A Perfect Lie

By VLeeRhysMancini

787K 86K 6.4K

OPEN PO 25 JUNI S/D 10 JULI 2019. BISA DILIHAT DI PART OPEN PO LEBIH JELASNYA. PROSES PENERBITAN! BEBERAPA PA... More

Prolog
Part 1: Meet You
Part 2: Keeps The Secrets
Part 3: Lust or Love?
Part 3b: Lust or Love?
Part 3c: Lust or Love?
Part 4: Guilty
Part 5: Approach
Part 6a: Revenge Plan
Part 6b: Revenge Plan
Part 7a: Complicated Heart
Part 7b: Complicated Heart
Part 8: Hatred from The Past
Part 9: Disguise
Part 10: Try
Part 10b: Try
Part 11: Higher (trial version)
Part 11b: Higher
Part 12: Reconciliation
Part 13a: Sometimes
Part 13b: Sometimes
Part 14: The Ex (She)
Part 14b: The Ex (He)
Part 15a: Under The Same Roof
Cuma Pengen Ngasih Tau
Part 15b: Under The Same Roof
Part 16a: Ready to Fall
Part 16b: Ready to Fall
Part 17a: Fall For You
Part 17b: Fall For You
Part 18a: Over It
Part 18b: Over It
Part 19a: Pieces of Memory
Part 19b: Pieces Of Memory
Part 20a: Say Yes
Part 20b:Say Yes
Part 21a: The Choice
Part 21b: The Choice
Part 22a: Officially Yours, Unconditionally Yours
Part 22b: Officially Yours, Unconditionally Yours
Part 22c: Officially Yours, Unconditionally Yours
Part 23a: No Price To Love
Part 23b: No Price To Love
Part 24a: Something About Love
Part 24b: Something About Love
Part 25: The Hardest Thing
Part 25b: The Hardest Thing
Part 26a: One Last Cry
Part 26b: One Last Cry
Part 27: Breakeven
Part 27b: Breakeven
Part 28: The End Of The Road
Part 28b: The End of The Road
Curcol Penulis
Cuma Nanya
OPEN PO 25 JUNI S/D 10 2019
Bedah Buku A Perfect Lie
Part 29: Breathe Easy
Part 30: This I Promise You
Part 30b: This I Promise You
Epilog
Extra Part

Part 12b: Reconciliation

9.6K 1.3K 83
By VLeeRhysMancini

Seperti biasa, Reefa datang pagi-pagi sekali dan masih sedikit orang terlihat di ruangannya yang berada di lantai 25 tempat ia dan Dimitri bekerja. Sebelum memasuki ruangan, seseorang mencekal lengan Reefa tiba-tiba.

"Pak William!" Reefa terkejut, laki-laki seperti memang menunggunya.

"Apa kabar, Reefa?" William tersenyum, laki-laki berumur awal 50-an tahun itu menyapa Reefa ramah, tapi Reefa paham di balik keramahannya tersembunyi maksud yang selalu bertujuan menguntungkan dirinya sendiri.

"Baik, Pak. Ada perlu apa ke sini? Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan?" tanya Reefa, berusaha tetap sopan dan professional walau dia tidak menyukai gaya William yang cenderung sombong dan bossy.

"Pekerjaan?" William terkekeh, sementara Reefa hanya diam, ia menunggu dengan sabar apa yang sebenarnya diinginkan sang direktur pemasaran.

"Bukan itu. Aku ingin tahu perkembangan informasi yang bisa kamu dapat sejauh ini."

"Belum ada." Reefa menggeleng.

"Oh, baiklah. Bangun kepercayaan dia terhadap dirimu. Begitu dia lengah, ambillah informasi sebanyak mungkin. Tapi ingat, waktu semakin pendek,Reefa."

Reefa diam, hanya memandang lawan bicaranya tanpa ekspresi.

"Ok, kalau begitu saya pamit dulu. Omong-omong, Reefa, gosip mengenaimu dengan Dimitri beredar sangat cepat. Kamu terkenal sebagai satu-satunya gadis yang berada di dalam lingkungan kantor yang bisa mendekati dia." William terbahak dan berjalan menjauhi Reefa.

Reefa masih diam dan menatap kepergian laki-laki itu, kemudian Dimitri datang dan memandang Reefa dengan tatapan bertanya.

Aduh!

"Ada apa Pak William ke sini?" Ia mengedikkan jempolnya ke belakang.

"Tidak ada apa-apa. Beliau kebetulan lewat." Reefa menjawab sambil lalu dan meletakkan tas kerjanya di atas meja kerja.

