"Percayalah, patah hati paling hebat adalah saat kamu mencintai seseorang, tapi tak bisa memilikinya"
•••••••••••
"Lagu I Will Go To You Like The First Snow - Ailee." Jawab vita.
"Baiklah silahkan." Ujar bu rini dan memberikan mic kepada vita, vita duduk diatas panggung sambil tersenyum.
Saat vita mulai menyanyikan lagunya suasana jadi hening kaya kuburan. Dan pas itu juga dino lewat ruang seni, karena penasaran dia melihatnya dan ternyata vita berada diatas panggung sedang memegang mic.
"Sepertinya dia akan bernyayi." Batin dino.
Sebenarnya dino ingin ke perpus mengambil buku tapi dia lebih tertarik melihat vita bernyayi diatas panggung.
Neol pumgi jeon alji moshaessda.
Sebelum aku memegangmu, aku tak tahu
Nae meomun sesang itorok
Bahwa dunia yang ku tempati.
Chanranhan geoseul
Itu secerah ini.
Jageun sumgyeollo daheun sarang
Aku menyentuhmu dengan napas kehidupan
Geop eopsi nareul bulleojun sarang
Ini adalah cinta yang memanggilku tanpa rasa takut
Mopsido johassda
Aku sangat menyukainya
Neoreul jikyeobogo seollego
Memandangmu, berdebar hatiku
Useupge jiltudo haessdeon
Meskipun aku sangat cemburu.
Pyeongbeomhan modeun sungandeuri
Dengan semua momen biasa biasa ini
Kamkamhan yeongwon
Dalam kegelapan yang abadi
Geu oraen gidarim sogeuro
Dalam penantian panjang
HaessaIcheoreom niga naeryeossda
Kau menyinariku bagai sinar mentari
Neol nohgi jeon alji moshaessda
Sebelum aku melepasmu, aku tak tahu
Nae meomun sesang itorok
Bahwa dunia yang kutempati
Sseulhan geoseul
Itu sesunyi ini
Goun kkocci pigo jin i go
Bunga bunga mekar kemudian layu
Dasineun eopseul neoraneun gyejeol
Musim mu takkan pernah datang lagi
Yoksimi saenggyeossda
Aku mulai menjadi serakah
Neowa hamkke salgo neuIkeoga
Aku ingin hidup bersama mu, menua bersama mu
Jureumjin soneul majjapgo
Memegang tangan keriputmu
Nae salmeun ttatteushaesseossdago
Dah mengatakan betapa mesranya hidupku
Hanbeon chukbok
Itu hanyalah sebuah anugrah
Geu jjalpeun majuchimi jina
Setelah pertemuan yang singkat itu
Bismulchaeoreom neoneun ureossda
Kau menangis bagai hujan
Hanbeonjjeumeun haengbokhago speossdeon baram
Aku ingin bahagia suatu saat
Neokkaji ulge mandeureosseuikka
Yang kan membuatmu menangis
Modu ijgo saragara
Lupakan segalanya dan melangkah kedepan
Naega neol chajeul teni
Karena aku akan datang padamu
Ni sumgyeol dasi nareul bareul ttae
Ketika napasmu memanggilku lagi
Ijji anhgessda
Aku takkan pernah lupa
Neoreul jikyeobogo seollego
Memandangimu, berdebar hatiku
Useupge jiltudo haessdeon
Meskipun aku sangat cemburu
Niga jun modeun sungandeureul
Pengen semua momen yang kau berikan padaku
Eonjenga mannal
Kelak, kita akan bertemu lagi
Uri gajang haengbokhal geunai
Itu akan menjadi hari terindah
Cheosnuncheoreom naega gasessda
Aku akan datang padamu
Lagu vita sudah selesai dinyanyikan vita meresapi dan mendalami lagu itu, semua yang mendengarnya ada yang terharu dan menangis vita pun yang menyanyikannya ikut menangis bu rini pun terharu dengan lagu yang dibawakan vita walaupun dari mereka ada yang tidak mengerti tapi mereka terbawa suasana jadilah ikutan nangis, vita menghapus air matanya dan turun dari panggung, semua orang bertepuk tangan dengan meriah dan dengan pujian pujian yang dilontarkan untuk vita, vita yang mendapatkan pujian hanya tersenyum dan menghampiri bu rini
"Sudah bu" ucap vita pada bu rini
"Itu bangus sekali nak suaramu merdu sekali dan kau juga mendalami dan meresapi lagu ini kau memang terbaik nak." Ucap bu rini dan memeluk vita saking terharunya vita membalas pelukan bu rini. Bu rini melepaskan pelukan mereka dan menyuruh semua anak kembali ke kelas karena vita adalah orang terakhir yang maju ke depan. Semuanya kembali ke kelas.
