnya.
Lalu dia kembali kedlaam ruangan sani.
"Ah nabi-ah apa kata dokter? Kaki ku baik baik saja kan? Ahh psti baik baik saja. Oh iya kau harus menghubungi agensi itu katakan jika kakiku sedang cedera dan-" perkataan sani teprotong saat nabi berkata
"Sebaiknya kita gagalkan rencana itu"
Senyum sani yang sebelumnya tertera di wajahnya mulai mereda.
"Wae?" Tanya sani bingung
"Kau dokter bilang-"
"Bilang apa nabi"
"Kakimu cedera parah dan tulang kakimu sedikit retak. Dan juga dokter bilang, kau, kau tidak bisa menari lagi"
"Mwo?! Wae?!"
"Dokter bilang jika kau menari lagi kemungkinan kau bisa lumpuh sani-ah"
"Tapi bagaimana dengan audisinya?" Tanya sani dengan raut wajah sedihnya.
""Kita harus membatalkannya" kata nabi
Nabi bisa melihat sani menitikan air matanya..
Nabi tahu sani snagat suka menari melebihi nabi. Apalagi impian sani ingin menjadi idol dan menjadi main dancer.Namun dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar kaki sani kembali seperti sebelumnya.
"Sani-ah"
"Aku ingin sendiri nabi" kata sani smabil membuang arah tatapannya ke arah lain
"Sani-ah kau tidak boleh seperti ini"
"Aku ingin sendiri tolong mengertilah nabi" kata sani.
Nabi langsung meninggalkan sani dnegan berat hati.
Semenjak kejadian itu sani menjadi lebih pendiam karena dia tidka bisa menari lagi. Sampai sedikit demi sedikit dia membenci menari karena dia tidka bisa seperti dulu lagi.
Di balik itu nabi juga sama terpuruknya seperti sani. Bagaimana tidak?
Nabi melihat sani menjadi pendiam seperti itu karena tidka bisa menari lagi sedangkan dia tidka bisa melakukan apapun untuk mengembalikan kemampuan menari sani.
Dia tidak mau egois, juka sani tidka menari maka dia pun tidak akan menari.
Flashback off
Tbc