"Tapi mengapa dia tertawa. Aku mendengar tawanya tadi, Reefa." Dimitri mengikuti Reefa, masih penasaran dengan apa yang dibicarakan atau dilakukan William dengan Reefa.

"Beliau meledek kedekatan Anda dengan saya, Pak."

Dimitri ingin mengatakan sesuatu mengenai hubungan mereka tetapi diurungkannya niatnya tersebut, ia hanya tertawa dan kembali ke meja kerjanya yang hanya berjarak beberapa meter dari Reefa.

***

Reefa tahu bahwa Dimitri berusaha membuatnya nyaman. Laki-laki itu ingin hubungan persahabatan antara dirinya dan Reefa terjalin baik tanpa kendala. Dimitri sangat berhati-hati dalam menjaga perasaan Reefa, tidak ada lagi sikap menjurus yang biasanya ditunjukkan laki-laki itu. Terakhir kali hanya lamaran yang ia lakukan di taman beberapa hari yang lalu, itu pun masih dikatakan dalam konteks yang sopan.

Sejujurnya, Reefa merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan Dimitri. Ia tidak bisa mengenyahkan bayangan Dimitri malam itu dari pikirannya, tetapi ia memaksakan dirinya sendiri bersandiwara seolah semua baik-baik saja dan dia tidak terpengaruh sedikitpun dengan kehadiran Dimitri di dekatnya.

Sekarang, Reefa berusaha memusatkan konsentrasinya pada rangkuman laporan operasional dari tiap daerah yang harus ia selesaikan sore ini, sedangkan hatinya masih terasa hangat karena tawa Dimitri yang masih bergema di pikirannya. Ia merindukan sosok Dimitri yang begitu mendambakannya malam itu.

Ponsel Reefa bergetar, gadis itu menghentikan kegiatannya lalu membuka kunci layar ponselnya. Dimitri mengirim pesan singkat pada jam kerja.

Luar biasa!

Reefa menggeleng takjub, laki-laki itu melanggar peraturan yang ia buat sendiri.

D: 'Reefa, kamu punya acara untuk long weekend mendatang?'

Reefa menaikkan alisnya. Ada apa lagi ini? Walaupun Reefa tahu ia dicap munafik, ia tidak ingin menghabiskan waktu dengan Dimitri berdua saja.

R: 'Tidak. Saya mau menjenguk ibu saya Jum'at ini.'

D: 'Tidak menginap, kan?'

Reefa menoleh ke Dimitri yang sekarang asyik menatapnya sambil tersenyum. Gadis itu menggeleng sebal. Sementara Dimitri melihatnya dengan tatapan memohon ala anak kecil. Reefa membalas menggeleng pada Dimitri lalu tertawa. Ponselnya bergetar kembali.

D: 'Ikutlah liburan denganku. Aku akan mengantarmu dulu ke tempat Ibumu.'

R: 'Liburan dengan banyak orang, bukan? Tidak berdua saja?

Reefa mendengar Dimitri terkekeh di seberang sana.

D: 'Tentu saja, tidak. Kalau kamu tidak mau ikut, SP akan saya turunkan.'

Reefa kembali melemparkan tatapan gemas pada laki-laki itu dan ia menyerah pada permintaan Dimitri. Ia mengangguk dan melanjutkan pekerjaan kembali. Gadis itu berusaha untuk memperdaya Dimitri tanpa ia menyadari bahwa ia mulai terpikat jerat pesona laki-laki tampan bermata abu-abu itu.

***

Sama yang seperti ia pernah lakukan terhadap Adith, Reefa membawa Dimitri ke rumah sakit jiwa milik pemerintah tempat ibunya dirawat. Dimitri tercenung, ia tidak mengira bahwa tempat ini adalah tempat berakhirnya wanita yang pernah ia temui beberapa kali ketika wanita itu mengunjungi suaminya di kantor. Hati Dimitri terasa nyeri, ia merasa sangat bersalah sekarang.

"Pak Dimitri?" Reefa merasa heran, mengapa laki-laki itu tidak mengucapkan sepatah kata pun semenjak mereka menginjak tempat ini.

Dimitri tergagap, seumur hidupnya dia tidak pernah merasa setolol ini. Mengapa ia tidak mencari tahu tentang keluarga Arif Grahito Raffardhan setelah kasus itu ditutup? Sejuta penyesalan menggelayuti pikiran dan hati Dimitri.

"Ah, ya... kenapa, Reefa?"