Dino yang melihat vita bernyanyi sambil menangis, membuat hatinya sesak dia tidak bisa melihat orang yang dia sayang nangis gara gara apapun itu, saat vita, dilla dan dinda keluar dino segera menghampirinya dan membisikkan sesuatu ke telinganya yang pasti hanya vita yang bisa mendengarnya.
"Suara lo bagus juga ternyata." Puji dino.
Dino pergi dari sana menuju ke kelas karna bel pergantian jam pelajaran sudah berbunyi jadi dia harus kembali ke kelasnya.
"Kaget anjirrr, jadi kak dino denger gw nyanyi, yaampun dia muji gw, gw gak boleh baper dulu, okey gw gak baperr, TAPI TADI KAK DINO GANTENG BANGET." Batin vita.
"Vita woy, ngelamun mulu ish."kesal dilla karna dari tadi panggilannya tak disahutin oleh vita.
"Hah? gw gak bengong kok, so tau lo yaudah ke kelas yuk." Ajak vita dan melengos duluan menuju kekelas, dilla dan dinda menyusul vita menuju kelas karna sekarang pelajaran sejarah.
"Yah pasti suruh nyatet kalau engga, dikasih soal terus harus dikumpulkan sekarang juga, huh capek sejarah mulu bosen mengenang masa lalu aja, mau juga masa lalu mah dilupain terus cari masa depan kalau ngulang ngulang masa lalu kan gw jadi ke inget mantan mantan gw yaampun sekarang mereka kaya gimana ya katanya mantan bakal tambah ganteng kalau udah putus bener gak ya." Cerocos dilla, dinda yang mendengarkan dilla sedari tadi hanya menutup telinganya rapat rapat karna jika diladenin maka bakal panjang urusannya.
Setelah sampai dikelas ternyata disana sudah ada bu ani yang sedang duduk sambil mengabsen anak muridnya.
"Permisi buk, maaf tadi kita ke toilet dulu."ujar dilla dan mengahampiri bu ani untuk salim dan diikuti dinda dan vita dibelakangnya.
"Iya. kembali ketempat kalian masing masing."suruh bu ani. Vita, dilla, dan dinda kembali ketempat duduknya masing masing dan menulis apa yang ditulis Amanda Apriliani/ manda sekertaris 10 MIPA 1 mereka dipapan.
••••••
Teng teng teng
"Yang sudah kumpulkan ke juan dan juan tolong nanti kamu taro bukunya dimeja ibu ya, kalau gitu kita lanjut minggu depan." Ucap bu ani dan keluar kelas vita.
"Pegel banget tangan gw" keluh dilla
"Apalagi gw." Ujar dinda.
Vita mengumpulkan bukunya kepada juan setelahnya dia mengambil tasnya dan menuju perpus, Tapi sebelum keluar dilla menghalangi jalan vita.
"Mau kemana?" Tanya dilla
"Gw ke perpus dulu, kalian pulang duluan aja." Ujar vita dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju perpustakaan. Setelah sampai dia menuju rak khusus buku novel, diperpus semua jenis buku pasti ada jadi vita kesini mau minjam buku novel yang pernah ia baca.
Vita mengambil buku yang pernah ia baca dan berjalan menuju kearah penjaga perpus, tapi sebelum itu ada yang menabraknya dari samping.
"Maaf." Ujar perempuan itu sambil mengambil buku vita dan memberikannya padanya.
"Eh lo yang tadi pagikan?" Tanya perempuan itu dia iaiah raina.
"Iya kak." Jawab vita.
"Maaf ya tadi gw lagi buru buru kalau gitu gw duluan ya, bye." Pamit raina dan pergi dari perpus menuju halte.
Vita kembali menujun kearah penjaga perpus dan meminta cap setelahnya dibawa pulang olehnya, vita berjalan melewati lorong lorong yang sepi, dia tidak peduli akan sekitar karna dia sedang mendengarkan lagu kesukaannya. Vita berjalan sambil menunduk, tanpa sadar dia menabrak dada bidang milik seseorang, vita yang kaget segera mengangkat kepalanya dan menatap siapa yang ia tabrak ternyata dia adalah juan.
"Eh maaf juan gw gak liat." Ujar vita meminta maaf dan mundur beberapa langkah.
"Iya gapapa, ohiya kemarin kita gak jadi nontonkan?" Tanya juan.
"Eh maaf ya juan kemarin gw ketiduran, maaf ya gw beneran lupa."vita meminta maaf sambil menatap mata juan.
"Iya gapapa selow aja kali, sekarang lo ada acara gak? Kalau engga gimana kita nonton sekarang aja."tawar juan.
Vita memikirkan tawaran yang diberikan oleh juan lagian hari ini vita juga gak ada acara paling dirumah tiduran terus nonton flim korea atau jepang.
"Yaudah yapi gw ganti baju dulu ya."vita memutuskannya dan membuat juan senang.
"Okey" jawab juan senang sambil tersenyum lebar.
"Yaudah yuk." Ajak vita dan mereka jalan bersisian sambil berbincang bincang setelah sampai diparkiran juan mengambil motornya dan berhenti di dekat vita.
Juan membuka jaketnya dan memberikannya pada vita. Vita mengangkat alisnya bingung.
"Pake paha lo keliatan nanti."ujar juan mengerti kerutan di dahi vita.
"Makasih." vita mengambil jaket milik juan dan mengikatkannya ke pinggang belakangnya setelahnya ia berpegangan pada baju juan.
"Siap ya." Ujar juan dan dibalas anggukan oleh vita.
Juan melajukan motornya membelah jalan raya kota jakarta yang akan ramai dan macet oleh kendaraan.
20 menit kemudian
Vita turun dari motor juan."ayok masuk dulu kan gw mau ganti baju, lo bawa baju gantikan?"ajak + tanya vita. Dan dijawab anggukan oleh juan, juan memarkirkan motornya digarasi vita dan masuk bersama kerumah vita.
"Asalammualaikum."salam vita.
"Waalaikumsalam, udah pulang vit?"jawab bundanya.
"Udah bun."
"Eh ini siapa vit?" Tanya bundanya dan menatap juan, juan mengambil tangan bunda vita dan menciun punggung tangan bunda vita
"Saya temen vita tan." Ujar juan.
"Masuk dulu yuk, jangan diluar." Ajak bunda vita dan membawa juan ke ruang tamu.
"Mau minum apa nak?" Tanya bunda vita.
"Gak usah tan lagian habis ini kita mau berangkat lagi." Ujar juan sopan.
"Yaudah vita keatas dulu ya mau ganti baju, juan tunggu sebentar ya." Ujar vita dan berlari ke arah kamarnya setelah mendapat persetujuan dari juan dan bundanya.
Vita memakai jaket bomber dan celana levis biru laut setelahnya dia keluar dari kamar dengan tas selempang yang berada di sebelah pundaknya. Vita hanya memolesi wajahnya dengan bedak tipis.
Vita turun kebawah dan menemui juan yang sedang menonton bersama bundanya.
"Udah yuk kita berangkat." Ajak vita dan menghampiri juan, juan yang melihat vita sempat melongo dan seakan tersadar dari lamunannya dia berdiri dari duduknya dan berpamitan pada bunda vita.
"Bun vita keluar dulu ya." Ijin vita dan mencium punggung tangan bundanya disusul juan dibelakangnya.
"Iya jangan malam malam ya pulangnya, nak juan jaga vita ya."ujar bunda vita dan mengantarkan mereka sampai ke garasi. Juan menjalankan motornya menuju mall ditengah kota.
••••••••
Kalau gitu tunggu part selanjutnya ya bye.
Jangan lupa vote sama comen oke
Maaf kalau masih banyak yang salah ketik.
Selamat membaca
@indahps2421