"Saya ingin ke dalam menemui Ibu. Bapak tunggu di luar sebentar saja."

"Saya ikut, Reefa. Saya pernah mengenal ibumu."

Reefa terperangah, apa tujuan Dimitri? Adith saja enggan menemui ibunya tapi kenapa laki-laki yang menghancurkan keluarganya 10 tahun yang lalu malah dengan sukarela ingin bertemu.

***

"Wah, Mbak Reefa datang lagi." Ibunya menyambutnya dengan riang dan masih tidak bisa mengenali putrinya sendiri.

Reefa tersenyum dan mencium kedua pipi ibunya, lalu memeluknya erat.

"Ibu juga kangen dengan Mbak Reefa, bawa makanan apa sekarang?" Ibunya melepaskan pelukan Reefa dan mengambil bungkusan makanan yang ditenteng oleh Dimitri.

Wajah ibu Reefa sedikit terkejut melihat kehadiran Dimitri. Laki-laki itu segera mencium tangan perempuan tua yang sekarang hampir tak ia kenali lagi.

"Wah-wah siapa ini? Pacarnya Mbak Reefa?"

Reefa tertawa dan menggelengkan kepalanya, "Bukan, Bu. Ini teman Reefa."

"Ganteng gini kok gak diakuin pacar, toh." Ibunya tersenyum pada Dimitri, menggoda laki-laki itu.

"Cah Ganteng, Mbak Reefa ini baik sekali lho. Dia bukan siapa-siapa Ibu tapi hampir tiap minggu menjenguk Ibu." Seloroh ibunya Reefa, ia mempersilahkan Reefa dan Dimitri duduk di kursi plastik yang disediakan di samping tempat tidurnya.

Mata Dimitri membesar, ia baru menyadari bahwa Ibunya Reefa tak mengenali putrinya. Dimitri tercekat, ia menatap Reefa kembali, tetapi Reefa membalasnya dengan gelengan kepala. Menyuruhnya tetap bersandiwara.

Dimitri baru mengerti setelah percakapan berlangsung beberapa saat antara Reefa dan Ibunya, bahwa bagi perempuan tua itu waktu berhenti ketika masa-masa bahagianya, yaitu ketika Reefa masih duduk di kelas 6 SD dan suaminya menjabat sebaga kepala cabang, waktu sesaat sebelum Arif bunuh diri. Ia masih hidup dalam fantasi bahwa semuanya baik-baik saja, putri dan suaminya masih hidup.

Di sepanjang percakapan antara sang ibu dan putrinya, Dimitri hanya diam. Ia tidak sanggup berkata sepatah kata pun. Yang ia rasakan sekarang hanya sakit yang mendera dadanya, ia membayangkan Reefa yang hidup dalam kesendirian selama ini tanpa kasih sayang orangtuanya.

Karena merasa tidak tahan dan dadanya semakin sesak, Dimitri meminta ijin untuk keluar dari kamar pada Reefa dan ibunya. Setelah berada di luar, Dimitri meninju tembok keras-keras hingga buku-buku jarinya terkelupas.

Ia sadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah kesalahan besar dan rasa sesal pun membanjiri diri Dimitri. Setelah puas menyakiti dirinya sendiri dengan menghantam dinding, setitik air matanya jatuh. Ia berduka kembali untuk semuanya dan menyadari kata maaf pun tak akan berarti bagi Reefa.

***

Halo Readers,

Apdet dalam waktu sehari ya... efek boss ga ada di tempat wkwkwkwk..

Vote dan komennya jangan lupa ya.

Udaj ah, itu aja... mwahahahah..

With love and respect

VLeeRhysMancini

Continue Reading

You'll Also Like

AGAPE By joe

General Fiction

36.4K 1K 38
ALGERS #1 18+ 𝘼𝙜𝙖𝙥𝙚, 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙙𝙪𝙡𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞. 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙥...
80.6K 9.1K 32
COMPLETED - SPIN OFF OF VILLAINESS' REVENGE Kekuatan besar tidak selamanya mendatangkan kebaikkan. Ya, itulah yang dirasakan oleh Kenice Azalea Vorxo...
203K 7.6K 59
He's the rebel girl's greatest enemy... and her new husband Aku tidak seharusnya menjadi pengantin siapa pun. Tak seorang pun pernah memandangku dua...
1.3M 54K 39
Warning!! 18+ & Banyak typo.. Cerita sedang dalam proses revisi ... Adera mengidap amnesia parsial, dimana ia tidak mampu mengingat seseorang ata...
Wattpad App - Unlock exclusive features